Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Modal RI 'Tahan Nafas', Tunggu Kejutan Bank Indonesia yang Pro Pasar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 13 Maret 2025 | 11:09 WIB
Pasar Modal RI 'Tahan Nafas', Tunggu Kejutan Bank Indonesia yang Pro Pasar
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah menahan napas, menantikan "jurus pamungkas" dari Bank Indonesia (BI). PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa para pelaku pasar sangat berharap BI segera memangkas suku bunga acuan, serta mengeluarkan kebijakan pemerintah yang lebih pro-pasar.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menyatakan bahwa kondisi fundamental ekonomi saat ini sangat mendukung penurunan suku bunga. Cadangan devisa yang melimpah dan inflasi yang terkendali menjadi sinyal positif.

"Kami memprediksi bulan ini adalah saat yang tepat untuk pemangkasan suku bunga," ujar Rully dalam acara Media Day: March 2025 by Mirae Asset. "Sebab, kuartal II/2025 biasanya diwarnai repatriasi dividen, yang meningkatkan kebutuhan dolar AS di tengah musim dividen bursa." kata Rully dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).

Artinya, jika BI tidak segera mengambil tindakan, peluang pemangkasan suku bunga baru akan terbuka kembali pada kuartal III.

Selain pemangkasan suku bunga, pelaku pasar juga menantikan kebijakan lain yang lebih pro-pasar dari pemerintah. Salah satu bentuknya adalah kebijakan yang dapat meningkatkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global akibat "Perang Dagang 2" yang digaungkan Presiden AS Donald Trump.

"Kebijakan yang pro-pasar itu sangat penting, untuk menarik investor berinvestasi di Indonesia", ujar Rully.

Saat ini, beberapa kebijakan pemerintah yang sudah berjalan antara lain perpanjangan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan insentif tarif listrik. Kebijakan-kebijakan ini dinilai cukup efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang dalam 30 hari terakhir berada di kisaran Rp16.300 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, BI Catat Survei Penjualan Eceran Alami Kontraksi

Gara-gara Ini, BI Catat Survei Penjualan Eceran Alami Kontraksi

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2025 | 08:24 WIB

3 Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 Tanpa Harus Antre

3 Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 Tanpa Harus Antre

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2025 | 08:23 WIB

BI : Laporan Fitch Ramal Utang Pemerintah Bakal Turun

BI : Laporan Fitch Ramal Utang Pemerintah Bakal Turun

Bisnis | Selasa, 11 Maret 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB