Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Pasar Modal RI 'Tahan Nafas', Tunggu Kejutan Bank Indonesia yang Pro Pasar

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 13 Maret 2025 | 11:09 WIB
Pasar Modal RI 'Tahan Nafas', Tunggu Kejutan Bank Indonesia yang Pro Pasar
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah menahan napas, menantikan "jurus pamungkas" dari Bank Indonesia (BI). PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa para pelaku pasar sangat berharap BI segera memangkas suku bunga acuan, serta mengeluarkan kebijakan pemerintah yang lebih pro-pasar.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menyatakan bahwa kondisi fundamental ekonomi saat ini sangat mendukung penurunan suku bunga. Cadangan devisa yang melimpah dan inflasi yang terkendali menjadi sinyal positif.

"Kami memprediksi bulan ini adalah saat yang tepat untuk pemangkasan suku bunga," ujar Rully dalam acara Media Day: March 2025 by Mirae Asset. "Sebab, kuartal II/2025 biasanya diwarnai repatriasi dividen, yang meningkatkan kebutuhan dolar AS di tengah musim dividen bursa." kata Rully dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).

Artinya, jika BI tidak segera mengambil tindakan, peluang pemangkasan suku bunga baru akan terbuka kembali pada kuartal III.

Selain pemangkasan suku bunga, pelaku pasar juga menantikan kebijakan lain yang lebih pro-pasar dari pemerintah. Salah satu bentuknya adalah kebijakan yang dapat meningkatkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global akibat "Perang Dagang 2" yang digaungkan Presiden AS Donald Trump.

"Kebijakan yang pro-pasar itu sangat penting, untuk menarik investor berinvestasi di Indonesia", ujar Rully.

Saat ini, beberapa kebijakan pemerintah yang sudah berjalan antara lain perpanjangan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan insentif tarif listrik. Kebijakan-kebijakan ini dinilai cukup efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang dalam 30 hari terakhir berada di kisaran Rp16.300 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, BI Catat Survei Penjualan Eceran Alami Kontraksi

Gara-gara Ini, BI Catat Survei Penjualan Eceran Alami Kontraksi

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2025 | 08:24 WIB

3 Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 Tanpa Harus Antre

3 Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2025 Tanpa Harus Antre

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2025 | 08:23 WIB

BI : Laporan Fitch Ramal Utang Pemerintah Bakal Turun

BI : Laporan Fitch Ramal Utang Pemerintah Bakal Turun

Bisnis | Selasa, 11 Maret 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×