Klaim Pemerintah Soal LG Batalkan Investasi Rp130 T, Rosan: Kami yang Putus!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 April 2025 | 10:25 WIB
Klaim Pemerintah Soal LG Batalkan Investasi Rp130 T, Rosan: Kami yang Putus!
Menteri Investasi Rosan Roeslani. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, dengan tegas meluruskan kabar simpang siur mengenai mundurnya LG Energy Solution (LGES) dari sebagian investasinya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025) malam, Rosan menyatakan bahwa bukan LG yang menarik diri, melainkan Pemerintah Indonesia yang mengambil keputusan untuk mengakhiri negosiasi yang berlarut-larut.

Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran akan kelanjutan proyek strategis yang digadang-gadang akan menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai global. Rosan menjelaskan bahwa negosiasi dengan raksasa baterai asal Korea Selatan tersebut telah berjalan terlalu lama, yakni selama lima tahun sejak 2020.

"Jadi dikatakan bahwa dari sana (LG) memutus, sebetulnya lebih tepatnya dari kami yang memutus. Itu berdasarkan surat tanggal 31 Januari 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Kenapa dikeluarkan surat itu? Karena, memang negosiasi ini sudah terlalu lama, sedangkan kami ingin semua ini berjalan dengan baik, dengan cepat karena negosiasinya sudah berlangsung lima tahun," ungkap Rosan dengan nada lugas.

Keputusan strategis ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Rosan mengungkapkan bahwa investor asal China, Huayou, telah menyatakan minat serius untuk berinvestasi dalam sektor ekosistem baterai di Indonesia sejak tahun 2024. Keinginan Huayou untuk bergabung dalam konsorsium proyek baterai ini dinilai sebagai peluang emas untuk mempercepat realisasi proyek yang telah lama tertunda.

"Jadi, sebenarnya dalam konsorsium LG itu memang sudah ada Huayou-nya. Jadi, mereka sekarang yang menjadi leading consortium. Itu saja," jelas Menteri Investasi, menepis anggapan bahwa keluarnya LG akan mengancam keberlangsungan konsorsium. Justru, dengan kepemimpinan baru dari Huayou, proyek ini diharapkan dapat bergerak lebih cepat dan efisien.

Rosan sendiri mengaku telah melakukan pertemuan langsung dengan pihak Huayou, dan hasil pertemuan tersebut sangat positif. Menurutnya, Huayou memiliki minat yang besar untuk berinvestasi karena perusahaan tersebut telah memiliki teknologi yang mumpuni dan pengalaman berinvestasi di Indonesia dalam bidang yang serupa.

"Jadi, mereka sudah sangat-sangat paham, sangat-sangat mengerti, dan di saat bersamaan dia juga sudah punya resources untuk pengembangan ini ke depan," sambung Rosan dengan optimisme. Kehadiran Huayou diharapkan dapat membawa angin segar dan kepastian dalam pengembangan ekosistem baterai di Indonesia.

Terlepas dari perubahan kepemimpinan dalam sebagian proyek konsorsium, Rosan menegaskan bahwa LG Energy Solution tetap memiliki komitmen investasi yang kuat di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa LG telah merealisasikan investasinya dalam salah satu proyek joint venture-nya senilai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,56 triliun.

baca juga

"Jadi, (investasi LG) terbagi dalam empat joint venture, dan mereka sudah groundbreaking, dan sudah selesai di joint venture nomor 4. Jadi, memang berita yang kemarin mereka mundur itu bukan mundur semuanya. Mereka sudah melakukan dan sudah selesai di JV nomor 4 senilai 1,1 miliar dolar AS," papar Rosan, memberikan klarifikasi penting bahwa keterlibatan LG dalam ekosistem baterai Indonesia masih signifikan.

Keputusan pemerintah untuk "memutus" negosiasi yang berlarut-larut dengan LG dalam sebagian proyek ini menunjukkan ketegasan dan visi yang jelas dalam mempercepat pengembangan industri baterai di tanah air. Dengan menggandeng investor yang dinilai lebih siap dan responsif seperti Huayou, pemerintah berharap proyek strategis ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Langkah ini juga menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang efisien dan progresif. Negosiasi yang berjalan terlalu lama dinilai menghambat kemajuan proyek, dan keputusan untuk mencari mitra yang lebih solid dan cepat bertindak menjadi langkah yang logis dan strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rosan Roeslani Umumkan Investasi Triwulan I 2025 Capai 24,4 Persen dari Target, Senilai Rp465,2 T

Rosan Roeslani Umumkan Investasi Triwulan I 2025 Capai 24,4 Persen dari Target, Senilai Rp465,2 T

News | Rabu, 23 April 2025 | 19:42 WIB

Mengintip Kecanggihan Pabrik LG di Busan, Dilengkapi Otomatisasi dan Teknologi AI

Mengintip Kecanggihan Pabrik LG di Busan, Dilengkapi Otomatisasi dan Teknologi AI

Tekno | Rabu, 23 April 2025 | 18:43 WIB

Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat

Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:53 WIB

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:49 WIB

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:47 WIB

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 18:43 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

×