Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

IHSG Dibuka Terbang Tinggi Menuju Level 6.900

Achmad Fauzi

Rabu, 14 Mei 2025 | 09:29 WIB
IHSG Dibuka Terbang Tinggi Menuju Level 6.900
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terbang tinggi pada pembukaan di perdagangan, Rabu, 14 Mei 2025. Pada pembukaan IHSG menguat ke level 6.915.

Mengutip data RTI Business, pada pukul 09/20 WIB, IHSG terus bergera di zona hijau ke level 6.946 atau naik 113,5 poin, secara presentase naik 1,66 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,41 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp3,84 triliun, serta frekuensi sebanyak 254,4 ribu kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 345 saham bergerak naik, sedangkan 155 saham mengalami penurunan, dan 165 saham tidak mengalami pergerakan.

Proyeksi Hari Ini

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan, Rabu, 14 Mei 2025.

Hal ini seiring, dengan menguatnya sentimen global yang dipicu oleh kesepakatan perdagangan sementara antara Amerika Serikat dan China, serta penguatan saham-saham teknologi di Wall Street.

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

"IHSG berpotensi menguat secara teknikal hari ini, didorong sentimen positif dari pasar global, terutama kesepakatan dagang AS-China yang meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Namun, perlu dicermati bahwa tekanan jual investor asing masih membayangi dalam jangka pendek," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritasd dalam riset hariannya, Rabu (14/5/2025).

Pada perdagangan Selasa, 13 Mei 2025 kemarin, mayoritas indeks utama di Wall Street ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 0,72 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,61 persen.

Penguatan ini terutama didorong oleh lonjakan saham Nvidia yang mencatatkan kenaikan sebesar 5,6 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana pengiriman 18 ribu chip kecerdasan buatan (AI) terbaru ke Arab Saudi.

Pengumuman ini memberikan sentimen positif ke pasar, khususnya pada sektor semikonduktor. Saham Broadcom naik hampir 5 persen, sementara AMD turut menguat sebesar 4 persen.

Kendati demikian, indeks Dow Jones justru terkoreksi 0,64 persen, ditekan oleh penurunan tajam saham UnitedHealth yang anjlok hampir 18 persen setelah laporan keuangan perusahaan tidak sesuai ekspektasi pasar.

Meski demikian, secara keseluruhan sentimen pasar membaik. Indeks S&P 500 pun kembali ke zona hijau untuk tahun 2025, setelah sebelumnya sempat melemah lebih dari 17 persen akibat kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China.

Kondisi serupa juga tercermin di pasar Asia. Bursa saham di kawasan Asia dan Pasifik menguat pada perdagangan hari ini, mengikuti reli yang terjadi di Wall Street. Penguatan dipimpin oleh bursa saham Jepang, di mana indeks Nikkei 225 naik 1,43 persen dan Topix menguat 1,10 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,04 persem, dan Kosdaq menguat 0,89 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,43 persen, indeks CSI 300 China menguat 0,15 persen, dan indeks Taiex Taiwan naik 0,95 persen.

Meski mayoritas bursa Asia menguat, indeks Hang Seng Hong Kong justru melemah 1,87 persen.

Penguatan pasar saham global ini dipicu oleh meredanya ketegangan dagang antara AS dan China, setelah kedua negara sepakat untuk menangguhkan pemberlakuan tarif perdagangan selama 90 hari. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah positif untuk memulihkan kembali hubungan ekonomi dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Selain itu, investor juga mencermati perkembangan positif dari meredanya ketegangan antara India dan Pakistan, yang turut mendorong optimisme pasar terhadap stabilitas geopolitik di kawasan.

Sebelum libur, IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,07 persen ke level 6.831,92, namun masih disertai dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang cukup besar, yaitu sekitar Rp499 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BMRI, PNLF, ASII, GOTO, dan TLKM.

Secara teknikal, IHSG hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran support di level 6.800–6.820 dan resistance di kisaran 6.860–6.900.

Potensi technical rebound muncul sebagai respons terhadap perbaikan sentimen eksternal, namun pelaku pasar tetap disarankan mencermati arah aliran dana asing serta potensi volatilitas di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bersiap Naik Tinggi Hari Ini, Cek Saham Pilihan

IHSG Bersiap Naik Tinggi Hari Ini, Cek Saham Pilihan

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 08:29 WIB

Mau Dilamar Grab, GOTO Pilih 'Gembok' Saham untuk Karyawan: Sinyal Kuat?

Mau Dilamar Grab, GOTO Pilih 'Gembok' Saham untuk Karyawan: Sinyal Kuat?

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:30 WIB

Saham Nissan Justru Terbang Tinggi Meski Ingin PHK 10.000 Orang

Saham Nissan Justru Terbang Tinggi Meski Ingin PHK 10.000 Orang

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:18 WIB

Terkini

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB