Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Efisiensi Anggaran Rp1 Triliun! Bappenas Hanya Dapat Rp968 Miliar di APBN 2025

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 13 Februari 2025 | 14:16 WIB
Efisiensi Anggaran Rp1 Triliun! Bappenas Hanya Dapat Rp968 Miliar di APBN 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy [Antara]

Suara.com - Efisien anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto juga berdampak pada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Terbaru, anggaran Kementerian PPN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, setelah dilakukan efisiensi, menjadi sebesar Rp968,05 miliar

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan 49,2% dari pagu awal tahun 2025, yaitu sebesar Rp1,97 triliun. Penjelasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI.

“Anggaran Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional adalah Rp968 miliar atau sekitar 49,2 persen dari total pagu awal (sebesar Rp1,97 triliun) pada tahun 2025 yang baru saja kami terima,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, dikutip di Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Efisiensi anggaran ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang mengatur tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Langkah efisiensi ini dilakukan dengan penetapan besaran efisiensi oleh Menteri Keuangan, yang mencakup semua belanja, kecuali belanja pegawai dan bantuan sosial.

Awalnya, Bappenas terkena dampak efisiensi anggaran sebesar Rp1,077 triliun, yang setara dengan 54,7% dari pagu anggaran awal. Namun, melalui rapat dengan Kementerian Keuangan, nilai efisiensi untuk Bappenas dikurangi sebesar Rp75 miliar, sehingga total efisiensi menjadi Rp1,002 triliun dan total anggaran Bappenas menjadi Rp968,05 miliar[9].

“Sasaran efisiensi difokuskan pada belanja barang, belanja modal seperti kegiatan perjalanan dinas, seminar, kajian, acara-acara seremonial, pengadaan ATK (alat tulis kantor), dan lain-lain,” ujar Rachmat, via Antara.

Menurut Rachmat, sasaran efisiensi difokuskan pada belanja barang dan belanja modal, seperti perjalanan dinas, seminar, kajian, acara seremonial, dan pengadaan alat tulis kantor (ATK). Anggaran setelah efisiensi akan dialokasikan untuk berbagai keperluan, termasuk:
* Gaji dan tunjangan kinerja 1.094 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp291,06 miliar.
* Honorarium Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) dan konsultan individu, kegiatan yang sudah berjalan, dan paket lelang Januari sebesar Rp89,84 miliar.
* Sewa gedung/kantor sebesar Rp71,39 miliar.
* Sewa kendaraan pimpinan dan operasional sebesar Rp19,44 miliar.
* Sewa fasilitas kerja dan alat pengolah data sebesar Rp40,33 miliar.
* Rehabilitasi ruang kerja pimpinan dan staf baru sebesar Rp25 miliar.
* Konstruksi paviliun Indonesia di Osaka World Expo sebesar Rp200 miliar.
* Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp137,75 miliar.
* Kebutuhan operasional harian perkantoran sebesar Rp93,24 miliar.

Selain itu, Bappenas juga membutuhkan tambahan anggaran untuk pembiayaan Prioritas Nasional (PN) sebesar Rp152,1 miliar dan kegiatan operasional sebesar Rp324 miliar. Rachmat menambahkan bahwa tambahan anggaran ini sangat penting karena adanya penambahan pegawai baru setelah beberapa tahun tidak ada penambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian Imipas Pangkas Anggaran Hingga Rp4,4 Triliun, Uang Makan Napi Ikut Dipotong?

Kementerian Imipas Pangkas Anggaran Hingga Rp4,4 Triliun, Uang Makan Napi Ikut Dipotong?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:11 WIB

Anggaran Dipangkas, Menteri PU Ungkap Nasib Kondisi Jalan Jelang Mudik Lebaran

Anggaran Dipangkas, Menteri PU Ungkap Nasib Kondisi Jalan Jelang Mudik Lebaran

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 13:44 WIB

Bos KPPU Melas Tak Bisa Bayar Listrik dan Air Akibat Pemangkasan Anggaran

Bos KPPU Melas Tak Bisa Bayar Listrik dan Air Akibat Pemangkasan Anggaran

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 13:27 WIB

Anggaran Kementerian HAM Dipangkas Rp60 M, Menteri Pigai Pamer Gaji Pegawai Tidak Dipotong

Anggaran Kementerian HAM Dipangkas Rp60 M, Menteri Pigai Pamer Gaji Pegawai Tidak Dipotong

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 13:27 WIB

Defisit Rp51 Miliar! Gaji 637 Pegawai Kementrans Terancam Imbas Efisiensi

Defisit Rp51 Miliar! Gaji 637 Pegawai Kementrans Terancam Imbas Efisiensi

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 13:03 WIB

Natalius Pigai Sesumbar KemenHAM Satu-satunya Tak Terpengaruh Efisiensi: Tak Satupun Lampu Kantor yang Padam

Natalius Pigai Sesumbar KemenHAM Satu-satunya Tak Terpengaruh Efisiensi: Tak Satupun Lampu Kantor yang Padam

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 12:44 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB