- Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, gagal pindah ke klub Eropa akibat cedera dan keputusan FC Twente.
- Hilgers kini telah meninggalkan FC Twente dan resmi bergabung untuk memperkuat klub SC Heerenveen.
- Ia meningkatkan kebugaran serta menjaga pola makan demi menunjukkan konsistensi permainan terbaiknya di lapangan.
Suara.com - Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat minat serius dari sejumlah klub Eropa sebelum akhirnya meninggalkan FC Twente dan bergabung dengan SC Heerenveen.
Hilgers mengaku kegagalan transfer ke klub-klub tersebut sempat membuatnya kecewa.
Leeds United, FC Porto, Crystal Palace, dan Udinese disebut pernah tertarik kepada pemain berusia 25 tahun tersebut.
Sejumlah klub di atas bukan klub sembarangan. FC Porto misalnya berstatus pernah juara Liga Champions pada 1986/87 dan 2003/2004 di era Jose Mourinho.
Namun, sejumlah faktor membuat transfer itu tidak pernah terwujud.
![Mees Hilgers akhirnya meninggalkan FC Twente dan memulai lembaran baru bersama SC Heerenveen. [Instagram SC Heerenvee]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/50926-mees-hilgers.jpg)
Salah satu transfer bahkan batal setelah dirinya mengalami cedera menjelang kepindahan.
"Kadang transfer tidak terjadi karena saya mengalami cedera tepat sebelumnya. Di lain kesempatan, Twente tidak ingin melepas saya," kata Hilgers kepada Leeuwarder Courant.
"Anda bisa kecewa karena hal itu. Saya juga pernah mengalaminya. Tapi, apa gunanya? Anda harus mengubah keadaan, tetap positif, dan kembali lebih kuat," lanjutnya.
Alih-alih terus menyesali kegagalan tersebut, Hilgers justru menjadikannya sebagai motivasi tambahan. Ia menegaskan keinginannya untuk meraih kesuksesan kini semakin besar.
"Motivasi saya untuk sukses justru semakin besar," ujar bek Timnas Indonesia tersebut.
Hilgers kini memilih menutup lembaran satu setengah tahun terakhirnya bersama FC Twente.
Menurutnya, periode tersebut memberikan banyak pengalaman yang membuat dirinya berkembang sebagai pemain.
"Saya sudah mengalami dan belajar banyak hal. Sekarang saya terutama ingin bekerja dengan tenang dan profesional," katanya.
Hilgers juga menyadari bahwa karier sepak bola bergerak sangat cepat.
Performa buruk di masa lalu menurutnya dapat segera dilupakan apabila seorang pemain mampu kembali tampil konsisten.