Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Cegah Petani Jual Padi ke Tengkulak, Bulog Gercep Serap Gabah di Solo Raya

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 22 Maret 2025 | 04:46 WIB
Cegah Petani Jual Padi ke Tengkulak, Bulog Gercep Serap Gabah di Solo Raya
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq turun langsung ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk memantau penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Memasuki puncak panen di Solo Raya, Perum Bulog Surakarta sigap menyerap gabah dan beras dari petani. Bahkan pada Jumat, 22 Maret 2025, Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq turun langsung ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk memantau penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani. Hal ini dilakukan agar para petani tidak menjual hasil panennya kepada para tengkulak yang hanya merugikannya.

Marga menjelaskan, pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dengan harga tersebut, para petani diharapkan bisa lebih sejahtera, karena tengkulak umumnya membeli GKP jauh di bawah HPP.

"Sesuai dengan perintah bapak presiden yang tertuang dalam Asta Cita, petani harus tersenyum ketika sedang panen. Maka kami datang ke sini untuk memastikan bahwa Bulog membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram," tutur Marga.

Hingga April 2025, serapan gabah oleh Perum Bulog Surakarta diproyeksikan mencapai sekitar 28.000 ton setara beras. Serapan itu tersebar dari tujuh wilayah kerja yang meliputi enam kabupaten dan satu kota di Solo Raya mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Marga menjelaskan, pihaknya melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI dan Bhayangkara Pembina Keamanan serta Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari Polri untuk mengawasi program penyerapan GKP dari petani dengan harga Rp6.500 ini.

Hal ini diamini oleh Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Fadillah Rachmawati. Fadillah meyakini, keterlibatan TNI-Polri membuat program ini berjalan optimal. Pasalnya, Babinsa mendampingi petani sejak sebelum awal menanam hingga masa panen. Sehingga, mereka memiliki pengetahuan terkait lokasi panen gabah para petani.

"Kenapa kami membutuhkan tenaga Babinsa? Karena, selama ini tenaga Babinsa itu justru yang sudah membantu beserta PPL, penyuluh pertanian sejak sebelum tanam. Jadi karena sudah membersamainya dari awal, tentu ini lebih memudahkan begitu sebenarnya," ujar Fadillah saat ditemui di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen pada hari yang sama.

(Ki-Ka), Fadillah Rachmawati - Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, M. Prita Laura - Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama Presiden Communication Office (PCO), Andy Nugroho - General Manajer UB Industri, Willy Adi Purba - Manajer Operasi Sentra  Penggilingan Padi Sragen UB Industri Regional II Surabaya, Dicky Yusfarino - Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)
(Ki-Ka), Fadillah Rachmawati - Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, M. Prita Laura - Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama Presiden Communication Office (PCO), Andy Nugroho - General Manajer UB Industri, Willy Adi Purba - Manajer Operasi Sentra Penggilingan Padi Sragen UB Industri Regional II Surabaya, Dicky Yusfarino - Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Sementara itu, Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Dicky Yusfarino, turut memberikan penjelasan terkait mekanisme pembelian gabah kering panen yang diterapkan oleh Bulog Surakarta. Menurut Dicky, ada dua metode utama yang digunakan dalam pembelian GKP dari petani. Pertama, skema jemput bola, di mana Bulog secara aktif melakukan penyerapan gabah langsung dari sumbernya. Kedua, skema kerja sama dengan mitra maklon yang turut berperan dalam proses pengadaan.

"Total GKP yang sudah kami beli totalnya sudah mencapai sekitar total yang sudah kita beli sekitar 5.000 ton," kata Dicky.

Dalam keseluruhan proses serapan gabah, Perum Bulog Surakarta sangat mengandalkan kapasitas pengeringan yang mereka miliki, yang mampu mengeringkan sekitar 600 ton gabah setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 ton di antaranya diproses di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen. Dalam proses pengeringan ini, Bulog Surakarta menggunakan teknologi dryer terbaru yang memiliki kemampuan untuk mengeringkan gabah dalam rentang waktu antara 24 jam hingga 48 jam, tergantung pada jenis dryer yang digunakan.

Sebagai bagian dari upaya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional, Bulog Surakarta secara aktif melakukan koordinasi dengan berbagai mitra serta rekanan strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengeringan gabah yang tersedia sehingga proses penyerapan beras dapat berjalan dengan lebih optimal dan maksimal sesuai dengan kebutuhan yang ada. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenderal Maruli Bantah Pengangkatan Mayjen Novi Jadi Bos Bulog Langgar UU: Sudah Ditinggalin Tentaranya

Jenderal Maruli Bantah Pengangkatan Mayjen Novi Jadi Bos Bulog Langgar UU: Sudah Ditinggalin Tentaranya

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 18:27 WIB

Tuntaskan 2024, Bulog Salurkan Hampir 4 Juta Ton Beras

Tuntaskan 2024, Bulog Salurkan Hampir 4 Juta Ton Beras

Bisnis | Rabu, 01 Januari 2025 | 20:13 WIB

Dukung Indonesia Sehat, BGN dan Bulog Gandeng Tangan

Dukung Indonesia Sehat, BGN dan Bulog Gandeng Tangan

Bisnis | Senin, 23 Desember 2024 | 20:45 WIB

Perum Bulog Raih Kualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat RI

Perum Bulog Raih Kualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat RI

Bisnis | Rabu, 18 Desember 2024 | 14:57 WIB

Cara Berdikari Jaga Stabilitas Harga Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional

Cara Berdikari Jaga Stabilitas Harga Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Selasa, 26 November 2024 | 11:38 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Teken Kerjasama dengan NCL I.P, Timor Leste

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Teken Kerjasama dengan NCL I.P, Timor Leste

News | Selasa, 19 November 2024 | 15:06 WIB

Terkini

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB