Dianggap Merugikan, Driver Ojol Ngadu ke DPR Soal Program GrabBike Hemat

Achmad Fauzi

Kamis, 24 April 2025 | 14:58 WIB
Dianggap Merugikan, Driver Ojol Ngadu ke DPR Soal Program GrabBike Hemat
driver ojol dapat thr lebaran (istock)

Suara.com - Program GrabBike Hemat milik platform transportasi daring Grab kini menjadi sorotan setelah menuai protes dari para pengemudi ojek online. Koalisi Ojol Nasional (KON) melaporkan program ini ke Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI (BAM DPR RI), dengan harapan layanan tersebut bisa dihapus karena dinilai semakin membebani mitra driver.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Rabu (23/4), salah satu driver ojol bernama Aceng menyampaikan langsung keresahannya kepada perwakilan DPR. Ia menggambarkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan hidup akibat sistem yang dianggap menjebak.

"Bayangin, Bu, kita sudah muter-muteran se-Jakarta cuma dapet satu, Bu. Abis di bensin doang, Bu. Sedangkan kita perlu biaya buat nafkahi anak istri di rumah, Bu. Jadi, saya mohon buat Yang Terhormat Ibu Ketua untuk menyampaikan aspirasi kami, Bu, buat tembusan supaya Akses Hemat ini dihapus saja, Bu," ujar Aceng yang dikutip, Kamis (24/4/2025).

Menurut Aceng, sistem GrabBike Hemat mengharuskan pengemudi mendaftar terlebih dahulu. Jika tidak ikut, orderan otomatis berkurang. Namun jika ikut, justru penghasilan terpotong lebih besar.

"Kalau enggak pakai Akses Hemat itu, Bu, kita akan dihanyutkan, Bu, gak dapet orderan. Kita udah dipotong dari aplikator dan biaya formulir buat pendaftarannya dipotong juga, Bu. Jadi bingung kita, Bu. Kalo kita gak pake, kita gak dikasih orderan. Kalo kita pake, dipotong dua kali lipet, Bu," kata dia.

Protes ini bukan hanya berlangsung di DPR. Joel Sapripto, perwakilan dari Dewan Presidium Pusat KON, mengungkap bahwa sejumlah aksi demonstrasi telah terjadi di kantor-kantor perwakilan Grab di berbagai daerah. Beberapa komunitas seperti Forum Komunitas Driver Online Indonesia (FKDOI) dan Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) turut menyuarakan penolakan terhadap sistem potongan ganda yang dinilai mencekik.

"Setelah pasca-Lebaran kemarin, muncullah kebijakan baru berupa notifikasi: kalau driver mendapatkan 1-2 orderan, dipotong Rp3 ribu. Itu di luar potongan yang 20 persen ya, Pak, ya? Potong lagi Rp2.000. Kalo dapet di atas 2, potong Rp8.500. Sampe potongannya itu Rp20 ribu, Pak. Ini bener. Ini real. Makanya kejadian di Cirebon, Grab digeruduk driver, kalau Bapak tahu beritanya," imbuh dia.

Menanggapi keluhan yang disampaikan, anggota BAM DPR RI, Slamet Ariyadi, menyatakan dukungannya kepada para driver. Ia menilai perlunya regulasi yang lebih tegas agar tidak ada kebijakan sepihak yang merugikan pengemudi.

"Supaya tidak ada cara mengibuli yang halus itu Pak dengan acara aplikasi hemat dan sebagainya, sehingga dapat mampu meningkatkan tarif ojol yang sesuai dengan harapan Bapak/Ibu sekalian,” ungkap Slamet.

baca juga

Tanggapan Wamenaker

Aksi demonstrasi yang dilakukan pengemudi ojek online yang terjadi di sejumlah kota terhadap aplikator Grab mendapat sorotan dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Imannuel Ebeneizer.

"Aplikator-aplikator asing ini dengan mengedepankan kesejahteraan para drivernya. Kami akan buat aturan di kemnaker untuk lebih mensejahterakan para driver-driver ojek online," ujar Noel, sapaan Imannuel Ebeneizer kepada media, Jumat (18/4/2025).

Tak hanya itu, ia menekankan bahwa dengan menggunakan istilah 'mitra', maka kedua belah pihak, baik aplikator maupun pengemudi online, harus sama-sama untung. Bukan kemudian merugikan satu pihak, yakni pengemudi online yang diposisikan sebagai mitra.

Noel sendiri menyatakan dukungannya secara penuh terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pengemudi Grab di sejumlah kota yang terjadi pada Kamis kemarin.

Meski begitu, ia meminta kepada pengemudi online yang melakukan aksi untuk tetap menjaga kondusivitas.

"Sebagai pemerintah, kami akan komunikasikan dengan aplikator. Saya mendukung driver Grab unjuk rasa tetapi harus dengan cara-cara elegan dan tanpa kekerasan”

Sebelumnya dilaporkan, ratusan mitra pengemudi Grab menggelar demonstrasi di beberapa kota seperti di Cirebon, Semarang, Mataram dan Kupang.

Massa aksi menuntut Grab untuk menghapus 'paket hemat' atau layanan 'Grab Hemat' yang sudah mulai diberlakukan sejak 17 Januari 2025 silam.

Keberadaan paket hemat yang menjadi program Grab tersebut disinyalir merugikan pengemudi online yang merupakan mitra mereka. Keberadaan program tersebut membuat mitra Gran semakin merugi karena pendapatan mereka kian berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Grab Pamer Teknologi AI, Genjot Pendapatan Mitra dan Pengemudi

Grab Pamer Teknologi AI, Genjot Pendapatan Mitra dan Pengemudi

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 13:29 WIB

Kasus Pagar Laut PIK 2 Milik Aguan 'Tenggelam', Nusron Wahid Dinilai Alot dan Sekarang Diam

Kasus Pagar Laut PIK 2 Milik Aguan 'Tenggelam', Nusron Wahid Dinilai Alot dan Sekarang Diam

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 13:26 WIB

Siap-siap! Ojol Akan Berstatus Pelaku UMKM, Bisa Raih Bansos Hingga Beli BBM Subsidi

Siap-siap! Ojol Akan Berstatus Pelaku UMKM, Bisa Raih Bansos Hingga Beli BBM Subsidi

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 08:24 WIB

Terkini

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

×