Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Alasan Bos Pertamina Harus Impor Minyak Mentah dan Produk BBM

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 03 Maret 2025 | 15:25 WIB
Alasan Bos Pertamina Harus Impor Minyak Mentah dan Produk BBM
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah) bersama jajaran direksi dalam konferensi pers/ist

Suara.com - Direktur PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri membeberkan, alasan perusahaan impor minyak mentah maupun produk BBM. Dirinya mengakui, produksi minyak mentah dalam negeri memang belum cukup untuk memenuhi permintaan.

Alhasil, sebagian kebutuhan ditutupi dari impor dari luar negeri.

"Dengan demikian kurang lebih ada sekitar 40 persen kebutuhan kita untuk menambah sumber dari luar Indonesia untuk minyak mentah dan sekitar 42 persen untuk sumber produk dari luar Indonesia," ujarnya dalam Konferensi Pers di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Namun demikian, lanjut Simon, untuk menghindari terjadi kembali kasus korupsi dalam pengadaan impor minyak mentah, dirinya menjamin akan melakukan transparansi di seluruh proses.

"Proses yang tentunya sudah berjalan baik, sesuai GCG yang baik, kita pertahankan dan celah-celah yang kemarin sempat kita dengar dari temuan atau fakta hukum kita perbaiki. Dan tentunya semakin mendapat cara agar supaya pengelolaan ini tidak memberikan dampak yang negatif terhadap perusahaan ataupun keuangan negara," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Wiko Migantoro menambahkan, memang dalam pemerintahan baru, Pertamina didorong meningkat kapasitas dari sektor hulu. Hal ini agar kinerja perminyakan Indonesia tidak begitu jauh dengan negara-negara produsen minyak mentah.

Apalagi kekinian, pemerintah telah mengeluarkan aturan, di mana minyak mentah yang didapat dari dalam negeri harus diolah di Kilang milik Pertamina.

"Kemudian dari sisi kilang tadi benar, kita telah melakukan grading, saat ini kilang kita beroperasi cukup baik ya. Di evaluasi produknya meningkat dari sebelumnya 75 sekarang sudah mencapai 82. Artinya range minyak yang bisa menghasilkan produk yang bernilai ketika diolah di kilang kita memingkat, tentu saja ini menambah kemampuan kita menghasilkan produk," jelas dia.

Wiko menegaskan, jika memang kebutuhan dalam negeri belum cukup dari produksi, maka memang harus impor minyak mentah.

"Nah ini apabila kemudian kita masih memerlukan report dari luar negeri, pengadaan dari luar negeri. Jadi seperti dikatakan tadi kita akan memperbaiki tata perolehannya termasukkan proses yang berjalan saat ini," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasih Kontak Pribadi, Bos Pertamina Bilang Masyarakat Bisa Langsung Lapor Jika Ada Kecurangan

Kasih Kontak Pribadi, Bos Pertamina Bilang Masyarakat Bisa Langsung Lapor Jika Ada Kecurangan

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 15:21 WIB

Soal Pertamax Oplosan, Bos Pertamina: Kami Mohon Maaf dan Memperbaiki Diri!

Soal Pertamax Oplosan, Bos Pertamina: Kami Mohon Maaf dan Memperbaiki Diri!

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 12:36 WIB

Ramai Dihujat, Pertamina Langsung Bentuk Tim Crisis Center

Ramai Dihujat, Pertamina Langsung Bentuk Tim Crisis Center

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 12:22 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB