Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

LG Hengkang, Erick Thohir Mau Tawarkan AS Jadi Investor Industri Baterai EV

Achmad Fauzi

Rabu, 23 April 2025 | 09:07 WIB
LG Hengkang, Erick Thohir Mau Tawarkan AS Jadi Investor Industri Baterai EV
Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tidak mempermasalahkan kehilangan LG sebagai investor ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicles (EV) di Indonesia.

Menurut dia, pengembangan industri EV tetap berjalan, meski satu investor telah pergi.

Erick menyebut, pemerintah tinggal mencari mitra baru dalam pengembangan EV. Sebab, dia melihat, banyak perusahaan dari negara lain yang berminat investasi industri EV di Indonesia.

Misalnya, Indonesia bisa menawarkan investasi ke Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Jepang dan Amerika Serikat.

"Dan juga tentu kita membuka luas kerja sama dengan Amerika Serikat, apalagi sedang ada pembicaraan bagaimana hubungan dagang Indonesia-Amerika. Kita terbuka, yang penting percepatan daripada momentum," ujar Erick seperti dikutip Antara, Rabu (22/4/2025).

Ketua Umum PSSI ini juga memastikan, jalannya pengembangan industri EV tetap berlangsung sesuai roadmap yang telah ditentukan.

"Ya tentu, keputusan dari LG tidak mengurangi percepatan kami mendorong pembangunan rantai pasok (supply chain) yang menguntungkan ekosistem di Indonesia," kata dia.

Menurut dia, pembanguan ekosistem baterai EV dengan Volkswagen, CBL China lalu juga dari Ford Motor masih berjalan.

"Tinggal lahan yang memang tadinya Korea Selatan berkenan, kita bisa tawarkan lagi kepada berbagai pihak," ucap dia.

baca juga

Dianggap Tak Niat

Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral buka suara soal hengkangnya LG dari proyek baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, sebenarnya dari awal LG tidak memiliki niat untuk berinvestasi industri kendaraan listrik di dalam negeri.

"kalau misalnya, dia (LG) sebetulnya niat nggak sih mau investasi di sini? Bukan, kalau misalnya dia nggak niat ya sudah. Ya memang dari awal nggak ada niat berarti," ujarnya kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, seperti dikutip Selasa (22/4/2025).

Tri menegaskan, mundurnya LG investasi ke RI tidak memundurkan rencana pemerintah untuk menggencarkan hilirasi, terutama hilirisasi nikel. Dia memastikan, rencana hilirisasi nikel tetap berjalan.

Dia menduga, kegagalan LG untuk berinvestasi, karena pihak LG selalu memundurkan rencana proyek pembangunan industri baterai kedaraan listrik.

"Kan selalu nggak tepat waktu mereka, udah berapa tahun. Mereka (LG) mau bangun rumah, terus abis itu mereka harusnya udah groundbreaking, tapi nggak juga. Kan yaudah, berarti dari mereka memang nggak niat kan," tegas dia.

Namun, Tri tidak mempermasalahkan mundurnya LG dari investor di RI. Dia menyebut, Indonesia Battery Corporation (IBC), pastinya sudah memiliki partner baru untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Meskipun LG keluar, tapi Indonesia tetap yakin bahwa nickel di Indonesia masih kompetitif dibanding dengan nikel-nikel di negara lain," ucap dia.

Tri menambahkan, jika memang ada investor baru, maka harus dipastikan bahwa investor itu memang niat dari awal untuk berinvestadi soal hilirisasi nikel di dalam negeri. "Mau investor gede, mau kecil, mau ini, yang penting niat nggak dia. Kalau misalnya mau investor gede, kalau cuma omdo, ya nggak lah," kata dia.

LG Hengkang

Sebelumnya, Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan pada Jumat (18/4/2025) yang menyebutkan bahwa raksasa elektronik dan kimia, LG Group, melalui konsorsiumnya, dikabarkan resmi menarik diri dari proyek ambisius pembangunan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Nilai investasi yang semula digadang-gadang mencapai 11 triliun won atau setara dengan Rp130 triliun (dengan asumsi kurs Rp11.826 per won) ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan pengembangan ekosistem EV di Tanah Air.

Informasi mengenai pembatalan ini pertama kali mencuat melalui laporan kantor berita Korea Selatan, Yonhap. Dalam laporannya, Yonhap menyebutkan bahwa konsorsium yang terdiri dari unit bisnis baterai LG Energy Solution, perusahaan kimia LG Chem, perusahaan perdagangan LX International Corp, serta beberapa mitra lainnya, telah mengambil keputusan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam proyek strategis ini.

"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek," ujar seorang pejabat LG Energy Solution kepada media, seperti dikutip pada Senin (21/4/2025).

Pernyataan singkat ini memberikan konfirmasi atas kabar yang beredar, meskipun detail lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut masih belum sepenuhnya terungkap.

Meskipun membatalkan rencana investasi besar dalam proyek rantai pasok yang komprehensif ini, LG mengklaim akan tetap melanjutkan bisnis lainnya di Indonesia. Salah satu yang secara eksplisit disebutkan adalah kelanjutan operasional pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power). Pabrik ini merupakan usaha patungan antara LG Energy Solution dengan Hyundai Motor Group dan fokus pada produksi sel baterai EV. Komitmen terhadap HLI Green Power menunjukkan bahwa LG masih memiliki kepentingan dalam pasar baterai EV Indonesia, meskipun dengan skala yang lebih terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Semen Ini Reklamasi 109 Hektare Lahan Pascatambang

BUMN Semen Ini Reklamasi 109 Hektare Lahan Pascatambang

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 08:35 WIB

Ambisi RI Jadi Raja Baterai EV Global Terancam: Mundurnya Raksasa LG Jadi Pukulan Telak Buat Prabowo

Ambisi RI Jadi Raja Baterai EV Global Terancam: Mundurnya Raksasa LG Jadi Pukulan Telak Buat Prabowo

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 14:37 WIB

LG Batal Jadi Investor Baterai Kendaraan Listrik, Kementerian ESDM: Dari Awal Nggak Niat

LG Batal Jadi Investor Baterai Kendaraan Listrik, Kementerian ESDM: Dari Awal Nggak Niat

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×