Gerbong Eks Karyawan Lior Air Masuk Garuda Indonesia dan Digaji Tinggi, APG Protes

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 20 Maret 2025 | 08:49 WIB
Gerbong Eks Karyawan Lior Air Masuk Garuda Indonesia dan Digaji Tinggi, APG Protes
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - Kebijakan terbaru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menuai polemik setelah direksi perusahaan merekrut 14 mantan karyawan Lion Air ke dalam manajemen dan mendapatkan gaji tinggi.

Keputusan ini mendapat protes keras dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menilai rekrutmen tersebut tidak transparan, berpotensi melanggar prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan menimbulkan ketidakadilan bagi karyawan internal.

Serikat karyawan yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyatakan bahwa rekrutmen ini mengabaikan sumber daya manusia (SDM) internal yang telah lama mengabdi bagi perusahaan.

"Kami mempertanyakan dasar keputusan ini. Apakah benar-benar untuk kepentingan perusahaan atau ada agenda lain?" ujar Capt. Ruli Wijaya selaku Presiden Asosiasi Pilot Garuda dan juga Ketua Sekretariat Bersama dalam keterangannya dikutip Kamis (20/3/2025).

Pada 5 Maret 2025, serikat karyawan resmi mengirimkan surat kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menuntut agar 14 eks karyawan Lion Air tersebut dinonaktifkan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari manajemen.

Polemik ini tidak hanya memicu ketegangan internal, tetapi juga berdampak langsung pada pasar. Pada 18 Maret 2025, saham Garuda Indonesia anjlok ke Rp 33 per lembar, level terendah dalam sejarahnya. Kepercayaan investor dan publik terhadap maskapai nasional ini semakin tergerus.

Serikat karyawan mendesak direksi untuk segera bertindak transparan dan menghentikan kebijakan yang berpotensi merusak stabilitas perusahaan. "Garuda harus kembali kepada prinsip profesionalisme, bukan kepentingan kelompok tertentu," tegas salah satu perwakilan serikat.

Akankah manajemen Garuda memberikan klarifikasi dan meredakan gejolak ini? Ataukah polemik ini akan terus berlanjut dan semakin mengguncang stabilitas perusahaan? Semua pihak kini menanti keputusan manajemen Garuda Indonesia.

Karyawan Garuda Indonesia, menurut Ruli, mengindikasikan bahwa beberapa dari 14 mantan karyawan Lion Air itu akan diberikan jabatan strategis, bahkan hingga level Direksi di Garuda Indonesia Group.  

baca juga

Menurut Ruli, sejak polemik rekrutmen mantan karyawan Lion Air di Garuda Indonesia mengemuka, kepercayaan masyarakat dan investor terus menurun terhadap Garuda Indonesia. "Saham PT Garuda Indonesia anjlok ke titik terendah senilai Rp 33 per saham pada tanggal 18 Maret 2025," kata Ruli.

Menurut Ruli, seluruh karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Serikat Bersama (Sekber) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) telah melakukan sejumlah langkah terkait kondisi tersebut. 

Para karyawan Garuda Indonesia telah mengirimkan surat kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengenai kontroversi rekrutmen dan penempatan mantan karyawan Group Lion Air, serta menuntut agar 14 orang tersebut dinonaktifkan. "Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Wamildan," kata Ruli menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Human Capital & Corporate Service Garuda Indonesia Enny Kristiani pada tanggal 5 Maret sudah memberikan tanggapan terkait viralnya polemik ini di media sosial.

Menurut Enny, ke-14 orang tersebut berstatus sebagai pegawai pro hire yang memiliki kontrak kerja.

"Proses penerimaannya juga dilakukan sesuai ketentuan rekrutmen kepegawaian yang berlaku di perusahaan," kata Enny.

Adapun 14 orang tersebut memiliki jabatan yang berbeda, yakni 9 orang sebagai CEO Office Specialist, 1 orang Senior Lead Professional, 2 orang Protokol Dirut dan 2 orang Protokol Ibu Dirut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelopor Pendidikan Manajemen Indonesia Resmi Raih Akreditasi Unggul Akuntansi

Pelopor Pendidikan Manajemen Indonesia Resmi Raih Akreditasi Unggul Akuntansi

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 16:13 WIB

BRI-MI Tebar Kebaikan Ramadan, Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim!

BRI-MI Tebar Kebaikan Ramadan, Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim!

Bri | Selasa, 18 Maret 2025 | 13:21 WIB

Manajemen OVT Tengah Malam: Ketika Pikiran Jadi Pesta dan Kita Tak Diundang

Manajemen OVT Tengah Malam: Ketika Pikiran Jadi Pesta dan Kita Tak Diundang

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 14:16 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×