Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp1.965.000/Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 30 April 2025 | 08:35 WIB
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp1.965.000/Gram
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Rabu (30/4/2025) untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp1.965.000 per gram.

Harga emas Antam itu turun Rp1.000 dibandingkan hari Selasa (29/4/2025) sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.814.000 per gram.

Harga buyback itu juga meluncur Rp1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp1.032.500
  • Emas 1 Gram Rp1.965.000
  • Emas 2 gram Rp3.870.000
  • Emas 3 gram Rp5.780.000
  • Emas 5 gram Rp9.600.000
  • Emas 10 gram Rp19.145.000
  • Emas 25 gram Rp47.737.000
  • Emas 50 gram Rp95.395.000
  • Emas 100 gram Rp190.712.000
  • Emas 250 gram Rp476.515.000
  • Emas 500 gram Rp952.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp1.905.600.000

Harga Emas Dunia Meluncur Turun

Harga emas dunia kembali melanjutkan penurunannya hingga mendekati level USD3.315 per troy ounce pada perdagangan sesi Asia Rabu 30 April 2025.

Seperti dilansir dari FXstreet, penurunan ini dipicu oleh membaiknya sentimen risiko di pasar global serta meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan sejumlah mitra dagangnya.

Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) kehilangan daya tariknya di tengah munculnya sinyal positif dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Amerika Serikat, China, hingga kawasan konflik Rusia-Ukraina. Para pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting dari AS yang akan menjadi petunjuk arah pasar selanjutnya.

cara jual emas antam (freepik)
cara jual emas antam (freepik)

Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah menyusun langkah-langkah untuk melunakkan dampak kebijakan tarif sektor otomotif. Menurut laporan dari pejabat pemerintah AS, Trump berencana menghindari penumpukan bea masuk terhadap mobil impor serta mengurangi tarif pada suku cadang mobil dari luar negeri. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya deeskalasi dalam kebijakan proteksionis AS yang sebelumnya sempat memicu ketegangan global.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada awal pekan ini menyatakan bahwa sejumlah mitra dagang utama telah mengajukan penawaran yang “sangat bagus” untuk menghindari penerapan tarif tambahan dari pihak AS. Selain itu, Washington juga menunjukkan sinyal positif dengan membebaskan sejumlah produk AS dari tarif pembalasan, sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan dagang yang sempat memanas.

Langkah-langkah tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap harga emas. "Pelonggaran ini terjadi di tengah dibukanya perundingan tarif AS dengan banyak negara dan meningkatnya ekspektasi kemungkinan kesepakatan perdagangan Tiongkok-AS menurut Presiden AS Donald Trump. Selain itu, optimisme seputar potensi kesepakatan damai Rusia-Ukraina semakin membebani permintaan safe haven untuk emas," jelas Jateen Trivedi, VP Research Analyst - Commodity and Currency di LKP Securities.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga tengah mencermati data ekonomi makro Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Fokus utama tertuju pada laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), serta data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2025 yang dijadwalkan keluar pada Rabu waktu setempat.

Ketiga data tersebut dianggap sebagai indikator penting untuk mengukur kekuatan ekonomi AS sekaligus memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve ke depan. Laporan ketenagakerjaan ADP, misalnya, menjadi pratinjau awal dari laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis pada Jumat (2/5).

Konsensus pasar memperkirakan ekonomi AS akan menambah sekitar 130.000 lapangan kerja di bulan April, dengan tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di angka 4,2 persen. Jika hasil yang dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka hal ini bisa menekan nilai tukar dolar AS (Greenback) dan secara teknikal dapat memicu rebound harga emas yang berdenominasi USD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 30 April 2025: Antam, UBS, dan Galeri 24 Naik Semua!

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 30 April 2025: Antam, UBS, dan Galeri 24 Naik Semua!

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 07:35 WIB

Sempat Drop, Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Menguat

Sempat Drop, Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Menguat

News | Selasa, 29 April 2025 | 10:16 WIB

Harga Emas Antam Meroket Rp6.000 Hari Ini, Jadi Rp1.966.000/Gram

Harga Emas Antam Meroket Rp6.000 Hari Ini, Jadi Rp1.966.000/Gram

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 09:59 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB