Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ekonomi RI Kuartal I Melambat, Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo Bisa Tercapai?

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 07 Mei 2025 | 15:23 WIB
Ekonomi RI Kuartal I Melambat, Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo Bisa Tercapai?
Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Bill Gates di SDN Jati 03, Jakarta, Rabu (7/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih optimistis mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Meskipun pada kuartal I 2025 tahun ini pertumbuhan ekonomi tercatat masih di bawah 5 persen.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kementerian PPN/Bappenas, Effendi Andoko menegaskan bahwa capaian kuartal I 2025 memang sudah dalam proyeksi pemerintah, mengingat saat ini masih berada pada fase awal penguatan fondasi investasi asing dan perdagangan global.

"Kalau yang sesuai dengan Bappenas, memang kuartal I 2025 ini kita masih dalam tahap menggaet atau memfasilitasi banyak perdagangan atau investasi asing. Terutama kita punya PR itu untuk sampai ke 8 persen itu diperhitungkan oleh Bappenas melalui yang bisa dilihat di berita, dari Staf Ahli Bu Siliwanti mengatakan kami inline dengan pernyataan beliau mengenai kebutuhan investasi kita selama 5 tahun ini untuk meningkatkan ekonomi sekitar Rp48 ribu triliun. Jadi sekitar rata-rata per tahun sekitar Rp9.000 triliun. Jadi itu yang dari Bappenas, kita terus meningkatkan hubungan internasional kita," ujar Effendi, Selasa (7/5/2025).

Target tersebut berlaku hingga 2029, yang berarti tantangan masih sangat besar untuk menjaga aliran investasi rata-rata sekitar Rp9.000 triliun per tahun. Untuk itu, pemerintah terus membuka peluang dan memperluas fasilitas investasi dari dalam dan luar negeri.

"Betul, makanya kita harus selalu membuka banyak pintu dan memfasilitasi banyak investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk berada di Indonesia. Dan saya kira dari program Makan Bergizi Gratis, di situ bisa menaikkan ekonomi di daerah-daerah. Ketika di daerah bisa terhindar dari kelaparan dan kemiskinan, kita bisa memperkuat yang di perkotaan," tambah Effendi.

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi resesi, Effendi menampik hal tersebut dan menyampaikan optimisme pemerintah terhadap tren pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Kalau selama ini kita selalu optimistis mengenai ekonomi kita terus meningkat. Terutama pemerintah sangat mengambil tindakan aktif untuk penguatan pertanian kita, pangan, melalui MBG dan juga penguatan ketersediaan pangan kita. Seperti Bulog ini kan selama beberapa tahun kita baru bisa submission di tahun ini. Jadi alhamdulillah kita mengatakan kita optimis bisa terus positif," katanya.

Terkait reformasi regulasi, Bappenas menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dan kemudahan dalam proses administrasi, bukan sekadar pemangkasan aturan.

"Mungkin bukan ke pemangkasan regulasi, tapi lebih ke efisiensi ya. Jadi data-data misalnya sebagai contoh kita satu orang memiliki nomor KTP, KK, SIM, itu semua berbebda-beda. Itu kita mau membuat itu lebih efisien. Itu mungkin lebih ke urusan dokumen, ease of process-nya, itu lebih dipermudah tetapi tidak mengganggu atau tidak keluar dari ranahnya regulasi atau UU yang berlaku di Indonesia," imbuh Effendi.

Ekonomi Tumbuh Melambat

Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Realisasi pertumbuhan ekonomi secara tahunan tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2024 sebesar 5,11 persen (yoy), juga lebih rendah jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,02 persen (yoy).

BPS menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.665 triliun, sementara berdasarkan harga konstan mencapai Rp 3.264,5 triliun.

Populasi kelas menengah dan konsumsi rumah tangga yang turun turut melemahkan lambatnya perekonomian. Hal ini juga ditamnah dengan adanya perang dagang yang dimulai oleh Tarif Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ajak Bill Gates 'Blusukan' ke SDN Jati 03 Pulogadung Tinjau MBG, Begini Kata Sang Miliarder

Prabowo Ajak Bill Gates 'Blusukan' ke SDN Jati 03 Pulogadung Tinjau MBG, Begini Kata Sang Miliarder

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:29 WIB

Bakal Beri Bintang Kehormatan untuk Bill Gates di New York, Apa Alasan Prabowo?

Bakal Beri Bintang Kehormatan untuk Bill Gates di New York, Apa Alasan Prabowo?

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:15 WIB

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Pengusaha H Isam Ikut Dampingi Prabowo Temui Bill Gates di Istana

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB