Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:30 WIB
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?
Masyarakat lebih mementingkan manfaat kesehatan dibandingkan praktik pertanian berkelanjutan (dok. Unsplash/Yulian Alexeyev)

Suara.com - Pertanian menyumbang sekitar 17 persen emisi gas rumah kaca (GRK) global. Selama ini, upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan banyak dikaitkan dengan pengurangan emisi dan perubahan iklim.

Namun, seorang peneliti menilai pendekatan tersebut belum tentu menjadi alasan utama yang mendorong petani maupun konsumen untuk berubah.

Peneliti dari Brown's Institute for Environment and Society sekaligus School of Public Health, Meredith Niles, mengatakan manfaat kesehatan justru dapat menjadi pesan yang lebih efektif dalam memperluas penerapan pertanian berkelanjutan.

Menurut Niles, konsumen umumnya memilih produk pangan karena alasan kesehatan atau cara makanan tersebut diproduksi, bukan karena faktor keberlanjutan. Ia menyebut hanya sekitar empat persen konsumen yang membeli produk dengan pertimbangan utama pada aspek lingkungan.

"Banyak pembeli mengatakan mereka peduli terhadap lingkungan. Akan tetapi, orang lebih mempertimbangkan apakah makanan itu sehat dan berapa harganya," ujar Niles.

Temuan serupa juga terlihat pada peternak sapi perah. Dalam penelitiannya, mayoritas peternak lebih mengutamakan kesehatan ternak dan produktivitas dibandingkan target pengurangan emisi karbon.

Menurut Niles, kondisi itu bukan berarti petani mengabaikan lingkungan, melainkan karena mereka harus memprioritaskan aspek yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha.

Karena itu, ia menilai komunikasi mengenai pertanian berkelanjutan perlu didesain ulang dengan menempatkan manfaat kesehatan sebagai pesan utama, tanpa menghilangkan manfaatnya bagi lingkungan.

Niles mencontohkan penerapan sistem alternate wetting and drying (AWD) atau pengeringan dan pembasahan bergantian pada budidaya padi. Selain menghemat penggunaan air, metode ini berpotensi mengurangi kandungan logam berat, seperti arsenik, timbal, dan kadmium, pada beras.

baca juga

Di sisi lain, praktik tersebut juga membantu menekan emisi metana dari lahan sawah hingga sekitar 50 persen. Sawah yang terus-menerus tergenang air menjadi salah satu sumber emisi metana akibat aktivitas mikroorganisme di dalam tanah.

Selain itu, emisi dari penggunaan pupuk nitrogen dapat dikurangi melalui metode no-till farming, yaitu teknik menanam tanpa membajak seluruh lahan. Cara ini membantu mengurangi pelepasan dinitrogen oksida, gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih besar dibandingkan karbon dioksida.

Menurut Niles, pemerintah juga perlu memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang diproduksi secara berkelanjutan, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah.

"Selain mempromosikan beras ramah iklim, kita juga perlu menjelaskan bahwa praktik tersebut bermanfaat bagi kesehatan manusia karena berpotensi mengurangi kandungan logam berat dalam beras," ujar Niles.

Ia menilai mengaitkan pertanian berkelanjutan dengan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pangan yang lebih sehat, dapat menjadi cara yang lebih efektif untuk mendorong perubahan perilaku dibandingkan hanya mengedepankan narasi perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:28 WIB

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:33 WIB

Alarm BMKG! 90% Wilayah Jabar Diprediksi Dilanda Kemarau Kering

Alarm BMKG! 90% Wilayah Jabar Diprediksi Dilanda Kemarau Kering

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×