Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Danantara Mau Suntik Modal ke Garuda Indonesia yang 'Tergelincir' Rugi Rp1,2 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 18 Mei 2025 | 14:41 WIB
Danantara Mau Suntik Modal ke Garuda Indonesia yang 'Tergelincir' Rugi Rp1,2 Triliun
Maskapai Garuda Indonesia terparkir di terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (12/12).

Suara.com - BPI Danantara dikabarkan akan memberikan bantuan modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di tengah situasi kesulitan keuangan yang dialami maskapai plat merah itu.

Mengutip laporan Bloomberg, sumber yang mengetahui detail informasi ini mengungkapkan bahwa pembahasan antara kedua belah pihak masih berada di tahap awal. Artinya, belum ada keputusan final yang diketok palu, dan besaran suntikan modal yang mungkin dikucurkan pun masih dalam tahap penggodokan.

Baik pihak Garuda Indonesia maupun Danantara hingga kini masih enggan memberikan komentar resmi terkait spekulasi yang beredar kencang ini.

Kabar ini muncul di saat Garuda Indonesia masih berjuang memulihkan diri dari tekanan keuangan. Setelah sempat mencatatkan angin segar berupa laba selama dua tahun berturut-turut pascapandemi, maskapai kebanggaan bangsa ini kembali terjerumus dalam kerugian bersih pada tahun 2024.

Danantara dikabarkan tengah bersiap untuk menggebrak pasar saham dengan rencana buyback (pembelian kembali) saham bank-bank BUMN.
Danantara dikabarkan tengah bersiap untuk menggebrak pasar saham dengan rencana buyback (pembelian kembali) saham bank-bank BUMN.

Sebelumnya, potret suram kondisi keuangan Garuda Indonesia juga sempat terungkap melalui kabar bahwa setidaknya 15 pesawatnya tidak dapat beroperasi lantaran terganjal masalah pembayaran perawatan. Bahkan, beberapa pemasok dikabarkan mulai meminta pembayaran di muka untuk suku cadang dan layanan, sebagai respons atas kondisi finansial perusahaan yang belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini tercermin dalam laporan keuangan terbaru Garuda. Pada kuartal I tahun 2025, GIAA mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 75,93 juta, atau setara dengan Rp 1,2 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.524 per US$). Meskipun angka kerugian ini menunjukkan penurunan sebesar 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang mencapai US$ 86,82 juta, namun tetap menjadi lampu kuning bagi keberlanjutan operasional maskapai.

Di tengah kabar kurang sedap, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, mencoba memberikan perspektif yang lebih optimis. Ia mengungkapkan bahwa dari sisi keuangan, Garuda berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$ 162,27 juta pada kuartal I 2025. Capaian ini melonjak signifikan sebesar 87,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.

Lebih lanjut, Wamildan menyoroti kinerja penerbangan tidak berjadwal atau charter yang meroket sebagai katalis penting dalam memperkuat fondasi bisnis Garuda. Pendapatan dari segmen charter tumbuh fantastis sebesar 92,88 persen dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya (YoY). Pertumbuhan positif ini terutama didorong oleh peningkatan trafik pada pasar charter Umrah, yang menjadi fokus strategi Garuda Indonesia tahun ini.

Pendapatan pangsa pasar charter Garuda Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar US$ 37,9 juta, ditopang oleh lonjakan trafik penumpang charter sebesar 104 persen menjadi 24.618 penumpang dengan 69 penerbangan yang didominasi oleh jemaah Umrah.

Wamildan juga mengungkapkan langkah agresif Garuda dalam mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target ambisius mencapai 100 pesawat hingga akhir tahun 2025. Selain itu, Garuda terus menjalankan program transformasi berkelanjutan yang mencakup refocusing anggaran, optimalisasi armada, serta peningkatan level of service.

Di sisi internal organisasi, berbagai pembaruan dilakukan, termasuk pelatihan awak pesawat berbasis kinerja, sistem tunjangan yang lebih kompetitif, serta tata kelola dan strategi human capital yang selaras dengan praktik industri penerbangan global.

"Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang," pungkas Wamildan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR Terbaru dan Syaratnya

Cara Mengajukan Pinjaman BRI Non KUR Terbaru dan Syaratnya

Bri | Minggu, 18 Mei 2025 | 14:11 WIB

Syarat Pengajuan KUR BRI Offline Terbaru 2025

Syarat Pengajuan KUR BRI Offline Terbaru 2025

Bri | Minggu, 18 Mei 2025 | 11:24 WIB

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 4,14 Triliun

Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:31 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB