Harga Rumah Subsidi 2025 Ditentukan Data Biaya Bangun, Apa Untungnya Buat Rakyat?

M Nurhadi Suara.Com
Sabtu, 01 Februari 2025 | 12:12 WIB
Harga Rumah Subsidi 2025 Ditentukan Data Biaya Bangun, Apa Untungnya Buat Rakyat?
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta asosiasi pengembang perumahan menyiapkan estimasi biaya pembangunan rumah subsidi.

"Saya diskusi termasuk dengan Bapak Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui telepon. Nanti BPKP akan secara resmi bersurat kepada rekan-rekan asosiasi pengembang untuk bisa menjelaskan berapa biaya pembangunan rumah subsidi di luar harga tanah untuk kaitan FLPP," katanya di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).

Data ini akan menjadi acuan dalam menyusun skema baru Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2025 untuk memastikan efisiensi anggaran dan penetapan harga yang akurat.

Menteri Maruarar Sirait menjelaskan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan mengirim surat resmi ke asosiasi pengembang guna mengumpulkan rincian biaya konstruksi rumah subsidi di luar harga tanah.

"Pengusaha harus untung, karena juga akan bayar pajak. Tetapi rakyat juga harus diuntungkan mendapatkan kualitas dan harga yang wajar. Negara juga harus untung dari pajak dan dari bagaimana menggerakkan ekonomi, pertumbuhan ekonomi," katanya, dikutip dari Antara

Langkah ini bertujuan memastikan perhitungan harga rumah subsidi mempertimbangkan faktor inflasi dan kualitas layanan.

Tiga Pilar Kepentingan: Rakyat, Negara, dan Pengusaha
Kebijakan ini dirancang agar tidak merugikan pihak mana pun:
1. Rakyat : Mendapat rumah berkualitas dengan harga terjangkau.
2. Negara : Memperoleh manfaat pajak dan penggerakan pertumbuhan ekonomi.
3. Pengusaha : Memperoleh keuntungan wajar untuk keberlanjutan bisnis.

Target Penyaluran FLPP 2025 dan Efisiensi APBN

Pemerintah mengalokasikan anggaran FLPP 2025 sebesar Rp28,2 triliun untuk 220.000 unit rumah. Dengan perubahan proporsi pembiayaan FLPP, Kementerian PKP berharap penyaluran KPR subsidi bisa lebih masif tanpa menambah beban APBN.

Baca Juga: IKN Suram! Proyek Swasta Mangkrak, Investor Sebatas Groundbreaking Bareng Jokowi

Ara juga menekankan pentingnya memastikan program tepat sasaran, mengikuti arahan Presiden agar manfaatnya dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada tahun 2025 ini Kementerian PKP tengah menyiapkan perubahan desain porsi dana APBN dengan perbankan untuk FLPP yang bertujuan untuk penghematan APBN, serta dapat menambah porsi penyaluran KPR FLPP dengan anggaran yang ada.

Saat ini pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran FLPP 2025 sebesar Rp28,2 triliun untuk 220.000 unit rumah, dan diharapkan dengan perubahan porsi penyaluran FLPP dapat meningkatkan capaian penyalurannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI