Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Debt Collector Pinjol Ilegal Datang ke Rumah Jangan Panik, Ini yang Harus Anda Lakukan!

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 10:42 WIB
Debt Collector Pinjol Ilegal Datang ke Rumah Jangan Panik, Ini yang Harus Anda Lakukan!
ilustrasi debt collector (pixabay.com)

Suara.com - Pinjaman online (pinjol) jadi solusi instan bagi sebagian masyarakat yang membutuhkan dana instan atau pinjaman cepat cair untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Proses pengajuan yang mudah dan pencairan dana yang kilat menjadi daya tarik utama.

Namun, di balik kemudahan tersebut, ada ancaman gagal bayar (galbay), terutama jika Anda terjerat pinjol ilegal. Lantas, apa saja risiko mengerikan galbay pinjol ilegal yang seharusnya disadari? Benarkah bisa berujung pidana? Mari kita telaah lebih dalam.

Gagal bayar dalam konteks pinjol mengacu pada kondisi ketika peminjam tidak mampu melunasi pokok pinjaman beserta bunga dan angsuran sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Banyak kabar beredar mengenai berbagai masalah yang dapat timbul akibat kondisi ini, mulai dari teror penagihan, penyitaan aset, masuk daftar hitam peminjam, hingga ancaman pidana. Namun, penting untuk memahami fakta sebenarnya, terutama terkait dengan pinjol ilegal.

Pinjol ilegal adalah layanan pinjaman dana secara online yang beroperasi tanpa izin resmi dari lembaga negara yang berwenang, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meskipun ilegal, keberadaan platform pinjol semacam ini masih marak ditemukan melalui aplikasi yang dapat diunduh dengan mudah di smartphone masyarakat. Mereka beroperasi di luar pengawasan hukum yang sah, sehingga cenderung menerapkan praktik-praktik yang merugikan peminjam.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, penting untuk membedakan risiko gagal bayar pada pinjol legal dan ilegal. Pada pinjol legal yang diawasi OJK, risiko gagal bayar umumnya meliputi:

  • Pembengkakan Bunga dan Denda: Keterlambatan pembayaran akan dikenakan bunga dan denda yang terus bertambah.
  • Penagihan oleh Debt Collector: Pihak pinjol akan menagih utang melalui jasa penagih utang.
  • Catatan Buruk di SLIK OJK: Riwayat gagal bayar akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, yang dapat menurunkan skor kredit Anda dan mempersulit pengajuan pinjaman di masa depan pada lembaga keuangan manapun.

Lalu, bagaimana dengan risiko gagal bayar pada pinjol ilegal? Dilansir dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), setidaknya ada dua risiko utama yang sangat merugikan dan seringkali melanggar hukum:

1. Intimidasi Debt Collector yang Brutal

Salah satu cara yang kerap digunakan pinjol ilegal untuk menagih utang adalah dengan mengirimkan debt collector yang seringkali bertindak di luar batas kewajaran dan etika. Mereka tak jarang melakukan intimidasi verbal, ancaman, bahkan tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik, yang tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan dan ketakutan yang mendalam bagi peminjam. Peringatan awal biasanya diberikan melalui pesan singkat, email, atau telepon.

Namun, jika pembayaran tidak kunjung dilakukan, debt collector pinjol ilegal seringkali menagih secara langsung ke rumah peminjam atau alamat sesuai KTP, bahkan menghubungi orang-orang terdekat atau nomor darurat yang dicantumkan dengan cara yang tidak sopan dan mengancam.

2. Penyebaran Informasi Pribadi yang Merusak Reputasi

Selain mendatangi alamat, pinjol ilegal juga sering menggunakan taktik yang lebih kejam dan melanggar privasi, yaitu menyebarkan informasi pribadi peminjam sebagai alat tekanan untuk memaksa pembayaran utang. Mereka tak segan melakukan fitnah, upaya mempermalukan di depan umum, dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar kepada orang-orang di sekitar peminjam, bahkan melalui media sosial.

Di era digital ini, penyebaran informasi pribadi semacam ini dapat merusak reputasi, menimbulkan trauma psikologis, dan memiliki konsekuensi sosial yang sangat merugikan bagi korban.

Apakah Gagal Bayar Pinjol Ilegal Bisa Dipidanakan?

Dari sudut pandang hukum pidana, gagal bayar pinjol ilegal pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori tindak kriminal yang dapat menjerat seseorang ke penjara. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak mengatur hukuman pidana bagi seseorang yang tidak mampu membayar utang, termasuk utang pinjol ilegal yang notabene tidak sah di mata hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Melaporkan dan Mengamankan Data dari Teror DC Lewat SMS dan WA

5 Cara Melaporkan dan Mengamankan Data dari Teror DC Lewat SMS dan WA

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 08:34 WIB

Gagal Bayar: Pengertian, Ancaman Hukuman Pelaku Jasa Serta Penggunanya

Gagal Bayar: Pengertian, Ancaman Hukuman Pelaku Jasa Serta Penggunanya

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 07:36 WIB

7 Pinjol Legal Bunga Paling Kecil, Hindari Risiko Terjerat Beban Keuangan

7 Pinjol Legal Bunga Paling Kecil, Hindari Risiko Terjerat Beban Keuangan

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 06:18 WIB

Syarat dan Perkiraan Cicilan Pinjaman BRI dengan Modal BPKB Motor

Syarat dan Perkiraan Cicilan Pinjaman BRI dengan Modal BPKB Motor

Bri | Senin, 28 April 2025 | 06:24 WIB

Terlanjur Gagal Bayar Pinjol Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya

Terlanjur Gagal Bayar Pinjol Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 19:44 WIB

Pinjam Duit Legal atau Ilegal: Cek Izin OJK Agar Tidak Terjebak Pinjol Bunga Tinggi

Pinjam Duit Legal atau Ilegal: Cek Izin OJK Agar Tidak Terjebak Pinjol Bunga Tinggi

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 10:16 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB