Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wirson Selo Ungkap Alasan Penghapusan Kuota Impor yang Digagas Presiden Prabowo

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 10 April 2025 | 22:46 WIB
Wirson Selo Ungkap Alasan Penghapusan Kuota Impor yang Digagas Presiden Prabowo
Ilustrasi penghapusan kuota impor. (Pexels/tiger-lily)

Suara.com - Penghapusan kuota impor yang digagas Prabowo Subianto —sebagaimana muncul dalam pernyataan dan program yang dibicarakan selama masa kampanye Pilpres 2024— merujuk pada mekanisme pembatasan volume impor barang tertentu, khususnya pangan, untuk melindungi petani dan produsen dalam negeri.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia perlu menjaga kedaulatan pangan, dan salah satu caranya adalah dengan mengendalikan impor agar tidak membanjiri pasar dan merugikan petani lokal.

Dengan kuota, pemerintah bisa mengatur berapa banyak komoditas seperti beras, gula, kedelai, daging, dan lainnya yang boleh diimpor per tahun, serta memberi prioritas pada produksi lokal, agar harganya tetap stabil dan petani tidak kehilangan pasar.

Namun, kebijakan Presiden menghapus kuota impor dan membuka keran impor secara bebas kemudian menuai polemik. Namun, Konsultan Bisnis Kerakyatan Wirson Selo justru menyatakan dukungan penuh atas langkah tersebut.

Menurut Wirson, sistem kuota selama ini hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha dan justru menciptakan situasi tidak berkeadilan bagi yang lain serta merugikan konsumen.

"Saya setuju 100% dengan Pak Prabowo. Kuota impor itu tidak adil. Kenapa hanya perusahaan tertentu yang boleh impor, sedangkan yang lain dilarang?" ujar Wirson.

Ia mengkritik syarat pemberian kuota yang dinilai tidak masuk akal.

"Masa untuk dapat kuota harus dapat persetujuan dari pemegang kuota sebelumnya? Ini seperti kita dianggap bodoh. Sistem ini jelas melindungi monopoli, bukan melindungi konsumen, petani atau UMKM," ucap Wirson.

Terkait kekhawatiran membanjirnya produk impor yang bisa mematikan petani lokal, Wirson menyebut pertanyaan diibaratkan seperti hanya fokus pada bab empat dan bab lima buku, tanpa melihat akar masalah di bab awal.

"Memang benar, jika impor dibuka, produk pertanian impor seperti beras, bawang putih, atau jagung akan lebih murah. Tapi pertanyaannya: kenapa bisa lebih murah? Karena di Vietnam atau Thailand maupun China, pemerintah mereka benar-benar mendukung petani. Alat pertanian, benih, pupuk, bahkan teknologi disediakan dengan harga murah atau gratis. Biaya produksi mereka rendah, jadi harga jualnya pun bisa kompetitif," paparnya.

Menurut Wirson, solusinya bukan melarang impor, tapi membuat petani Indonesia bisa bersaing.

"Jika kita serius, dalam 5 sampai 10 tahun, petani kita bisa lebih efisien. Pupuk harus dibersihkan dari korupsi, benih unggul disubsidi penuh, irigasi diperbaiki, dan riset pertanian didanai dengan serius. Dengan anggaran 10 persen saja dari program makanan gratis (MBG), kita bisa berikan benih unggul gratis ke petani," ujarnya.

Wirson yakin kebijakan Prabowo tidak sekadar membuka impor, tapi akan diikuti dengan program pendampingan untuk petani dan industri lokal.

"Pak Prabowo paham akar masalahnya. Dia tidak mau kita terjebak dalam proteksi yang justru bikin petani terlena. Harus ada terobosan besar di hulu: benih murah, pupuk bersubsidi tepat sasaran, dan teknologi pertanian modern," tegasnya.

Ia juga menyebut Indonesia sebenarnya mampu swasembada bawang putih, jagung, dan komoditas lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Masih Kaji Dampak Tarif Trump ke Naiknya Harga Internet

Telkom Masih Kaji Dampak Tarif Trump ke Naiknya Harga Internet

Tekno | Kamis, 10 April 2025 | 17:01 WIB

Tarif Trump Bikin Petani Sawit Menjerit, Prabowo Diminta Lakukan Ini

Tarif Trump Bikin Petani Sawit Menjerit, Prabowo Diminta Lakukan Ini

News | Kamis, 10 April 2025 | 15:17 WIB

5 Jenis Produk yang Bakal Alami Kenaikan Harga, Ini Daftarnya

5 Jenis Produk yang Bakal Alami Kenaikan Harga, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 10 April 2025 | 16:12 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB