-
SMRT mengevakuasi penumpang di Stasiun Bukit Gombak akibat asap dari rem kereta yang bermasalah.
-
Kereta yang bermasalah langsung ditarik ke depo dan tidak ada korban yang membutuhkan medis.
-
Layanan perjalanan kereta tetap beroperasi normal dengan penundaan jadwal yang singkat.
Suara.com - Petugas MRT Singapura mengevakuasi seluruh penumpang dari gerbong kereta di Stasiun Bukit Gombak setelah kepulan asap terdeteksi muncul dari bagian bawah gerbong pada Selasa (15/9) sekitar pukul 11.40 waktu setempat. Langkah penanganan darurat ini berhasil mencegah potensi bahaya tanpa menimbulkan korban luka maupun mengganggu operasional jalur secara keseluruhan.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kepulan asap tersebut kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan sistem pengereman pada gerbong. Tim teknis langsung menarik rangkaian kereta dari jalur utama menuju depo untuk menjalani investigasi menyeluruh.
Insiden teknis ini menyoroti kesiapan prosedur penanganan darurat SMRT di mana evakuasi dapat diselesaikan dengan cepat. Respons tanggap di lapangan memastikan keselamatan pengguna jasa tetap terjaga di tengah kepulan asap yang sempat mengepul.
"Sebagai langkah pencegahan keselamatan, staf kami segera membantu seluruh penumpang untuk keluar dari kereta dengan aman. Kereta kemudian ditarik ke depo untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Presiden SMRT Trains Lam Sheau Kai saat menjawab pertanyaan CNA.
"Layanan kereta tetap beroperasi secara normal. Tidak ada laporan penumpang yang membutuhkan bantuan medis," ujarnya.
Beberapa penumpang yang berada di lokasi kejadian mengaku sempat tidak memahami situasi yang sedang terjadi saat diminta keluar dari gerbong. Kurangnya informasi cepat di area peron membuat pengguna jasa bertanya-tanya mengenai asal kepulan asap tersebut.
Salah satu penumpang yang diminta turun adalah Ming Wing Cheong (44). Ia menceritakan pengalamannya saat proses evakuasi mendadak itu berlangsung di peron stasiun.
"Saya sedikit bingung karena tidak diberi tahu apa yang sedang terjadi," kata Ming kepada CNA.
"Saya melihat asap di atap salah satu gerbong kereta," ujar Ming.
Meskipun sempat diwarnai kebingungan, proses pergantian armada berjalan relatif singkat sehingga perjalanan penumpang tidak terganggu lama. Penumpang hanya perlu menunggu rangkaian kereta berikutnya yang tiba beberapa menit kemudian.
"Hanya ada penundaan sekitar 8 hingga 10 menit saat menunggu kereta berikutnya," tutur Ming.
Insiden munculnya asap pada transportasi publik seperti jaringan kereta urban umumnya berkaitan dengan gesekan mekanis atau gangguan pada komponen teknis bawah gerbong. Sistem keselamatan kereta modern dirancang untuk langsung menghentikan armada dan memicu prosedur evakuasi begitu indikasi bahaya atau asap terdeteksi.
Stasiun Bukit Gombak yang melayani jalur padat memerlukan penanganan cepat agar gangguan kecil pada satu armada tidak berdampak sistemik pada jadwal perjalanan lainnya. Penarikan langsung unit yang bermasalah ke depo merupakan standar operasional untuk memastikan jalur tetap aman dilalui armada lain.