Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Ekonomi RI Kuartal I Melambat, Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo Bisa Tercapai?

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Mei 2025 | 15:23 WIB
Ekonomi RI Kuartal I Melambat, Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo Bisa Tercapai?
Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Bill Gates di SDN Jati 03, Jakarta, Rabu (7/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih optimistis mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Meskipun pada kuartal I 2025 tahun ini pertumbuhan ekonomi tercatat masih di bawah 5 persen.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kementerian PPN/Bappenas, Effendi Andoko menegaskan bahwa capaian kuartal I 2025 memang sudah dalam proyeksi pemerintah, mengingat saat ini masih berada pada fase awal penguatan fondasi investasi asing dan perdagangan global.

"Kalau yang sesuai dengan Bappenas, memang kuartal I 2025 ini kita masih dalam tahap menggaet atau memfasilitasi banyak perdagangan atau investasi asing. Terutama kita punya PR itu untuk sampai ke 8 persen itu diperhitungkan oleh Bappenas melalui yang bisa dilihat di berita, dari Staf Ahli Bu Siliwanti mengatakan kami inline dengan pernyataan beliau mengenai kebutuhan investasi kita selama 5 tahun ini untuk meningkatkan ekonomi sekitar Rp48 ribu triliun. Jadi sekitar rata-rata per tahun sekitar Rp9.000 triliun. Jadi itu yang dari Bappenas, kita terus meningkatkan hubungan internasional kita," ujar Effendi, Selasa (7/5/2025).

Target tersebut berlaku hingga 2029, yang berarti tantangan masih sangat besar untuk menjaga aliran investasi rata-rata sekitar Rp9.000 triliun per tahun. Untuk itu, pemerintah terus membuka peluang dan memperluas fasilitas investasi dari dalam dan luar negeri.

"Betul, makanya kita harus selalu membuka banyak pintu dan memfasilitasi banyak investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk berada di Indonesia. Dan saya kira dari program Makan Bergizi Gratis, di situ bisa menaikkan ekonomi di daerah-daerah. Ketika di daerah bisa terhindar dari kelaparan dan kemiskinan, kita bisa memperkuat yang di perkotaan," tambah Effendi.

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi resesi, Effendi menampik hal tersebut dan menyampaikan optimisme pemerintah terhadap tren pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Kalau selama ini kita selalu optimistis mengenai ekonomi kita terus meningkat. Terutama pemerintah sangat mengambil tindakan aktif untuk penguatan pertanian kita, pangan, melalui MBG dan juga penguatan ketersediaan pangan kita. Seperti Bulog ini kan selama beberapa tahun kita baru bisa submission di tahun ini. Jadi alhamdulillah kita mengatakan kita optimis bisa terus positif," katanya.

Terkait reformasi regulasi, Bappenas menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dan kemudahan dalam proses administrasi, bukan sekadar pemangkasan aturan.

"Mungkin bukan ke pemangkasan regulasi, tapi lebih ke efisiensi ya. Jadi data-data misalnya sebagai contoh kita satu orang memiliki nomor KTP, KK, SIM, itu semua berbebda-beda. Itu kita mau membuat itu lebih efisien. Itu mungkin lebih ke urusan dokumen, ease of process-nya, itu lebih dipermudah tetapi tidak mengganggu atau tidak keluar dari ranahnya regulasi atau UU yang berlaku di Indonesia," imbuh Effendi.

baca juga

Ekonomi Tumbuh Melambat

Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Realisasi pertumbuhan ekonomi secara tahunan tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2024 sebesar 5,11 persen (yoy), juga lebih rendah jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,02 persen (yoy).

BPS menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.665 triliun, sementara berdasarkan harga konstan mencapai Rp 3.264,5 triliun.

Populasi kelas menengah dan konsumsi rumah tangga yang turun turut melemahkan lambatnya perekonomian. Hal ini juga ditamnah dengan adanya perang dagang yang dimulai oleh Tarif Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ajak Bill Gates 'Blusukan' ke SDN Jati 03 Pulogadung Tinjau MBG, Begini Kata Sang Miliarder

Prabowo Ajak Bill Gates 'Blusukan' ke SDN Jati 03 Pulogadung Tinjau MBG, Begini Kata Sang Miliarder

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:29 WIB

Bakal Beri Bintang Kehormatan untuk Bill Gates di New York, Apa Alasan Prabowo?

Bakal Beri Bintang Kehormatan untuk Bill Gates di New York, Apa Alasan Prabowo?

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:15 WIB

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB