Kurangi Beban LPG 3 Kg, Pemerintah Diminta Manfaatkan Program Jargas

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 19:54 WIB
Kurangi Beban LPG 3 Kg, Pemerintah Diminta Manfaatkan Program Jargas
Ilustrasi jargas kota. [ANTARA]

Suara.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyebut pemerintah bisa menggunakan program Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia yang digalakkan Kementerian ESDM.

Menurutnya, pemerintah perlu mempercepat pembangunan jaringan gas rumah tangga guna mengurangi beban subsidi LPG 3 kilogram, khususnya di daerah perkotaan yang padat penduduk.

Cek Endra menjelaskan bahwa salah satu hambatan utama dalam pelaksanaan program Jargas adalah terbatasnya infrastruktur pendistribusian gas dan alat konverter gas yang belum banyak dimiliki oleh konsumen.

Selain itu, investasi dalam pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dinilai kurang menarik dan tidak ekonomis bagi investor. Ditambah lagi, dukungan anggaran dari APBN untuk program ini masih terbatas.

Data dari Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pemanfaatan gas bumi di Indonesia saat ini didominasi oleh sektor industri, pupuk, kelistrikan, dan LNG (Gas Alam Cair). Sementara itu, penggunaan gas bumi untuk Jargas masih sangat rendah, bahkan di bawah satu persen dari total penyaluran gas domestik.

Padahal, Cek Endra menekankan bahwa program Jargas sangat bermanfaat. Salah satunya, program ini dapat mengurangi impor LPG Indonesia yang cukup besar, yang pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 6,91 juta MT. Besarnya impor LPG ini tentu membebani cadangan devisa negara. Selain itu, pemanfaatan gas bumi dalam program Jargas juga dapat meningkatkan penggunaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

Lebih lanjut, Politisi Partai Golkar juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi menyatakan bahwa Jargas menghasilkan energi yang lebih murah, aman, stabil, dan bersih. Hal ini tentunya selaras dengan agenda transisi energi yang dicanangkan pemerintah. Agar program ini berhasil, Cek Endra menekankan perlunya beberapa langkah strategis.

"Pertama, harus ada keberpihakan anggaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur Jargas. Pembiayaan dari APBN perlu ditingkatkan. Kedua, kebijakan yang lebih menarik bagi sektor swasta juga sangat diperlukan, tidak hanya yang bergerak di sektor migas, tetapi juga dari sektor lain seperti properti. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur Jargas di perumahan dan rumah susun," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip, Senin (28/4/2025).

Cek Endra menegaskan bahwa keberhasilan program Jargas hanya dapat terwujud dengan komitmen dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembangunan jaringan gas (jargas) diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memperkuat kedaulatan energi nasional.

Dia menyampaikan, LPG dalam kondisi yang memprihatinkan karena konsumsi nasional mencapai 8 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas produksi hanya mencapai 1,7 juta ton.

"Menyangkut gas, gas itu 8 juta ton per tahun konsumsi kita. Industri LPG kita itu hanya 1,7 juta ton, selebihnya kita impor. Jadi impor kita 6-7 juta ton," kata Bahlil seperti dikutip Antara.

Dengan kondisi itu, Bahlil mengungkapkan bahwa program ke depan yang akan dilakukan adalah segera membangun industri gas untuk kualitas gas yang bisa dikonversi ke LPG C3 atau propanan dan C4 atau butana.

Ia mengaku bahwa pihaknya sudah hitung dengan SKK Migas dan Pertamina, dimana kurang lebih sekitar 1,5 juta sampai 2 juta ton yang bisa diproduksi. Sedangkan sisanya akan dipasok melalui Jargas.

"Nah saya kebetulan menganut mazhab kedaulatan harus kita lakukan, berdiri di kaki sendiri untuk mengelola sumber daya alam kita. Itu mazhab saya," pungkas Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahiil Heran Masih Ada LPG 3 Kg Dijual Rp30.000 per Tabung

Bahiil Heran Masih Ada LPG 3 Kg Dijual Rp30.000 per Tabung

Bisnis | Kamis, 20 Februari 2025 | 10:47 WIB

Prabowo Disarankan Perluas Jargas untuk Kurangi Beban Keuangan Negara Akibat LPG Impor

Prabowo Disarankan Perluas Jargas untuk Kurangi Beban Keuangan Negara Akibat LPG Impor

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:46 WIB

Prabowo Diminta Segara Maksimalkan Jargas untuk Kurangi Beban Akibat Impor LPG

Prabowo Diminta Segara Maksimalkan Jargas untuk Kurangi Beban Akibat Impor LPG

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 15:19 WIB

Terkini

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:11 WIB

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:05 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB