Transaksi Surat Utang di Pasar Alternatif BEI Tembus Rp246 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 06 Februari 2025 | 17:17 WIB
Transaksi Surat Utang di Pasar Alternatif BEI Tembus Rp246 Triliun
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin memperkuat posisinya sebagai sentral ekosistem perdagangan Surat Utang di Pasar Sekunder Indonesia dengan memperlihatkan kinerjanya yang semakin cemerlang sepanjang tahun 2024.

Total nilai transaksi SPPA pada tahun 2024 tercatat mencapai Rp246,1 triliun atau meningkat lebih dari 76% dibandingkan tahun 2023.

“Dari sisi pangsa pasar, saat ini market share SPPA telah mencapai 16% sepanjang tahun 2024 untuk seluruh transaksi interdealer market, atau meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan pada tahun 2023,” ungkap Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, melalui keterangan resminya, Kamis, (6/02/2025).

Jeffrey menjelaskan, berbagai upaya secara strategis dan terintegrasi terus dilakukan untuk dapat meningkatkan peran SPPA dalam memudahkan para pelaku pasar. Selain peningkatan fungsi dan kapabilitas teknis SPPA beserta ekosistemnya, BEI juga berupaya terus meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan para Pelaku Pasar, Pemangku Kepentingan, serta Mitra Strategis lainnya, baik dalam skala nasional maupun global.

“SPPA kami rancang sedemikian rupa untuk menjawab kebutuhan pelaku pasar Surat Utang di Indonesia, dengan berorientasi kepada kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan Pengguna Jasanya,” tambah Jeffrey.

Adapun, target BEI dalam peningkatan peran SPPA adalah untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi perdagangan Surat Utang Indonesia. Terlebih, sejumlah mitra strategis yang menjadi pemimpin pasar global dalam penyediaan sarana informasi perdagangan pasar keuangan dan pasar modal pun telah memulai langkah strategis membangun kemitraan dengan SPPA.

Pihaknya, lanjut Jeffrey, juga sedang mengupayakan agar SPPA dapat berperan sebagai salah satu bagian dari ekosistem infrastruktur pasar keuangan untuk mendukung pemerintah dalam membangun pasar uang modern yang dapat menciptakan sinergi pembiayaan ekonomi.

“Untuk itu, mulai kuartal pertama tahun 2025 ini, SPPA akan menyediakan layanan transaksi Repurchase Agreement (Repo) dengan menggunakan underlying Surat Utang,“ ujar Jeffrey.

Jeffrey juga menambahkan bahwa selain untuk melakukan transaksi Surat Utang, perluasan layanan ini bertujuan agar pelaku pasar pun dapat memperoleh manfaat tambahan untuk dapat melakukan transaksi pasar uang di SPPA. BEI berharap, SPPA dapat menjadi pilihan terbaik bagi para pelaku pasar yang mendambakan proses transaksi Surat Utang dan Repo yang terintegrasi, efektif, dan efisien.

“Dengan sistem yang andal serta layanan yang lebih lengkap, SPPA diharapkan dapat menjadi pilihan utama, baik dari para pelaku pasar perdagangan Surat Utang maupun pelaku perdagangan di Pasar Uang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Terus-terusan, BEI Stop Sementara Perdagangan Saham LINK

Naik Terus-terusan, BEI Stop Sementara Perdagangan Saham LINK

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:45 WIB

Axiata Berencana Lego, Saham Link Net Dipelototi BEI

Axiata Berencana Lego, Saham Link Net Dipelototi BEI

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2025 | 14:31 WIB

Begini Tips Melakukan Transaksi Intraday Short Selling dari Orang Bursa

Begini Tips Melakukan Transaksi Intraday Short Selling dari Orang Bursa

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2025 | 11:11 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB