Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lakukan Efisiensi, Erick Thohir Mau Kurangi Jumlah Komisaris di BUMN

Achmad Fauzi

Senin, 05 Mei 2025 | 18:31 WIB
Lakukan Efisiensi, Erick Thohir Mau Kurangi Jumlah Komisaris di BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana untuk mengurangi jumlah komisaris di BUMN. Untuk melancarkan aksi ini, dirinya akan melakukan pertemuan dengan Kepalan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani.

Menurut dia, rencana ini merupakan bagian dari efisiensi di tubuh BUMN. Untuk diketahui, Erick sebelumnya telah mengurangi jumlah komisari di Bank-bank BUMN.

"Saya malam ini juga ada diskusi dengan Pak Rosan, mungkin tidak, kita juga mereview operasional di BUMN untuk lebih efisien lagi," ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Ketua Umum PSSI ini menegaskan, rencana efisiensi ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, di mana perusahaan pelat merah harus lebih efisien dalam hal operasional.

"Ini kita akan bicarakan sesuaikan arahan Bapak Presiden untuk lebih efisien," ucap Erick.

Erick Thohir menegaskan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan sejumlah perusahaan pelat merah bukan merupakan sinyal melemahnya perekonomian nasional. Ia menyebut efisiensi tersebut lebih merupakan bentuk penyesuaian strategi dan realokasi anggaran untuk memperkuat fokus pembangunan.

"Beri kesempatan pemerintah melakukan shifting anggaran karena ini tetap ada review. Saya optimistis dengan visi Bapak Presiden menjaga stabilitas harga pangan, daya beli masyarakat yang di bawah harus kita jaga karena tidak mungkin pertumbuhan ekonomi terjadi kalau keamanan sebuah negara tidak stabil," lanjut Erick.

Menurutnya, kestabilan keamanan nasional menjadi faktor fundamental dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, Erick mengapresiasi situasi keamanan Indonesia yang dinilai kondusif, sehingga memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mendorong roda ekonomi nasional.

"Kita aman, tinggal kita akan dorong lagi sisi-sisi seperti apa untuk mendukung pertumbuhan itu, termasuk kami di BUMN tentu efisiensi atau dengan terobosan," sambung Erick.

baca juga

Ia juga mencontohkan langkah efisiensi yang dilakukan melalui revitalisasi Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ditujukan menjadi terminal khusus jemaah haji dan umrah. Selain itu, Terminal 1F akan difungsikan sebagai terminal khusus penerbangan berbiaya murah (low-cost carrier) pada kuartal I tahun 2026.

Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp1 triliun, jauh lebih efisien dibandingkan rencana pembangunan Terminal 4 yang membutuhkan dana sekitar Rp14 triliun.

"Dengan perbaikan ini, (kapasitas) terminalnya 1, 2, dan 3 itu 94 juta orang per tahun, artinya tetap naik dan tidak perlu bangun terminal 4," ucap Erick.

Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Menteri BUMN Erick Thohir/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Tak hanya di sektor transportasi udara, Erick juga menyoroti inisiatif BUMN di bidang kesehatan. Salah satunya adalah pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Bali. P

royek ini diharapkan mampu menarik masyarakat Indonesia untuk berobat di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap layanan kesehatan luar negeri.

"Itu juga bagaimana kita ketika bangsa kita banyak yang berobat ke luar negeri. Nah itu sebagian lah 10-15 persen (berobat di dalam negeri)," beber Erick. 

Pengeloaan BUMN di Danantara

BPI Danantara secara resmi telah mengelola BUMN beserta anak dan cucu usaha. Sebelumnya, saham prioritas BUMN dipegang oleh pemerintah yang diwakili oleh Kementerian BUMN.

Menurut Rosan, keseluruhan jumlah BUMN, anak dan cucu usaha yang dipegang Danantara mencapai 844 perusahaan.

"Setelah di-launching Pak Presiden sejak 21 Maret 2025, seluruh BUMN (anak dan cucu usaha) berjumlah 844 sudah resmi bagian milik dari Danantara," kata dia.

Menurut Rosan, kehadiran Danantara saat ini memang sangat tepat. Pasalnya, dengan kondisi ketidak pastian akibat perang dagang hingga Geopolitik membuat swmua negara harus mandiri dengan potensi ekonomi yang dimiliki.

"Kondisi itu menyadarkan banyak bangsa di dunia ini bahwa kita harus bersandar kepada kekuatan ekonomi kita sendiri. Tidak bisa kita bersandar kepada eksternal kekuatan ekonomi orang lain atau bangsa lain," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:53 WIB

Kontroversi UU BUMN: Bos Perusahaan Plat Merah Kini 'Kebal Hukum'

Kontroversi UU BUMN: Bos Perusahaan Plat Merah Kini 'Kebal Hukum'

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:29 WIB

Bukan Penyelenggara Negara Lagi, Erick Thohir Tanggapi Nasib BUMN  Jika Korupsi ke Depan

Bukan Penyelenggara Negara Lagi, Erick Thohir Tanggapi Nasib BUMN Jika Korupsi ke Depan

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:07 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×