Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ngojol Pontang-panting, Grab Hanya Kasih BHR Mulai Rp50 Ribu ke Driver

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 24 Maret 2025 | 13:12 WIB
Ngojol Pontang-panting, Grab Hanya Kasih BHR Mulai Rp50 Ribu ke Driver
Ilustrasi Driver Ojol GrabFood. [dok. Grab Indonesia]

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri, para pengemudi ojek online (ojol) harus menghadapi kenyataan pahit. Grab Indonesia, salah satu perusahaan layanan transportasi daring terbesar di tanah air, hanya memberikan Bonus Hari Raya (BHR) dengan nominal yang jauh dari harapan.

Kabar ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi para pengemudi yang telah berjuang keras memberikan layanan terbaik bagi para pengguna. Bagaimana tidak, di saat harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan kebutuhan keluarga semakin meningkat, BHR yang mereka terima hanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp1.600.000 untuk pengemudi roda empat, dan Rp50.000 hingga Rp850.000 untuk pengemudi roda dua.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, berdalih bahwa BHR tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi teladan yang telah aktif dan berkinerja baik. Namun, penjelasan ini tidak mampu meredam kekecewaan para pengemudi yang merasa jerih payah mereka tidak dihargai.

"Kami ingin memastikan bahwa kontribusi mereka tetap mendapatkan penghargaan, terutama dalam momen spesial seperti Idulfitri. Ini adalah itikad baik kami sebagai bentuk apresiasi kepada mitra yang telah bekerja keras setiap hari," kata Neneng dalam keterangan resminya dikutip Senin (24/3/2025).

Namun, para pengemudi merasa bahwa nominal BHR yang diberikan tidak sebanding dengan kerja keras dan risiko yang mereka hadapi setiap hari. Mereka harus berjuang di jalanan yang padat dan panas, menghadapi risiko kecelakaan, dan bekerja hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kami ini kerja pontang-panting, dari pagi sampai malam, tapi BHR yang dikasih cuma segitu. Mana cukup buat beli baju Lebaran anak-anak," keluh seorang pengemudi ojol yang enggan disebutkan namanya.

Para pengemudi juga mempertanyakan kriteria yang digunakan Grab dalam menentukan besaran BHR. Mereka merasa bahwa sistem penilaian yang digunakan tidak transparan dan tidak adil.

"Kami tidak tahu bagaimana sistem penilaiannya. Ada yang sudah kerja bertahun-tahun, tapi BHR-nya sama dengan yang baru gabung. Ini kan tidak adil," ujar seorang pengemudi lainnya.

Kekecewaan para pengemudi ini semakin bertambah karena mereka merasa tidak memiliki daya tawar yang kuat. Sebagai mitra, mereka tidak memiliki hak yang sama dengan karyawan tetap. Mereka tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan pensiun, atau hak cuti.

"Kami ini seperti sapi perah. Kerja terus, tapi hak kami tidak diperhatikan," kata seorang pengemudi dengan nada kesal.

Padahal sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan para pekerja ojek online (ojol) dan kurir online akan mendapatkan Bonus Hari Raya (BHR) berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Hal itu ia ungkapkan dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat (21/3/2025). 

"Saya mendengar mereka akan terima Rp 1 juta setiap pekerja [ojol]. Tapi saya imbau pengusaha swasta kalau bisa ditambahlah ini. Mengimbau kan boleh nggak ada paksaan kan," kata Prabowo.

Namun, ia menegaskan permintaan untuk menambah nominal BHR itu cuma berupa imbauan. Sebab, Prabowo mengatakan, para aplikator seperti Gojek, Grab, Maxim, juga perlu menghitung kemampuan perusahaan masing-masing sembari tetap memperhatikan para mitra.

Kondisi ini tentu saja menjadi ironi di tengah pertumbuhan pesat industri ride-hailing di Indonesia. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan aplikasi meraup keuntungan besar, namun di sisi lain, para pengemudi yang menjadi tulang punggung industri ini harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pemerintah sebagai regulator diharapkan dapat turun tangan untuk melindungi hak-hak para pengemudi ojol. Perlu ada regulasi yang jelas dan tegas untuk mengatur hubungan antara perusahaan aplikasi dan para pengemudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penentuan PSN Era Prabowo Disoal Pengamat: Harusnya Ada Kajian Mendalam

Penentuan PSN Era Prabowo Disoal Pengamat: Harusnya Ada Kajian Mendalam

News | Senin, 24 Maret 2025 | 09:14 WIB

Prabowo Diminta Turun Tangan! Kapolri Terancam Dievaluasi Imbas Maraknya Pelanggaran Hukum Polisi

Prabowo Diminta Turun Tangan! Kapolri Terancam Dievaluasi Imbas Maraknya Pelanggaran Hukum Polisi

News | Senin, 24 Maret 2025 | 04:06 WIB

AHY Bocorkan Pertemuan Putra Putri Presiden di Ultah Didit Prabowo: Bukan Cuma Senda Gurau!

AHY Bocorkan Pertemuan Putra Putri Presiden di Ultah Didit Prabowo: Bukan Cuma Senda Gurau!

News | Minggu, 23 Maret 2025 | 22:20 WIB

Terkini

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB