Suara.com - Tradisi mudik menjelang Idulfitri kerap dipandang sebagai kebutuhan sosial para pekerja untuk pulang ke kampung halaman. Namun, bagi Kementerian Ketenagakerjaan, program mudik bersama yang difasilitasi perusahaan justru dapat menjadi investasi penting untuk menjaga semangat dan produktivitas pekerja setelah masa libur Lebaran.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri menilai, dukungan perusahaan terhadap kegiatan mudik bersama merupakan praktik baik dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.
"Kami mengapresiasi perusahaan seperti PT Kayaba Indonesia yang selalu konsisten memfasilitasi mudik pekerja dan keluarganya. Ini adalah praktik baik hubungan industrial yang harmonis dan patut dicontoh oleh perusahaan lainnya," tutur Putri saat melepas peserta Mudik Bersama PT Kayaba Indonesia (KYBI) di Cikarang, Bekasi, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pekerja merupakan unsur utama dalam keberlangsungan usaha. Ketika perusahaan memberikan dukungan agar pekerja dapat pulang kampung dengan aman dan tenang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pekerja dan keluarganya, tetapi juga perusahaan.
Putri menegaskan, program mudik bersama tidak seharusnya dipandang sebagai beban biaya bagi perusahaan. Sebaliknya, langkah tersebut dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga motivasi dan semangat kerja karyawan.

Ia menambahkan, pemerintah memang tidak memberikan dukungan dalam bentuk anggaran. Namun, Kemnaker mendorong perusahaan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam memfasilitasi kesejahteraan pekerja, termasuk melalui skema gotong royong.
“Kami memang tidak membantu dalam bentuk anggaran, tetapi kami mendorong agar perusahaan mampu memfasilitasi kesejahteraan pekerja melalui cara-cara kreatif seperti gotong royong ini. Dengan melibatkan koperasi dan mitra perbankan, beban finansial terkait mudik ini terdistribusi secara adil sehingga tidak ada pihak yang terbebani,” ujarnya.
Dalam program mudik bersama PT Kayaba Indonesia tahun ini, pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi antara manajemen perusahaan, koperasi pekerja K5, serta dukungan dari mitra perbankan yaitu Bank Danamon.
Selain aspek kesejahteraan, Kemnaker juga menaruh perhatian besar pada keselamatan perjalanan para pemudik. Melalui pengawasan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dilakukan pemeriksaan kesehatan pengemudi utama dan cadangan, kondektur, hingga pengecekan kelayakan armada bus.
Baca Juga: 7 Tips Mudik Aman Bawa Hewan Peliharaan, Anti Stres saat Perjalanan
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan para pekerja berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke kampung halaman, sehingga mereka dapat kembali bekerja dalam kondisi sehat dan siap menjalankan aktivitas setelah libur Lebaran.
"Kami juga mengecek kesehatan sopir utama maupun cadangan, termasuk kondekturnya. Kualitas bus juga dipastikan laik jalan demi menjamin perjalanan Bapak dan Ibu semua aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan agar nantinya bisa kembali bekerja dengan semangat baru," jelasnya.
Pada tahun ini, PT Kayaba Indonesia memfasilitasi mudik bagi 236 pekerja dengan menyediakan empat armada bus menuju sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur PT Kayaba Indonesia, Baron Tanaka, menyampaikan, kolaborasi dengan koperasi pekerja menjadi salah satu kunci keberhasilan program mudik bersama tersebut.
Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dengan aman dan kembali ke tempat kerja dengan kondisi sehat serta semangat baru.
“Kami berpesan kepada peserta mudik untuk saling menjaga kesehatan dan tidak ragu mengingatkan pengemudi agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Semoga perjalanan ini lancar dan aman hingga sampai di kampung halaman masing-masing,” pungkas Baron.