Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

RI Darurat Pengangguran! 7,28 Juta Orang Tidak Bekerja

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 05 Mei 2025 | 12:42 WIB
RI Darurat Pengangguran! 7,28 Juta Orang Tidak Bekerja
Para pencari kerja mencari lowongan pekerjaan dalam Jakarta Job Fair 2024 yang berlangsun dari tanggal 28-29 Mei di Thamrin City, Jakarta, Rabu (29/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kabar kurang sedap menghampiri pasar tenaga kerja Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Senin (5/5/2025), mengumumkan data terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pengangguran di Tanah Air. Per Februari 2025, tercatat sebanyak 7,28 juta orang menyandang status penganggur, sebuah lonjakan yang memicu kekhawatiran akan kondisi ketenagakerjaan nasional.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengangguran ini sejalan dengan bertambahnya angkatan kerja dalam setahun terakhir. Sebanyak 3,67 juta orang tercatat memasuki pasar kerja, sehingga total angkatan kerja Indonesia kini mencapai 153,05 juta orang.

"Angkatan kerja itu di dalamnya ada yang sudah bekerja dan ada yang menganggur. Dari jumlah itu, tercatat yang sudah bekerja sebanyak 145,77 juta orang atau bertambah 3,59 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkap Amalia dalam konfrensi persnya di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Sayangnya, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tidak mampu mengimbangi laju penambahan angkatan kerja. Akibatnya, 83,45 ribu orang baru terpaksa menjadi penganggur, meningkatkan total jumlah pengangguran menjadi 7,28 juta orang. "Dibandingkan dengan Februari 2024, per Februari 2025 jumlah orang yang menganggur meningkat 83,45 ribu orang yang naik kira-kira 1,11%," tegas Amalia.

Meskipun jumlah pengangguran meningkat, BPS mencatat adanya penurunan tipis pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada Februari 2025, TPT berada di angka 4,76%, lebih rendah dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 4,82%. Penurunan ini terutama disumbang oleh TPT perempuan yang mengalami penurunan.

"Sedangkan TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,02% basis poin. Penurunan TPT konsisten terjadi di wilayah perkotaan maupun pedesaan," beber Amalia, menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika pasar kerja berdasarkan gender.

Kabar baiknya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menunjukkan tren positif. Pada Februari 2025, TPAK mencapai 70,60%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 69,80%. Menariknya, peningkatan TPAK perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meskipun secara keseluruhan TPAK laki-laki masih mendominasi (84,34% berbanding 56,70%).

"Jika dibandingkan Februari 2024, peningkatan TPAK perempuan lebih tinggi dibandingkan peningkatan TPAK laki-laki," ujar Amalia, mengindikasikan peran perempuan yang semakin signifikan dalam pasar kerja.

Lebih lanjut, BPS memaparkan tiga sektor lapangan usaha yang masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yaitu pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Jika dibandingkan dengan Februari 2024, sebagian besar lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja.

baca juga

"Lapangan usaha perdagangan mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 0,98 juta orang. Disusul oleh lapangan usaha pertanian yang mengalami peningkatan 0,89 juta orang dan industri pengolahan 0,72 juta orang," ungkap Amalia, menunjukkan bahwa sektor-sektor tradisional masih memegang peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja.

Meskipun TPT menunjukkan penurunan tipis, peningkatan absolut jumlah pengangguran menjadi perhatian serius. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar kerja belum sepenuhnya mampu menyerap seluruh angkatan kerja baru yang terus bertambah. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan berkualitas, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Data ini menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan ketenagakerjaan yang ada. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan iklim investasi yang kondusif, dan pengembangan sektor-sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar menjadi kunci untuk mengatasi tantangan pengangguran di Indonesia. Situasi "darurat pengangguran" ini menuntut aksi nyata dan kolaborasi dari berbagai pihak agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lesu! Ekonomi Indonesia Kuartal I 2025 di Bawah 5 Persen

Lesu! Ekonomi Indonesia Kuartal I 2025 di Bawah 5 Persen

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 11:59 WIB

BI Yakin Inflasi Tetap Terjaga, Apa Faktornya?

BI Yakin Inflasi Tetap Terjaga, Apa Faktornya?

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 07:22 WIB

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bisnis | Sabtu, 03 Mei 2025 | 16:41 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×