Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 April 2025 | 16:44 WIB
Diisi Tokoh Top Dunia! Danantara Masih Mandul, Tajinya Belum Terlihat
Gedung Danantara. [Ist]

Suara.com - Dua bulan pasca peluncurannya yang megah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang digadang-gadang menjadi mesin investasi strategis andalan pemerintah, hingga kini masih belum menunjukkan taji sesungguhnya.

Padahal, lembaga yang dipenuhi jajaran "dream team" dewan pengawas dan dewan pengurus yang terdiri dari tokoh-tokoh kelas kakap baik nasional maupun internasional ini, dinanti-nantikan gebrakan nyatanya.

Menanggapi sorotan publik terkait "kemandulan" Danantara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menantikan aksi nyata lembaga tersebut. Pasalnya, saat ini Danantara tengah fokus melakukan konsolidasi holding secara internal.

"Danantara sedang konsolidasi operasional dan strategi investasi, kita kasih waktu mereka, kita juga mesti sabar," ujar Erick, seperti dilansir Antara pada Rabu (23/4/2025), mengisyaratkan bahwa proses pembentukan fondasi yang kuat membutuhkan waktu.

Ketua Umum PSSI ini juga menjelaskan bahwa Kementerian BUMN tengah memprioritaskan konsolidasi perusahaan-perusahaan pelat merah yang akan berada di bawah naungan dua holding utama DanaNantara, yakni holding operasional dan holding investasi.

"Danantara ini baru lahir, di Danantara ada investasi dan operasional. Tentu kita memprioritaskan konsolidasi dari Danantara supaya mereka bisa jalan," tegas Erick, menekankan bahwa langkah awal ini krusial bagi keberlangsungan dan efektivitas lembaga di masa depan.

Lebih lanjut, Erick Thohir membela komposisi "bertabur bintang" di dalam tubuh Danantara. Ia meyakinkan publik bahwa pemilihan tokoh-tokoh tersebut dilakukan secara selektif dan berdasarkan kredibilitas tinggi.

"Pemilihan orang-orang di Danantara, saya rasa orang-orang yang sangat kredibel," imbuh Erick, memberikan jaminan atas kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan lembaga ini.

Seperti diketahui, Danantara memang diisi oleh sejumlah nama besar yang sangat familiar di dunia bisnis Indonesia. Rosan Roeslani didapuk sebagai CEO, Dony Oskaria menjabat sebagai COO, dan Pandu Sjahrir dipercaya sebagai CIO.

baca juga

Di bawah komando Dony Oskaria, Holding Operasional akan diisi oleh jajaran managing director dari berbagai sektor, termasuk nama-nama seperti Agus Dwi Handaya dan Febriany Eddy. Sementara itu, Holding Investasi yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir, akan melibatkan tokoh-tokoh seperti Djamal Attamimi dan Bono Daru Adji.

Tak kalah mentereng, jajaran Dewan Pengawas diisi oleh nama-nama berpengaruh seperti Erick Thohir sendiri dan Muliaman Hadad. Bahkan, dua mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo, turut masuk dalam jajaran Dewan Pengarah, memberikan legitimasi dan arahan strategis bagi lembaga ini.

Namun, sorotan paling menarik tertuju pada susunan Dewan Penasihat, yang mayoritas diisi oleh tokoh-tokoh internasional dengan reputasi mendunia. Beberapa di antaranya adalah Ray Dalio, investor legendaris asal Amerika Serikat, Helman Sitohang, mantan CEO Credit Suisse dan penasihat Blackstone, serta Jeffrey Sachs, profesor ekonomi ternama dari Harvard.

Kejutan terbesar justru datang dari masuknya nama Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand yang memiliki rekam jejak politik dan bisnis yang kontroversial. Kehadiran tokoh internasional dengan latar belakang beragam ini menimbulkan pertanyaan sekaligus harapan akan perspektif global yang akan dibawa ke Danantara.

Meskipun diisi oleh barisan tokoh-tokoh elite, ketiadaan gebrakan signifikan dari Danantara dalam dua bulan terakhir menimbulkan tanda tanya besar di benak publik dan pelaku pasar.

Permintaan Erick Thohir untuk bersabar menunjukkan bahwa pemerintah menyadari betul kompleksitas dalam membangun sebuah lembaga investasi raksasa dengan ambisi besar.

Diketahui, saat ini sudah ada komitmen investasi bersama antara Indonesia dan Qatar kepada Danantara. Komitmen investasi besar dari Qatar tersebut hadir usai Presiden RI Prabowo Subiantom menemui Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani beberapa waktu lalu. Prabowo mengatakan Qatar akan melakukan investasi sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp33,4 triliun (asumsi kurs Rp16.700).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Pastikan Proyek BIH di KEK Sanur Bakal Segera Diresmikan

Erick Thohir Pastikan Proyek BIH di KEK Sanur Bakal Segera Diresmikan

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 16:41 WIB

BRI-MI Perkuat Sinergi dengan Mitra di Tengah Kompetisi Pasar Modal yang Ketat

BRI-MI Perkuat Sinergi dengan Mitra di Tengah Kompetisi Pasar Modal yang Ketat

Bri | Rabu, 23 April 2025 | 14:56 WIB

Erick Thohir Komentari Kondisi Timnas Indonesia, Singgung Situasi Liga 1?

Erick Thohir Komentari Kondisi Timnas Indonesia, Singgung Situasi Liga 1?

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 14:29 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×