Bank Dunia Ingatkan Utang Negara Berkembang Makin Tinggi, Termasuk Indonesia

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 28 April 2025 | 08:48 WIB
Bank Dunia Ingatkan Utang Negara Berkembang Makin Tinggi, Termasuk Indonesia
Ilustrasi utang negara berkembang (Freepik/8photo)

Suara.com - Ketidakpastian perdagangan yang meningkat memperparah utang yang meningkat. Tentunya membuat masalah pertumbuhan yang lambat yang dihadapi negara berkembang.

Kepala ekonom Bank Dunia Indermit Gill mengatakan para ekonom global dengan cepat menurunkan perkiraan pertumbuhan mereka untuk ekonomi maju dan agak kurang untuk negara berkembang. Setidaknya untuk saat ini, setelah tsunami tarif yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. 

"Pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia minggu ini di Washington didominasi oleh kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari tarif AS yang tinggi selama seabad - dan tarif balasan yang diumumkan oleh Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan lainnya," kata Gill dilansir Reuters, Senin (28/4/2025).

Sementara tingkat utang yang tinggi berarti bahwa setengah dari sekitar 150 negara berkembang dan pasar berkembang tidak dapat melakukan pembayaran layanan utang atau berisiko melakukannya. Nantinya rasio utang makin tinggi lantaran ekonomi global tumbuh melambat.

Jika pertumbuhan global melambat, perdagangan menurun, lebih banyak negara dan suku bunga tetap tinggi.  "Maka banyak negara akan mengalami kesulitan utang, termasuk beberapa negara pengekspor komoditas," katanya.

Pembayaran bunga bersih sebagai bagian dari produk domestik bruto , ukuran berapa banyak negara membelanjakan utang mereka sekarang mencapai 12% untuk pasar berkembang, dibandingkan dengan 7% pada tahun 2014.

Ini menandakan embali ke level yang terakhir terlihat pada tahun 1990-an. Angkanya bahkan lebih tinggi untuk negara-negara miskin, di mana biaya pembayaran utang menghabiskan 20% dari PDB sekarang, dibandingkan dengan 10% satu dekade lalu

Sebelumnya, IMF pada hari Selasa memangkas perkiraan ekonominya untuk AS, Tiongkok, dan sebagian besar negara dan memperingatkan bahwa lebih banyak pertikaian perdagangan akan semakin memperlambat pertumbuhan. 

IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 2,8% untuk tahun 2025, setengah poin persentase lebih rendah dari perkiraannya pada bulan Januari. Bank Dunia tidak akan mengeluarkan prakiraan dua kali setahunnya sendiri hingga Juni, tetapi Gill mengatakan konsensus ekonom global menunjukkan penurunan yang cukup besar dalam prakiraan pertumbuhan dan perdagangan. 

baca juga

Indeks ketidakpastian, yang sudah berjalan jauh lebih tinggi dari satu dekade lalu, juga melonjak setelah langkah tarif Trump pada 2 April.

Dibandingkan dengan guncangan sebelumnya, termasuk krisis keuangan global 2008-2009 dan pandemi COVID-19, guncangan saat ini adalah hasil dari kebijakan pemerintah, yang berarti guncangan tersebut juga dapat dibalik. 

Ia mengatakan krisis saat ini akan semakin menekan pertumbuhan di pasar negara berkembang, setelah penurunan yang stabil dari level sekitar 6% dua dekade lalu, dengan perdagangan global sekarang dijadwalkan tumbuh hanya 1,5% - jauh di bawah pertumbuhan 8% yang terlihat pada tahun 2000-an.

"Jadi, ini adalah perlambatan mendadak di atas situasi yang tidak terlalu baik," katanya.

Apalagi, aliran portofolio ke pasar berkembang dan investasi langsung asing (FDI) juga menurun, seperti yang terjadi selama krisis sebelumnya.

"FDI adalah 5% dari PDB di pasar berkembang selama masa-masa baik. Sekarang sebenarnya 1% dan aliran portofolio dan aliran FDI secara keseluruhan turun," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan pada triwulan I 2025 pemerintah telah menarik utang baru dari Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp 282,6 triliun. Angka ini mencapai 44 persen dari target penerbitan SBN tahun ini, yakni Rp 642,5 triliun.

Adapun pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dilakukan lewat pembiayaan utang dan non-utang. “Pembiayaan utang dipenuhi melalui penerbitan SBN yang secara neto mencapai Rp 282,6 triliun,” ucap Sri di sela konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Keuangan (KSSK), dikutip Jumat, 25 April 2025.

embiayaan utang juga dilakukan lewat pinjaman neto yang pada triwulan awal mencapai minus Rp 12,3 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Penipuan Catut Nama Pialang Berizin, Dana Korban Tembus Rp811 Miliar

Penipuan Catut Nama Pialang Berizin, Dana Korban Tembus Rp811 Miliar

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:02 WIB

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:48 WIB

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:26 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:43 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:28 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

×