Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Klaim Pemerintah Soal LG Batalkan Investasi Rp130 T, Rosan: Kami yang Putus!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 24 April 2025 | 10:25 WIB
Klaim Pemerintah Soal LG Batalkan Investasi Rp130 T, Rosan: Kami yang Putus!
Menteri Investasi Rosan Roeslani. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, dengan tegas meluruskan kabar simpang siur mengenai mundurnya LG Energy Solution (LGES) dari sebagian investasinya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025) malam, Rosan menyatakan bahwa bukan LG yang menarik diri, melainkan Pemerintah Indonesia yang mengambil keputusan untuk mengakhiri negosiasi yang berlarut-larut.

Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran akan kelanjutan proyek strategis yang digadang-gadang akan menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai global. Rosan menjelaskan bahwa negosiasi dengan raksasa baterai asal Korea Selatan tersebut telah berjalan terlalu lama, yakni selama lima tahun sejak 2020.

"Jadi dikatakan bahwa dari sana (LG) memutus, sebetulnya lebih tepatnya dari kami yang memutus. Itu berdasarkan surat tanggal 31 Januari 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Kenapa dikeluarkan surat itu? Karena, memang negosiasi ini sudah terlalu lama, sedangkan kami ingin semua ini berjalan dengan baik, dengan cepat karena negosiasinya sudah berlangsung lima tahun," ungkap Rosan dengan nada lugas.

Keputusan strategis ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Rosan mengungkapkan bahwa investor asal China, Huayou, telah menyatakan minat serius untuk berinvestasi dalam sektor ekosistem baterai di Indonesia sejak tahun 2024. Keinginan Huayou untuk bergabung dalam konsorsium proyek baterai ini dinilai sebagai peluang emas untuk mempercepat realisasi proyek yang telah lama tertunda.

"Jadi, sebenarnya dalam konsorsium LG itu memang sudah ada Huayou-nya. Jadi, mereka sekarang yang menjadi leading consortium. Itu saja," jelas Menteri Investasi, menepis anggapan bahwa keluarnya LG akan mengancam keberlangsungan konsorsium. Justru, dengan kepemimpinan baru dari Huayou, proyek ini diharapkan dapat bergerak lebih cepat dan efisien.

Rosan sendiri mengaku telah melakukan pertemuan langsung dengan pihak Huayou, dan hasil pertemuan tersebut sangat positif. Menurutnya, Huayou memiliki minat yang besar untuk berinvestasi karena perusahaan tersebut telah memiliki teknologi yang mumpuni dan pengalaman berinvestasi di Indonesia dalam bidang yang serupa.

"Jadi, mereka sudah sangat-sangat paham, sangat-sangat mengerti, dan di saat bersamaan dia juga sudah punya resources untuk pengembangan ini ke depan," sambung Rosan dengan optimisme. Kehadiran Huayou diharapkan dapat membawa angin segar dan kepastian dalam pengembangan ekosistem baterai di Indonesia.

Terlepas dari perubahan kepemimpinan dalam sebagian proyek konsorsium, Rosan menegaskan bahwa LG Energy Solution tetap memiliki komitmen investasi yang kuat di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa LG telah merealisasikan investasinya dalam salah satu proyek joint venture-nya senilai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,56 triliun.

"Jadi, (investasi LG) terbagi dalam empat joint venture, dan mereka sudah groundbreaking, dan sudah selesai di joint venture nomor 4. Jadi, memang berita yang kemarin mereka mundur itu bukan mundur semuanya. Mereka sudah melakukan dan sudah selesai di JV nomor 4 senilai 1,1 miliar dolar AS," papar Rosan, memberikan klarifikasi penting bahwa keterlibatan LG dalam ekosistem baterai Indonesia masih signifikan.

Keputusan pemerintah untuk "memutus" negosiasi yang berlarut-larut dengan LG dalam sebagian proyek ini menunjukkan ketegasan dan visi yang jelas dalam mempercepat pengembangan industri baterai di tanah air. Dengan menggandeng investor yang dinilai lebih siap dan responsif seperti Huayou, pemerintah berharap proyek strategis ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Langkah ini juga menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang efisien dan progresif. Negosiasi yang berjalan terlalu lama dinilai menghambat kemajuan proyek, dan keputusan untuk mencari mitra yang lebih solid dan cepat bertindak menjadi langkah yang logis dan strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rosan Roeslani Umumkan Investasi Triwulan I 2025 Capai 24,4 Persen dari Target, Senilai Rp465,2 T

Rosan Roeslani Umumkan Investasi Triwulan I 2025 Capai 24,4 Persen dari Target, Senilai Rp465,2 T

News | Rabu, 23 April 2025 | 19:42 WIB

Mengintip Kecanggihan Pabrik LG di Busan, Dilengkapi Otomatisasi dan Teknologi AI

Mengintip Kecanggihan Pabrik LG di Busan, Dilengkapi Otomatisasi dan Teknologi AI

Tekno | Rabu, 23 April 2025 | 18:43 WIB

Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat

Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB