Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Bursa Kripto OKX Resmi Masuk Pasar Amerika Serika

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 April 2025 | 17:18 WIB
Bursa Kripto OKX Resmi Masuk Pasar Amerika Serika
OKX, salah satu bursa kripto global terbesar, secara resmi melakukan ekspansi ke Amerika Serikat dengan meluncurkan bursa kripto terpusat (cex) serta dompet crypto web3. [Pexels]

Suara.com - OKX, salah satu bursa kripto global terbesar, secara resmi melakukan ekspansi ke Amerika Serikat dengan meluncurkan bursa kripto terpusat (cex) serta dompet crypto web3.

Para pelanggan di AS kini dapat mengakses investasi serta perdagangan kripto dari platform OKX.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi AS, OKX telah menunjuk Roshan Robert sebagai CEO AS dan menetapkan San Jose, California sebagai lokasi kantor pusatnya. Roshan Robert telah lama menggeluti karier di bidang keuangan, termasuk sebagai konsultan di Morgan Stanley serta Direktur di Barclays Investment Bank.

Langkah strategis ini menggarisbawahi komitmen OKX dalam menawarkan produk crypto yang aman, patuh dan inovatif sembari mengikuti kerangka regulasi di AS.

Dengan ditunjuknya Roshan untuk memimpin operasional kami di AS serta kantor baru di San Jose, kami memperkuat komitmen OKX dalam menjamin standar regulasi, inovasi, serta rekrutmen talenta,” ujar Hong Fang, Presiden OKX dikutip Rabu (16/4/2025).

“US akan menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan global OKX, dan kami sangat antusias dengan ekspansi kami di negara ini.” tambahnya.

CEO OKX AS, Roshan Robert, berkomentar, “Dengan semakin matangnya regulasi kripto di AS, kami melihat peluang besar dalam membangun kepercayaan pada industri kripto, dan menghadirkan solusi aset digital yang patuh dan aman. Saya merasa antusias dapat memimpin ekspansi OKX di AS dalam menghadirkan pengalaman kripto berkualitas tinggi.” katanya.

Peluncuran exchange OKX di Amerika Serikat juga merupakan bagian dari transisi dari OKCoin ke platform OKX. Dengan migrasi ini, pengguna lama dan baru akan dapat mengakses mesin perdagangan berkinerja tinggi OKX, biaya perdagangan yang rendah, likuiditas tinggi, serta opsi deposit dan penarikan dalam mata uang USD.

Selain meluncurkan bursa kripto, OKX juga menghadirkan dompet terdesentralisasi bagi pengguna di AS untuk mengelola kripto mereka secara mandiri.

OKX AS menetapkan kantor pusatnya di San Jose, California yang dinilai strategis karena terhubung dekat dengan ekosistem Silicon Valley. Dengan ini, OKX dapat dengan mudah mengakses para talenta kelas atas, mengembangkan produk inovatif baru, serta memperluas dampaknya di negara dengan pasar keuangan terbesar.

Inisiatif ini sekaligus menambahkan daftar panjang upaya OKX dalam mengamankan lisensi di pusat-pusat keuangan utama, termasuk Eropa, UEA, Australia dan Singapura. Di Amerika serikat sendiri, OKX akan hadir di sebagian besar negara bagian, dengan ekspansi bertahap sepanjang tahun.

Menurut laporan tahunan dari Crypto.com, jumlah pemilik aset kripto meningkat dari 583 juta pada Januari 2024 menjadi 659 juta pada Desember.

Faktor-faktor seperti kebijakan pro-kripto yang diperkenalkan oleh Presiden AS Donald Trump dan inovasi teknologi terus mendorong pertumbuhan ini.

Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan sebesar 13,1%, dengan jumlah pemilik mencapai 337 juta, yang berarti lebih dari setengah dari total pemilik kripto di seluruh dunia.

Pertumbuhan ini didorong oleh minat institusional dan kebijakan yang mendukung dari pemerintah AS. Ethereum (ETH) tidak ketinggalan, dengan pertumbuhan sebesar 13,6% yang meningkatkan jumlah pemiliknya menjadi 142 juta.

Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan popularitas jaringan Ethereum Layer-2 pasca-pembaruan Dencun dan peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum. Kedua faktor ini menunjukkan pentingnya inovasi teknologi dan produk keuangan baru dalam mendorong adopsi.

Studi yang dilakukan oleh TRM Labs menunjukkan bahwa India, Indonesia, Nigeria, Amerika Serikat, dan Vietnam adalah lima negara teratas dalam adopsi kripto pada tahun 2024.

Analisis ini menggunakan data transaksi on-chain dan pola lalu lintas web yang disesuaikan dengan PDB per kapita setiap negara.

Kenya menunjukkan pertumbuhan yang paling signifikan, naik dari peringkat ke-32 di tahun 2023 menjadi ke-17 di tahun 2024.

Volume transaksi kripto di negara ini meningkat dua kali lipat dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa negara-negara berkembang juga berperan penting dalam ekosistem kripto global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Ketinggalan Negara Tetangga, Pemerintah Diminta Rombak Kebijakan Investasi Asing

Jangan Ketinggalan Negara Tetangga, Pemerintah Diminta Rombak Kebijakan Investasi Asing

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 11:56 WIB

Ahmad Luthfi Tawarkan Langsung Investasi kepada 100 Investor dari 5 Negara

Ahmad Luthfi Tawarkan Langsung Investasi kepada 100 Investor dari 5 Negara

News | Rabu, 16 April 2025 | 08:46 WIB

Plt Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Saat Ini

Plt Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Saat Ini

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 18:31 WIB

Terkini

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB