Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Mei 2025 | 08:03 WIB
Baru Kuartal I-2025, Garuda Indonesia Sudah Tekor Rp1,2 Triliun
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan kerugian bersih pada kuartal I tahun 2025. Kerugian bersih yang dibukukan mencapai USD75,93 juta atau sekitar Rp1,21 triliun, turun 12,54 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih USD86,82 juta atau sekitar Rp1,39 triliun.

Tekanan finansial masih datang dari sisi beban keuangan yang cukup besar, yaitu USD124,57 juta atau sekitar Rp1,99 triliun. Beban ini terutama berasal dari komitmen restrukturisasi pembiayaan, yang merupakan bagian dari strategi turnaround jangka panjang perusahaan.

Total pendapatan operasional konsolidasian Garuda Indonesia per 31 Maret 2025 tercatat sebesar USD723,56 juta atau sekitar Rp11,58 triliun, tumbuh 1,63 persen dibandingkan kuartal I 2024. Pendapatan ini juga didorong oleh peningkatan volume penumpang dan angkutan kargo.

Adapun, maskapai pelat merah ini merai peningkatan pendapatan, khususnya dari segmen penerbangan charter (tidak berjadwal). Sepanjang kuartal pertama 2025, Garuda mencatat lonjakan pendapatan dari pasar charter umrah yang naik signifikan sebesar 92,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai pendapatan dari segmen ini mencapai USD37,96 juta atau sekitar Rp607,36 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyatakan bahwa capaian ini menjadi bagian penting dari transformasi bisnis Garuda.

"Penguatan kinerja charter ini menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi pendapatan kami. Permintaan yang meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup, turut memperkuat posisi Garuda sebagai penyedia layanan penerbangan yang adaptif terhadap dinamika pasar," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/5/2025).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani(Suara.com/Achmad Fauzi).
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani(Suara.com/Achmad Fauzi).

Sepanjang kuartal pertama 2025, Garuda Indonesia Group melayani 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda dan 2,48 juta penumpang Citilink. Tingkat keterisian kursi (seat load factor) juga meningkat menjadi 78,8 persen, naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

Di sisi logistik, volume angkutan kargo naik 5% menjadi 58.145 ton, terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink. Rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance) tercatat di angka 88,19%, menjadikan Garuda salah satu maskapai dengan performa terbaik di regional.

baca juga

Namun demikian, Garuda mencatat perbaikan signifikan pada arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar USD162,27 juta atau setara Rp2,6 triliun, meningkat 87,15 persen dibandingkan kuartal I 2024.

"Kami menyikapi tren pertumbuhan ini dengan optimisme. Kinerja charter yang melonjak menjadi katalis penting dalam memperkuat pondasi bisnis. Di saat yang sama, kami juga tengah mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target mencapai 100 pesawat hingga akhir 2025," imbuh Wamildan.

Garuda juga tengah menjalankan berbagai transformasi internal yang mencakup optimalisasi armada, refocusing anggaran, hingga peningkatan kualitas layanan. Di sisi organisasi, Garuda juga melakukan pembaruan sistem tunjangan dan pelatihan awak berbasis kinerja.

"Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Wamildan.

Kandangkan 15 Pesawat

Maskapai juga telah mengandangkan 15 pesawat yang kekinian tidak lagi dioperasikan. Menurut manajemen Garuda Indonesia, para pesawat tersebut memang tengah dalam perawatan besar di bengkel pesawat.

Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi mengatakan, 15 pesawat itu terdiri dari 1 armada Garuda Indonesia dan 14 armada Citilink. Pesawat tersebut tengah menunggu percepatan penjadwalan perawatan rutin berupa proses heavy maintenance, termasuk penggantian suku cadang, untuk kembali siap beroperasi.

"Keseluruhan proses perawatan armada tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5/2025).

Menurut Rahmat, lambatnya proses perawatan 15 pesawat ini, imbas suku cadang pesawat yang terbatas. Dia menyebut, yidak dapat dipungkiri kondisi keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan.

"Sehingga menyebabkan pelaksanaan heavy maintenance membutuhkan waktu yang lebih panjang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalih Garuda Indonesia Kandangkan 15 Pesawat

Dalih Garuda Indonesia Kandangkan 15 Pesawat

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:23 WIB

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, Erick Thohir Mau Panggil Wamildan Tsani

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:53 WIB

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

×