Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Investasi Swasta Jadi Kunci Indonesia Capai Target Net Zero Emission

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 24 Maret 2025 | 12:29 WIB
Investasi Swasta Jadi Kunci Indonesia Capai Target Net Zero Emission
Pihak swasta memiliki kapasitas untuk berinvestasi dalam teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, dan efisiensi energi. (Foto Istimewa).

Suara.com - Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi yang sedang berkembang, Indonesia memiliki peran penting dalam upaya untuk mengurangi pemanasan global dan mencegah dampak perubahan iklim yang lebih parah.

Demi memastikan keberhasilannya, pemerintah telah menetapkan kebijakan dan regulasi yang mendukung hal tersebut. Namun demikian sektor swasta sebagai penggerak ekonomi Indonesia juga harus terlibat aktif dalam transisi menuju Net Zero Emission.

Pihak swasta memiliki kapasitas untuk berinvestasi dalam teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, dan efisiensi energi.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Tunas Sawa Erma (TSE) Group, Luwy Leunufna. Menurut Luwy, saat ini sektor swasta sedang berlomba-lomba merealisasikan Net Zero Emission untuk menyuksesksan komitmen Indonesia dalam mencegah perubahan iklim.

“Namanya proses adaptasi membutuhkan waktu, butuh inovasi tapi kami berpikir dalam jangka panjang bisnis kita lebih lestari, dalam jangka panjang akan mendukung efisiensi biaya dan comply regulasi lokal maupun internasional. Kita mau meningkatkan kelas kita dengan teknologi baru,” kata Luwy dikutip Senin (24/3/2025).

Saat ini, TSE Group sebagai perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit juga turut memerangi perubahan iklim lewat komitmen Net Zero Emission menggunakan SBTi - sebuah inisiatif global internasional yang paling banyak dipercaya oleh sektor korporasi untuk membantu mereka menetapkan standar, perangkat dan panduan yang memungkinkan perusahaan menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Melalui komitmen tersebut, TSE Group mulai beralih dari penggunaan energi fosil ke energi terbarukan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik dari biochar dan composting plant dari limbah tandan buah kosong.

Tidak sampai di situ, TSE Group juga memasang solar panel untuk kebutuhan listrik jalan.

Selain itu, perusahaan juga membangun Biogas Power Plant untuk mengubah POME (palm oil mill effluent/ limbah cair kelapa sawit) menjadi energi.

baca juga

Di dalam Biogas Power Plant, limbah cair kelapa sawit yang ditampung di kolam-kolam terbuka akan melepaskan gas metan (CH4) yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber energi untuk kegiatan operasional perusahaan.

“Kita buat biogas, investasi awal tentu akan besar tapi dalam jangka panjang kita akan mengurangi penggunaan BBM di seluruh aktivitas kebun kita, baik untuk operasional pabrik maupun penerangan pakai BBM. Dengan pengembangan Biogas Power Plant yang dikoneksikan dengan BioCNG pasti dalam jangka panjang ada manfaatnya,” kata Luwy menambahkan.

Penggunaan BBM untuk aktivitas distribusi dan pengangkutan di perkebunan kelapa sawit TSE Group juga akan dikurangi dengan penggunaan mobil listrik (electric vehicle (EV)). Saat ini uji coba penggunaan electric vehicle sudah dilakukan di beberapa titik di wilayah perkebunan TSE Group.

“Saat ini masih dalam tahap awal, kita uji coba dengan menggunakan pengganti dari yang konvensional jadi EV. Kita berharap seiring berjalannya waktu, teknologinya akan semakin maju sehingga mimpinya sebagian besar alat yang kita pakai di perkebunan khususnya truk-truk diganti menjadi EV,” ujar Luwy.

Upaya untuk mencapai Net Zero Emission dalam ruang lingkup industri sawit merupakan tindakan kolektif yang melibatkan berbagai langkah penting, mulai dari transisi energi fosil ke energi terbarukan hingga daur ulang limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik.

"Seluruh langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah sawit yang sulit terurai, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan," pungkas Luwy mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamal, Komandan Energi Terbarukan dari Dusun Bondan

Jamal, Komandan Energi Terbarukan dari Dusun Bondan

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:57 WIB

PTK Siapkan 453 Kapal, Kawal Kelancaran Angkutan BBM & LPG Ramadan Idulfitri

PTK Siapkan 453 Kapal, Kawal Kelancaran Angkutan BBM & LPG Ramadan Idulfitri

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:44 WIB

Cegah Stunting Lewat Investasi Jangka Panjang

Cegah Stunting Lewat Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:04 WIB

Terkini

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

×