Harga Emas Rekor Tertinggi, Tapi BPKN Minta Masyarakat Waspada, Kenapa?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 April 2025 | 07:50 WIB
Harga Emas Rekor Tertinggi, Tapi BPKN Minta Masyarakat Waspada, Kenapa?
Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Heru Sutadi, Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa euforia investasi emas yang dapat dimanfaatkan oleh spekulan.

Heru menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam berinvestasi emas, terutama menyikapi lonjakan harga emas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan ini disampaikannya dalam diskusi media melalui podcast yang diikuti oleh sejumlah wartawan di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas justru dapat menjadi peluang bagi spekulan untuk mengambil keuntungan. Situasi ini berisiko merugikan masyarakat, terutama yang tidak memahami strategi permainan spekulan di pasar investasi.

"Spekulan bisa membeli emas dalam jumlah besar saat harganya tinggi seperti sekarang. Ketika harga naik lagi, mereka akan menjualnya, yang justru bisa memicu penurunan harga," ujar Heru.

Sementara itu, masyarakat yang membeli emas dalam skala kecil mungkin panik saat harga turun dan akhirnya terpaksa menjual dengan kerugian. "Selain rugi karena harga turun, mereka juga terkena potongan biaya administrasi dari toko emas, sehingga kerugiannya berlipat," tambahnya.

Oleh karena itu, Heru menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat. BPKN berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi guna melindungi masyarakat dari risiko tren pasar yang fluktuatif.

Berdasarkan data PT Antam, harga emas Logam Mulia Antam 24 Karat terus mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu (12/4), harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu Rp1.904.000 per gram setelah naik Rp15.000 per gram. Sebelumnya, pada Jumat (11/4), harga emas naik Rp43.000 per gram menjadi Rp1.889.000 per gram, dan pada Kamis (10/4), harga emas meningkat Rp34.000 per gram menjadi Rp1.846.000 per gram.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp1.754.000–Rp1.904.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harganya berada di rentang Rp1.679.000–Rp1.904.000 per gram.

Mewaspadai Bahaya FOMO dalam Investasi Emas

Euforia kenaikan harga emas belakangan ini berpotensi memicu fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan masyarakat untuk ketinggalan momen investasi. Namun, keputusan investasi yang didorong oleh emosi semacam ini justru dapat menimbulkan risiko kerugian.

Salah satu bahaya utama FOMO dalam investasi emas adalah kecenderungan membeli di harga puncak. Ketika harga emas sedang mengalami kenaikan signifikan, banyak orang tergoda untuk ikut membeli karena takut kehilangan peluang. Padahal, harga aset seperti emas bersifat fluktuatif—setelah mencapai titik tertinggi, sangat mungkin terjadi koreksi atau penurunan. Jika investor panik dan menjual saat harga turun, kerugian tidak hanya berasal dari selisih harga beli-jual, tetapi juga biaya administrasi atau spread yang dikenakan pedagang.

Selain itu, euforia pasar emas sering dimanfaatkan oleh spekulan untuk memanipulasi harga. Mereka bisa membeli emas dalam jumlah besar saat tren sedang naik, kemudian melakukan aksi jual massal setelah harga mencapai level tertentu. Akibatnya, harga bisa tiba-tiba anjlok, dan investor ritel—yang tidak memiliki informasi memadai—terjebak dalam posisi merugi.

Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah maraknya penipuan berkedok investasi emas. Momentum kenaikan harga kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan skema investasi bodong, seperti emas digital dengan iming-iming keuntungan instan atau emas fisik yang tidak jelas kepastian pengirimannya.

Untuk menghindari jebakan FOMO, masyarakat disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi. Sebaiknya, lakukan analisis terlebih dahulu, termasuk mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang memengaruhi harga emas, seperti inflasi, suku bunga, dan stabilitas ekonomi global. Investasi emas sebaiknya dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga nilai aset, bukan sebagai sarana cepat kaya.

Pendekatan yang lebih aman adalah membeli emas secara bertahap (dollar-cost averaging) sehingga tidak terpaku pada fluktuasi harga jangka pendek. Selain itu, pastikan untuk berinvestasi melalui platform atau pedagang resmi guna menghindari risiko penipuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Plt Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Saat Ini

Plt Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Saat Ini

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 18:31 WIB

Tiga Korban Penembakan OPM Teridentifikasi, Jenazah Langsung Dikuburkan Gegara Kondisi Membusuk

Tiga Korban Penembakan OPM Teridentifikasi, Jenazah Langsung Dikuburkan Gegara Kondisi Membusuk

News | Selasa, 15 April 2025 | 18:20 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp1,896 Juta per Gram, Buyback Turun Tipis

Harga Emas Antam Stabil di Rp1,896 Juta per Gram, Buyback Turun Tipis

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 14:40 WIB

Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun: Antam, UBS, dan Galeri24 Terkoreksi

Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun: Antam, UBS, dan Galeri24 Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 14:04 WIB

Jangan Sampai Ketinggalan! Harga Emas Semar Nusantara 15 April 2025

Jangan Sampai Ketinggalan! Harga Emas Semar Nusantara 15 April 2025

Lifestyle | Selasa, 15 April 2025 | 11:57 WIB

Emas Antam Ludes Diserbu di Bogor! Panik Buying atau Investasi Cerdas?

Emas Antam Ludes Diserbu di Bogor! Panik Buying atau Investasi Cerdas?

Video | Selasa, 15 April 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000  ATM & CRM

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:41 WIB