Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5 Persen, Sri Mulyani Buka Suara

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 06 Mei 2025 | 12:36 WIB
Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5 Persen, Sri Mulyani Buka Suara
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87 persen (year-on-year/yoy) tetap menunjukkan kinerja yang tangguh (Foto Ist).

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87 persen (year-on-year/yoy) tetap menunjukkan kinerja yang tangguh terutama di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang cukup resilien,” kata Sri Mulyani dikutip Antara, Selasa (6/5/2025).

Dari segi komponen pengeluaran, penopang utama pertumbuhan berasal dari konsumsi rumah tangga (tumbuh 4,89 persen) yang mendapat dukungan dari libur tahun baru serta Ramadhan hingga Idul Fitri.

APBN, menurut Sri Mulyani, berperan dalam kinerja positif itu. Pemerintah menggelontorkan berbagai insentif (seperti THR, diskon tarif listrik dan tarif tol, hingga insentif pajak) serta menjaga stabilitas harga pangan dengan memberikan suntikan dana kepada Bulog.

Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) tumbuh terbatas 2,12 persen dan ekspor stabil 6,78 persen.

Sementara konsumsi pemerintah terkontraksi 1,38 persen. Namun, Sri Mulyani mengatakan belanja pemerintah terakselerasi pada akhir triwulan I.

APBN pun mendukung pelaksanaan program prioritas pada masa transisi pemerintahan baru.

Dari sisi produksi, pertanian tumbuh signifikan 10,52 persen berkat momen Ramadhan, distribusi pupuk bersubsidi yang terus ditingkatkan, serta meningkatnya produksi beras nasional hingga 60 persen (yoy).

Data Rice Outlook April 2025 menunjukkan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan produksi diperkirakan mencapai 34,6 juta ton atau tumbuh 4,8 persen (yoy).

baca juga

Sejumlah sektor lainnya juga mencatatkan pertumbuhan yang tetap stabil, seperti industri pengolahan (4,55 persen), perdagangan (5,03 persen), transportasi dan pergudangan (9,01 persen), serta akomodasi dan maka minum (5,75 persen).

Selain kinerja sektor, Sri Mulyani juga menyoroti aktivitas ekonomi Indonesia tetap memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Misalnya, angka pengangguran tercatat turun dari 4,82 persen pada 2024 menjadi 4,76 persen tahun ini. Lapangan kerja juga naik dari 3,55 juta orang menjadi 3,59 juta orang.

Menkeu mengakui dinamika perekonomian global masih sangat menantang dan tidak mudah ke depannya. Maka, pemerintah mengambil strategi deregulasi, pembentukan satgas ketenagakerjaan, mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas ekonomi, serta perlindungan dunia usaha dan upaya menjaga daya beli masyarakat.

Deregulasi diarahkan untuk mengatasi hambatan perdagangan dan investasi, terutama dari sisi global.

Kemudian, pemerintah juga akan mempercepat realisasi penyerapan dengan menyesuaikan rekonstruksi belanja negara yang lebih produktif.

Fokus utamanya mencakup perluasan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Optimisme terus dijaga, didukung komitmen pemerintah dengan memastikan APBN bekerja optimal dalam melindungi masyarakat, termasuk memastikan ekonomi tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani.

Selain itu, pada sisi eksternal, pemerintah juga secara dini telah melakukan negosiasi bilateral dan mendorong kerja sama di berbagai forum multilateral untuk mengatasi tantangan geopolitik global.

Beberapa contoh di antaranya termasuk Spring Meeting dan Pertemuan G20 pada April, Sidang Tahunan ADB, serta Pertemuan ASEAN+3 Finance Ministers’ and Central Bank Governors' Meeting pada Awal Mei 2025.

Pemetaan produk unggulan untuk pasar ASEAN+3, Uni Eropa, dan BRICS juga dilakukan untuk membuka pasar ekspor baru.

Asal tahu saja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tercatat hanya tumbuh 4,87% atau menjadi yang terendah semenjak tahun kedua Covid-19, yakni 2021. Angka tersebut hanya lebih baik dibandingkan kuartal I-2021 yang mencatatkan 3,53%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengakui bahwa periode kuartal I di tiap tahunnya memang kerap rendah.

"Secara q to q (kuartalan), pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 ini sejalan dengan pola yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, di kuartal I itu selalu relatif lebih rendah dengan kuartal IV tahun sebelumnya," kata Winny di kantor BPS, Senin (5/5/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:55 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Anjlok, BI Salahkan Kebijakkan Tarif AS

Pertumbuhan Ekonomi RI Anjlok, BI Salahkan Kebijakkan Tarif AS

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:25 WIB

RI Darurat Pengangguran! 7,28 Juta Orang Tidak Bekerja

RI Darurat Pengangguran! 7,28 Juta Orang Tidak Bekerja

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 12:42 WIB

Terkini

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×