IHSG Anjlok, Pertumbuhan Ekonomi RI Kena Pangkas Lagi Dibawah 5 Persen Pada 2025

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2025 | 14:30 WIB
IHSG Anjlok, Pertumbuhan Ekonomi RI Kena Pangkas Lagi Dibawah 5 Persen Pada 2025
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam dengan anjlok mendekati 7 persen pada siang hari ini Selasa (18/3/2025).

Di sisi lain, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 menjadi di bawah 5 persen.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpantau anjlok lebih dari 7 persen ke level 6.917,39. Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Analis menilai bahwa sentimen negatif dari dalam negeri menjadi pemicu utama anjloknya IHSG.

Salah satu sentimen negatif yang membebani IHSG adalah kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. OECD dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2 persen menjadi 4,9 persen pada tahun 2025.

Pemangkasan proyeksi ini didasarkan pada perkiraan perlambatan ekonomi global dan domestik. OECD melihat bahwa disrupsi ekonomi di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Perlambatan tersebut diproyeksikan tidak terlalu terasa di India dan Indonesia, dengan kedua ekonomi tersebut mengalami beberapa dukungan untuk pertumbuhan ekspor karena mereka menarik bisnis baru yang dialihkan dari negara-negara pengekspor yang menghadapi kenaikan tarif yang lebih tajam," tulis OECD dalam laporannya.

Selain itu, OECD juga memproyeksikan inflasi Indonesia akan berada di angka 1,8 persen pada tahun 2025, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,2 persen. Namun, pada tahun 2026, OECD memperkirakan inflasi Indonesia akan meningkat menjadi 2,8 persen.

"Jalur inflasi yang diproyeksikan secara umum lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, dengan dampak pertumbuhan yang lebih lambat diimbangi oleh penggabungan data baru dan dampak inflasi bertahap dari kenaikan tarif," kata OECD.

Sentimen negatif lainnya yang membebani IHSG adalah kekhawatiran terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga akhir Februari 2025, APBN tercatat defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN ini dipicu oleh penurunan penerimaan pajak yang signifikan. Hingga akhir Februari 2025, penerimaan pajak tercatat hanya mencapai Rp187,8 triliun, atau terkontraksi sebesar 30,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan penerimaan pajak ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi di Indonesia sedang mengalami perlambatan. Hal ini tentu saja menjadi sentimen negatif bagi investor di pasar modal.

Selain sentimen negatif dari dalam negeri, IHSG juga tertekan oleh sentimen negatif dari luar negeri. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dan perlambatan ekonomi global menjadi faktor yang membebani pasar saham global, termasuk IHSG.

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, IHSG diperkirakan akan terus mengalami tekanan dalam beberapa waktu ke depan. Investor diharapkan untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Sebelumnya, Pasar saham Indonesia mengalami gejolak hebat pada Selasa dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 7 persen pada perdagangan sesi pertama.

Penurunan tajam ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Ramai-ramai Sambangi BEI Imbas Trading Halt

DPR Ramai-ramai Sambangi BEI Imbas Trading Halt

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:13 WIB

IHSG Ambrol, Analis: Ekonomi Fiskal Indonesia Lagi Gawat, Pasar Saham Jadi Tak Menarik

IHSG Ambrol, Analis: Ekonomi Fiskal Indonesia Lagi Gawat, Pasar Saham Jadi Tak Menarik

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:00 WIB

IHSG Kebakaran Hingga Trading Halt, Daftar Saham Top Losers

IHSG Kebakaran Hingga Trading Halt, Daftar Saham Top Losers

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 13:17 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB