Jantung Logistik RI Kacau Balau Gara-gara Pelindo

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 20 April 2025 | 09:40 WIB
Jantung Logistik RI Kacau Balau Gara-gara Pelindo
Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]

Suara.com - Alarm darurat berbunyi nyaring di jantung logistik Republik Indonesia! Pelabuhan Tanjung Priok, urat nadi perdagangan dan distribusi nasional pada pekan ini tengah dilanda kemacetan horor yang tak tertahankan.

Antrean truk mengular puluhan jam, jalanan bak labirin tak berujung, dan aktivitas bongkar muat tersendat-sendat bagai keong. Kondisi ini terjadi akibat aktivitas bongkar muat yang "overdosis" di New Priok Container Terminal One (NPCT 1).

Berdasarkan informasi, aktivitas bongkar muat di NPCT 1 mencapai sekitar 7.000 truk kontainer per hari, jauh melampaui kapasitas normal yang hanya 2.500 truk kontainer per hari.

Kondisi kacau balau ini tak hanya merugikan para pengusaha dan sopir truk, tetapi juga mengancam stabilitas rantai pasok nasional, dan sorotan tajam kini tertuju pada PT Pelindo (Persero) sebagai pengelola utama pelabuhan.

Para sopir truk terjebak dalam antrean yang mengular hingga berkilo-kilometer, menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk keluar atau masuk area pelabuhan. Keluhan demi keluhan membanjiri media sosial dan forum-forum logistik, menggambarkan kondisi yang tidak manusiawi dan merugikan secara ekonomi.

"Buat makan saja susah, apalagi mau narik muatan lagi. Ini bukan macet biasa, ini sudah neraka namanya!" keluh salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya, dengan nada frustrasi yang kentara pada Minggu (20/4/2025).

Kondisi ini bukan hanya sekadar mengganggu jadwal pengiriman, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga barang akibat biaya logistik yang membengkak. Keterlambatan pengiriman bahan baku juga dapat mengancam kelangsungan produksi berbagai industri di Tanah Air. Jantung logistik yang "sakit parah" ini jelas memberikan dampak domino yang mengerikan bagi perekonomian nasional.

Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Centre (IKAL SC) Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan biang kerok atas kemacetan panjang ribuan truk ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak Rabu (16/4) malam hingga Jumat (18/4) merupakan sinyal atas sistem logistik RI yang bermasalah.

"Persoalan ini lebih dari sekadar kemacetan musiman dan ini merupakan sinyal kegentingan sistem logistik nasional yang memerlukan perhatian serius," kata Hakeng menukil Antara.

baca juga
Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]
Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]

Ia mengatakan tantangan utama bukan hanya masalah infrastruktur fisik pelabuhan, tetapi juga terletak pada lemahnya regulasi mikro serta kurangnya koordinasi lintas sektor yang terlibat dalam pengelolaan sistem logistik nasional.

Peningkatan volume kendaraan ini tidak diimbangi dengan manajemen arus masuk yang adaptif dan efisien.

Hakeng mengatakan meski sistem digitalisasi yang diterapkan oleh PT Pelindo tetap beroperasi dengan baik tapi sistem pembatasan dan pengaturan gate pass yang berbasis waktu secara real-time dinilai belum optimal dalam menangani lonjakan volume kendaraan yang terjadi.

Menurut dia tata kelola pelabuhan harus bertransformasi menjadi sistem yang prediktif dan berbasis data agar dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang timbul.

Masalah ini juga sempat dikeluhkan para supir truk yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI) sebelum peristiwa ini terjadi.

Juru bicara KBSI, Ilhamsyah pada medio Februari lalu mengatakan kebijakan yang dibuat Pelindo justru membuat situasi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok semakin parah.

Menurut dia pintu masuk di NPCT1 tidak sebanding dengan jumlah kendaraan. Terlebih pintu masuk di tempat tersebut sering error, sehingga kemacetan panjang sering terjadi.

"Tingginya volume arus barang yang melewati Pelabuhan ini menuntut efisiensi dalam managemen operasional dan infrastruktur pendukunganya," kata Ilhamsyah.

Dia menilai, permasalahan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi logistik nasional, tetapi juga memberikan kerugian signifikan bagi para sopir truk, perusahaan logistik, serta perekonomian secara umum.

