Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Profil Pemilik Rupiah Cepat, Pinjol Viral yang Disorot Publik Ternyata Dikuasai Asing

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2025 | 21:07 WIB
Profil Pemilik Rupiah Cepat, Pinjol Viral yang Disorot Publik Ternyata Dikuasai Asing
Rupiah Cepat (rupiahcepat.co.id)

Suara.com - Akhir-akhir ini, nama Pinjaman online atau pinjol Rupiah Cepat, sebuah platform P2P lending, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ini bermula dari unggahan seorang warganet di platform X (sebelumnya Twitter) yang mengaku menjadi korban penipuan. Modus yang dilaporkan cukup licik: data pribadi korban disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman di Rupiah Cepat.

Setelah dana pinjaman masuk ke rekening korban, oknum yang mengaku sebagai pihak Rupiah Cepat lantas meminta korban mengembalikan uang tersebut, dengan dalih adanya "kesalahan sistem." Merasa curiga, korban pun mendatangi kantor Rupiah Cepat untuk mencari kejelasan.

Namun, alih-alih mendapatkan solusi, korban justru diminta tetap melunasi pinjaman beserta bunga yang nominalnya hampir mencapai dua kali lipat dari pokok pinjaman. Kejadian penipuan ini sontak memicu gelombang pertanyaan dari warganet, salah satunya adalah: siapa sebenarnya pemilik Rupiah Cepat?

Siapa di Balik Rupiah Cepat?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk diketahui bahwa layanan pinjaman online Rupiah Cepat dioperasikan oleh PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI). Informasi ini bisa ditemukan di situs resmi Rupiah Cepat dan juga tercatat sebagai perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini berarti Rupiah Cepat bukanlah entitas ilegal, melainkan beroperasi dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Struktur Kepemilikan Saham PT KUFI: Dominasi Asing dan Peran Lokal

Dalam struktur kepemilikan PT KUFI, terdapat dua pemegang saham utama yang teridentifikasi:

  • Green Mobile Limited: Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini merupakan pemegang saham mayoritas, menguasai 85 persen saham Rupiah Cepat dengan nilai setara Rp12,75 miliar.
  • Yolanda Sunaryo: Sebagai pemegang saham minoritas, Yolanda Sunaryo memiliki 15 persen saham Rupiah Cepat, senilai Rp2,25 miliar.

Meskipun informasi mengenai Green Mobile Limited sangat terbatas di ranah publik, keberadaan investor asing dalam perusahaan fintech di Indonesia bukanlah hal baru. Ini menunjukkan adanya minat dan kepercayaan investor internasional terhadap potensi pasar fintech di tanah air.

Mengenal Yolanda Sunaryo: Sosok di Balik Layar dengan Latar Belakang Hukum dan Fintech

Yolanda Sunaryo, sebagai pemegang saham minoritas, memiliki profil yang cukup menarik dan relevan di industri fintech. Ia adalah seorang profesional dengan latar belakang yang kuat di bidang hukum.

Yolanda meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Trisakti pada tahun 2013, dan kemudian melanjutkan studi magisternya di Universitas Pelita Harapan, lulus dengan gelar Master of Notary Public pada tahun 2017.

Perjalanan karier Yolanda juga menunjukkan keterlibatannya yang mendalam dalam ekosistem fintech:

  • Asosiasi FinTech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI): Sejak September 2020 hingga Juni 2024, Yolanda menjabat sebagai Deputy Head of Cash Loan Division di AFPI, sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi pelaku usaha P2P lending di Indonesia. Perannya di AFPI tentu memberinya wawasan luas tentang regulasi dan praktik terbaik di industri ini.
  • Direktur Rupiah Cepat: Pada November 2020, Yolanda menduduki posisi Direktur di Rupiah Cepat.
  • Pendiri Startup Rahasia: Pada April 2021, ia juga diketahui mendirikan sebuah stealth mode startup company, yang mengindikasikan keterlibatannya dalam inovasi dan pengembangan bisnis baru di ranah teknologi.
  • Perubahan Peran di Rupiah Cepat: Pada Maret 2024, Yolanda beralih dari posisi Direktur menjadi Chief Business Legal and Compliance Officer di Rupiah Cepat. Meskipun demikian, ia tetap menjadi pemegang saham minoritas PT KUFI.

Perpindahan peran ini mengindikasikan fokus Rupiah Cepat pada aspek hukum dan kepatuhan, yang sangat krusial dalam industri fintech yang diatur ketat. Kehadiran Yolanda dengan latar belakang hukumnya menunjukkan komitmen perusahaan untuk beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Jajaran Direksi dan Komisaris PT Kredit Utama Fintech Indonesia

Selain pemegang saham, struktur kepemimpinan PT KUFI juga diperkuat oleh jajaran direksi dan komisaris yang memiliki pengalaman relevan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Melaporkan Pinjol yang Memeras dan Mengancam Nasabah

Cara Melaporkan Pinjol yang Memeras dan Mengancam Nasabah

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 20:35 WIB

Stop Pinjol Ilegal! Mending Ajukan Pinjaman ke BRI Ceria, Syaratnya Mudah!

Stop Pinjol Ilegal! Mending Ajukan Pinjaman ke BRI Ceria, Syaratnya Mudah!

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:13 WIB

KPPU Curigai Bunga Pinjol, OJK: Bedakan dengan Ilegal

KPPU Curigai Bunga Pinjol, OJK: Bedakan dengan Ilegal

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:45 WIB

Pinjol Langsung Cair Tanpa KTP, Awas Risiko dan Tidak Berizin OJK

Pinjol Langsung Cair Tanpa KTP, Awas Risiko dan Tidak Berizin OJK

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 07:22 WIB

Sengaja Kabur dari Pinjaman dan Galbay, Awas Risikonya di Masa Depan

Sengaja Kabur dari Pinjaman dan Galbay, Awas Risikonya di Masa Depan

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 19:21 WIB

Debt Collector Dilarang Teror Penagihan Utang, Ini Aturan Pinjol Terbaru

Debt Collector Dilarang Teror Penagihan Utang, Ini Aturan Pinjol Terbaru

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 07:16 WIB

Terkini

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB