Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

IHSG Dibuka Masih Nyaman di Zona Hijau Pada Senin Pagi

Achmad Fauzi

Senin, 21 April 2025 | 09:16 WIB
IHSG Dibuka Masih Nyaman di Zona Hijau Pada Senin Pagi
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka masih kuat bertahan di zona hijau pada perdagangan Senin (17/4/2025) pagi. IHSG dibuka perkasa di level 6.450.

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.06 WIB, IHSG betah zona hijau dengan naik 24,73 poin atau naik 0,38 persen menuju ke level 6.463.

Pada perdagangan waktu, sebanyak 1,96 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp676,6 miliar, serta frekuensi sebanyak 86,4 ribu kali.

Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 234 saham bergerak naik, sedangkan 158 saham mengalami penurunan, dan 222 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan waktu itu, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, KJEN, SULI, PICO, MDKA, BOAT, BOAT, MBMA, PNLF.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, FORU, BOAT, MEJA, CENT, ITMG, NINE, NASI, MSIN, BNLI, TRON, DGNS, serta PDPP.

Proyeksi Hari Ini

IHSG diperkirakan masuk fase konsolidasi pada Senin (21/4/2025). Seperti dilansir riset dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan, IHSG dibayangi sentimen beragam eksternal di awal pekan ini (21/4). Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menekankan pentingnya pemangkasan sukubunga acuan kepada Kepala the Fed, Jerome Powell.

Kemudian, jajak pendapat CNBC menunjukan economic approval rate terendah sepanjang periode kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump sebesar 43 persen (13/4). Selain itu, AS berencana menarik diri dari upaya perdamaian Rusia-Ukraina apabila tidak ada perkembangan konkrit dalam beberapa hari kedepan.

baca juga

"Hal di atas diperkirakan mendorong rebound harga gas alam yang sempat turun ke kisaran 3,2 persen di pekan lalu. Sementara harga minyak lanjutkan rebound pasca sanksi baru oleh AS kepada Iran. AS dikabarkan berencana menekan ekspor minyak Iran hingga 0, bersamaan dengan proses perundingan mengenai fasilitas nuklir iran," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dikutip, Senin (21/4/2025).

Sementara, dari dala negeri, perkembangan sementara proses negosiasi Indonesia dengan AS memperoleh beberapa poin penting. Beberapa diantaranya meliputi rencana peningkatan impor sejumlah komoditas dari AS, seperti energi dan agrikultur, kolaborasi hilirisasi, relaksasi TKDN, hingga paket deregulasi. Hal-hal tersebut akan dibahas selama 60 hari kedepan, sebelum masa penundaan implementasi tarif resiprokal berakhir.

"Dengan berbagai sentimen di atas, IHSG diperkirakan masih melanjutkan fase konsolidasi dalam rentang 6.300-6.550 di pekan ini. Saham-saham yang dapat diperhatikan meliputi BUKA, EMTK, CTRA, SRTG dan BRPT," tulis Phintraco Sekuritas.

Sementara, Analis dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG Kamis lalu ditutup naik 0,6 persen, tapi masih terjadi aksi jual asing sebesar Rp539 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBNI, BBRI, ITMG, dan ADRO.

"HSG hari ini akan mencoba tes support di 6.400. Jika kuat di support tersebut, IHSG akan mencoba menguat kembali," ucap dia.

Menurut dia, Wall Street masih was-was, di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif AS yang terus membayangi sentimen investor. Ditambah lagi dengan penurunan saham kesehatan dan teknologi.

Indeks S&P 500 naik tipis sebesar 0,13 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite turun tipis 0,13 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 1,33 persen, terdorong oleh penurunan saham UnitedHealth sebesar 22 persen setelah perusahaan asuransi itu membukukan laba di bawah ekspektasi.

Dow Jones dan Nasdaq pun tercatat mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Tekanan juga datang dari saham raksasa teknologi Nvidia, yang turun hampir 3 persen, melanjutkan pelemahan hampir 7 persen di sesi sebelumnya. Nvidia mengungkapkan adanya beban kuartalan sekitar USD5,5 miliar akibat pembatasan ekspor chip GPU H20 ke China dan negara lainnya, imbas kebijakan kontrol ekspor AS.

Selain itu, tambah Fanny, Bursa Asia bergerak menghijau pada perdagangan Jumat (18/4). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,03 persen, CSI300 China naik tipis 0,01 persen, Taiex Taiwan naik 0,29 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,53 persen, Kosdaq naik 0,85 persen, dan FTSE Malaysia naik 1,09 persen. Sebagian besar pasar Asia libur untuk peringatan Jumat Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diproyeksikan Masuk Fase Konsolidasi Pada Perdagangan Senin Ini

IHSG Diproyeksikan Masuk Fase Konsolidasi Pada Perdagangan Senin Ini

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 08:41 WIB

5 Aplikasi Investasi Saham AS Terbaik

5 Aplikasi Investasi Saham AS Terbaik

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 20:37 WIB

IHSG Betah Berada di Zona Hijau Hingga Akhir Perdagangan Kamis

IHSG Betah Berada di Zona Hijau Hingga Akhir Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 16:23 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×