"Sopir truk harus menghadapi waktu tunggu yang lama, risiko kelelahan, peningkatan biaya operasional, hingga tekanan psikologis akibat target pengiriman yang sulit dicapai," katanya.

Selain itu, kata Ilham, akibat kebijakan ini, sopir truk juga harus merasakan dampak yakni biaya logistik meningkat, kerugian finansial, risiko keselamatan yang lebih tinggi, ketidakpastian pekerjaan, premanisme, kelelahan fisik dan mental, hingga hilangnya waktu luang bersama keluarga.

"Kami menuntut agar membatalkan kebijakan Gate Pass Pelabuhan, hinggga pelayanan bongkar-muat tidak boleh lebih dari satu jam," tandas Ilham.

Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]
Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]

Kondisi ini membuat Gubernur Pramono Anung geram sekaligus resah."Peristiwa yang terjadi di Tanjung Priok ini sungguh membuat saya resah. Untuk itu secara khusus saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya," ujar Pramono dengan nada menyesal di Balai Kota Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Menurut dia macet horor ini mengindikasikan adanya "ketidakprofesionalan" dalam pengelolaan terminal, yang berujung pada kekacauan lalu lintas yang tak terhindarkan.

"Ini menunjukkan bahwa ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok. Untuk itu saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya," tegas Pramono dengan nada geram.

"Kemacetan ini enggak boleh terjadi kembali. Dan Pelindo secara terbuka sudah meminta maaf baik kepada pemerintah Jakarta yang terkena akses dari hal tersebut maupun kepada masyarakat." tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Regional 2 PT Pelindo, Drajat Sulistyo, berusaha menjelaskan akar masalah kemacetan yang terjadi sejak Rabu (16/4/2025) malam hingga Jumat (18/4/2025) pagi. Menurutnya, keterlambatan kedatangan tiga kapal asing menjadi pemicu utama lonjakan aktivitas bongkar muat di NPCT 1.

"NPCT 1 ini kedatangan kapal yang seharusnya sudah datang satu minggu lalu. Tiga kapal ini, yang dua seharusnya datang minggu lalu, satunya lagi harusnya datang 24 jam sebelumnya," jelas Drajat di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Jumat (18/4/2025).

Sejumlah kendaraan teriebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/rwa]
Sejumlah kendaraan teriebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/rwa]

Drajat menjelaskan bahwa keterlambatan kapal di pelabuhan sebelumnya berdampak domino pada kedatangan kapal di Tanjung Priok. "Ini seperti pesawat delay, satu bandara akan menyebabkan delay di bandara lain. Ini sama, pelabuhan sebelumnya delay, ya selanjutnya akan delay," ujarnya.

Namun, Pelindo tampaknya "kecolongan" dalam mengantisipasi dampak keterlambatan kapal terhadap volume bongkar muat. Ditambah lagi, perusahaan berusaha mengejar waktu sebelum libur panjang yang dimulai pada Jumat (18/4/2025) hingga Minggu (20/4/2025), sehingga terjadi lonjakan order bongkar muat hingga mencapai 4.200 kontainer.

"Itu secara bersama-sama sehingga terminal kami akhirnya dapat order kurang lebih 4.200 kontainer yang harus dirilis. Yang tadinya seharusnya 2.500, kemampuannya dirilis 4.200," ungkap Drajat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Muat 'Overdosis' Bikin Macet Horor, Pramono Geram: Pelindo Tidak Profesional!

Bongkar Muat 'Overdosis' Bikin Macet Horor, Pramono Geram: Pelindo Tidak Profesional!

Bisnis | Minggu, 20 April 2025 | 08:49 WIB

Buat Gebrakan Lagi, Pramono Ingin Pindahkan Patung MH Thamrin ke Jalan Thamrin: Ini Simbol Jakarta

Buat Gebrakan Lagi, Pramono Ingin Pindahkan Patung MH Thamrin ke Jalan Thamrin: Ini Simbol Jakarta

News | Sabtu, 19 April 2025 | 18:39 WIB

BNI Berdayakan Perempuan Disabilitas melalui Rumah BUMN Bekasi

BNI Berdayakan Perempuan Disabilitas melalui Rumah BUMN Bekasi

News | Sabtu, 19 April 2025 | 14:57 WIB

Terkini

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

×