Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 06 Mei 2025 | 11:55 WIB
Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump
Tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan kompleks, di mana optimisme pertumbuhan ekonomi domestik berpadu dengan ketidakpastian global.

Suara.com - Tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan kompleks, di mana optimisme pertumbuhan ekonomi domestik berpadu dengan ketidakpastian global yang dipicu oleh potensi kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).

Di tengah dinamika ini, data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan I 2025 yang cukup solid.  

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa dari sisi pengeluaran, PDB triwulan I 2025 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,89 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode libur tahun baru dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Momentum perayaan dan tradisi mudik memberikan stimulus signifikan bagi belanja masyarakat.  

Selain itu, ekspor juga menjadi motor penggerak pertumbuhan dengan mencatatkan angka 6,78 persen (yoy). Kinerja ekspor yang positif ini didukung oleh permintaan dari mitra dagang utama Indonesia serta pertumbuhan ekspor jasa seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Sektor pariwisata yang mulai pulih memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.

Meskipun demikian, investasi tercatat tumbuh lebih moderat sebesar 2,12 persen (yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan realisasi penanaman modal yang secara keseluruhan masih positif, namun perlu dicermati trennya ke depan mengingat ketidakpastian global.

Sebaliknya, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 1,38 persen (yoy). Hal ini wajar terjadi seiring dengan normalisasi belanja pemerintah pasca tingginya anggaran yang dialokasikan pada triwulan I 2024 untuk pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Sementara itu, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,07 persen (yoy).

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan PDB triwulan I 2025 dipengaruhi oleh kinerja apik di beberapa sektor utama. Industri pengolahan dan perdagangan menjadi kontributor signifikan, didukung oleh permintaan domestik yang kuat selama Ramadan dan HBKN Idul Fitri. Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatatkan pertumbuhan positif seiring dengan peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Sektor pertanian juga patut diapresiasi karena mampu tumbuh positif berkat panen raya padi dan jagung. Kinerja sektor ini penting dalam menjaga ketahanan pangan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian di daerah.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 menunjukkan pemerataan yang cukup baik. Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, diikuti oleh Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra).

baca juga

"Hal ini mengindikasikan bahwa geliat ekonomi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa," sebut laporan Bank Indonesia, Selasa (6/5/2025).

Meskipun data pertumbuhan triwulan I 2025 memberikan angin segar, tantangan besar membayangi perekonomian Indonesia di tahun pertama pemerintahan Prabowo. Potensi pengenaan tarif dagang oleh AS di bawah kepemimpinan Donald Trump menjadi momok yang dapat merusak kinerja ekspor dan investasi.

Langkah-langkah antisipatif dan diplomasi ekonomi yang kuat akan menjadi kunci bagi pemerintahan Prabowo dalam menghadapi tantangan ini. Upaya untuk diversifikasi pasar ekspor, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara lain menjadi krusial untuk memitigasi dampak negatif dari kebijakan perdagangan AS.

Data PDB triwulan I 2025 memberikan landasan yang cukup kuat bagi pemerintahan Prabowo untuk melangkah. Namun, kemampuan untuk menavigasi ketidakpastian global, terutama ancaman tarif Trump, akan menjadi ujian sesungguhnya dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan perdagangan yang tepat sasaran akan menjadi penentu keberhasilan ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Siap Hadiri Acara Halalbihalal Purnawirawan TNI AD Sore Ini, Bakal Ada Kejutan?

Prabowo Siap Hadiri Acara Halalbihalal Purnawirawan TNI AD Sore Ini, Bakal Ada Kejutan?

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:28 WIB

Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes Negara Sahabat, Ini Daftarnya

Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes Negara Sahabat, Ini Daftarnya

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:23 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Anjlok, BI Salahkan Kebijakkan Tarif AS

Pertumbuhan Ekonomi RI Anjlok, BI Salahkan Kebijakkan Tarif AS

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:25 WIB

Terkini

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Bali | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

×