Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Danantara Mau Suntik Modal ke Garuda Indonesia yang 'Tergelincir' Rugi Rp1,2 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 18 Mei 2025 | 14:41 WIB
Danantara Mau Suntik Modal ke Garuda Indonesia yang 'Tergelincir' Rugi Rp1,2 Triliun
Maskapai Garuda Indonesia terparkir di terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (12/12).

Suara.com - BPI Danantara dikabarkan akan memberikan bantuan modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di tengah situasi kesulitan keuangan yang dialami maskapai plat merah itu.

Mengutip laporan Bloomberg, sumber yang mengetahui detail informasi ini mengungkapkan bahwa pembahasan antara kedua belah pihak masih berada di tahap awal. Artinya, belum ada keputusan final yang diketok palu, dan besaran suntikan modal yang mungkin dikucurkan pun masih dalam tahap penggodokan.

Baik pihak Garuda Indonesia maupun Danantara hingga kini masih enggan memberikan komentar resmi terkait spekulasi yang beredar kencang ini.

Kabar ini muncul di saat Garuda Indonesia masih berjuang memulihkan diri dari tekanan keuangan. Setelah sempat mencatatkan angin segar berupa laba selama dua tahun berturut-turut pascapandemi, maskapai kebanggaan bangsa ini kembali terjerumus dalam kerugian bersih pada tahun 2024.

Danantara dikabarkan tengah bersiap untuk menggebrak pasar saham dengan rencana buyback (pembelian kembali) saham bank-bank BUMN.
Danantara dikabarkan tengah bersiap untuk menggebrak pasar saham dengan rencana buyback (pembelian kembali) saham bank-bank BUMN.

Sebelumnya, potret suram kondisi keuangan Garuda Indonesia juga sempat terungkap melalui kabar bahwa setidaknya 15 pesawatnya tidak dapat beroperasi lantaran terganjal masalah pembayaran perawatan. Bahkan, beberapa pemasok dikabarkan mulai meminta pembayaran di muka untuk suku cadang dan layanan, sebagai respons atas kondisi finansial perusahaan yang belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini tercermin dalam laporan keuangan terbaru Garuda. Pada kuartal I tahun 2025, GIAA mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 75,93 juta, atau setara dengan Rp 1,2 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.524 per US$). Meskipun angka kerugian ini menunjukkan penurunan sebesar 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang mencapai US$ 86,82 juta, namun tetap menjadi lampu kuning bagi keberlanjutan operasional maskapai.

Di tengah kabar kurang sedap, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, mencoba memberikan perspektif yang lebih optimis. Ia mengungkapkan bahwa dari sisi keuangan, Garuda berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$ 162,27 juta pada kuartal I 2025. Capaian ini melonjak signifikan sebesar 87,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.

Lebih lanjut, Wamildan menyoroti kinerja penerbangan tidak berjadwal atau charter yang meroket sebagai katalis penting dalam memperkuat fondasi bisnis Garuda. Pendapatan dari segmen charter tumbuh fantastis sebesar 92,88 persen dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya (YoY). Pertumbuhan positif ini terutama didorong oleh peningkatan trafik pada pasar charter Umrah, yang menjadi fokus strategi Garuda Indonesia tahun ini.

Pendapatan pangsa pasar charter Garuda Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar US$ 37,9 juta, ditopang oleh lonjakan trafik penumpang charter sebesar 104 persen menjadi 24.618 penumpang dengan 69 penerbangan yang didominasi oleh jemaah Umrah.

baca juga

Wamildan juga mengungkapkan langkah agresif Garuda dalam mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target ambisius mencapai 100 pesawat hingga akhir tahun 2025. Selain itu, Garuda terus menjalankan program transformasi berkelanjutan yang mencakup refocusing anggaran, optimalisasi armada, serta peningkatan level of service.

Di sisi internal organisasi, berbagai pembaruan dilakukan, termasuk pelatihan awak pesawat berbasis kinerja, sistem tunjangan yang lebih kompetitif, serta tata kelola dan strategi human capital yang selaras dengan praktik industri penerbangan global.

"Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang," pungkas Wamildan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR Terbaru dan Syaratnya

Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR Terbaru dan Syaratnya

Bri | Minggu, 18 Mei 2025 | 14:11 WIB

Syarat Pengajuan KUR BRI Offline Terbaru 2025

Syarat Pengajuan KUR BRI Offline Terbaru 2025

Bri | Minggu, 18 Mei 2025 | 11:24 WIB

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 4,14 Triliun

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:31 WIB

Terkini

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:29 WIB

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:15 WIB

×