IBC Keluarkan Resep Jitu Bangun Sektor Keuangan Nasional Demi Pertumbuhan Ekonomi

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Mei 2025 | 14:02 WIB
IBC Keluarkan Resep Jitu Bangun Sektor Keuangan Nasional Demi Pertumbuhan Ekonomi
Indonesian Business Council (IBC) baru saja meluncurkan riset terobosan yang tak hanya sekadar laporan, melainkan sebuah cetak biru ambisius untuk membangun sektor keuangan Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan efisien. (Foto: Fadil_Suara.com).

Suara.com - Indonesian Business Council (IBC) baru saja meluncurkan riset terobosan yang tak hanya sekadar laporan, melainkan sebuah cetak biru ambisius untuk membangun sektor keuangan Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan efisien.

Riset ini, yang dibingkai dalam delapan makalah komprehensif, menawarkan rekomendasi kebijakan krusial demi memuluskan jalan menuju pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang kuat dan merata.

Sofyan Djalil, Chief Executive Officer IBC, tak ragu menyatakan bahwa Indonesia kini membutuhkan sistem keuangan yang lebih likuid, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan riil perekonomian.

"Jika ingin perekonomian tumbuh pesat, kita harus punya itu," tegas Sofyan dalam acara peluncuran riset dan rekomendasi kebijakan "Pembangunan Sektor Keuangan untuk Pertumbuhan yang Kuat dan Merata" di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Ia menyoroti sejumlah kendala yang masih membayangi: tingkat likuiditas di Indonesia yang masih rendah, biaya pendanaan yang cukup tinggi, serta koordinasi lintas lembaga dan pengembangan instrumen jangka panjang yang terbatas. Oleh karena itu, reformasi kelembagaan dinilai mutlak untuk memastikan lembaga keuangan memiliki mandat yang jelas dan tata kelola yang mumpuni.

Dalam rekomendasi kebijakan andalannya, IBC mengusulkan agar Kementerian Keuangan diberikan peran yang lebih kuat sebagai "dirigen" dalam pengembangan sektor keuangan. Kementerian ini diharapkan mampu memimpin koordinasi lintas lembaga, melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia (BI), demi terciptanya sinergi yang harmonis.

Sofyan menekankan pentingnya penyusunan peta jalan tunggal lintas lembaga yang melibatkan seluruh pihak kunci tersebut. Tujuannya jelas: agar upaya penguatan sektor keuangan menjadi lebih terarah, efektif, dan tak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Sektor keuangan yang ideal, menurut IBC, harus memiliki kedalaman yang baik, artinya dana beredar cukup tinggi dan sistem keuangan sangat likuid. Dengan sistem semacam itu, siapapun bisa mengakses produk-produk keuangan, terutama untuk kebutuhan permodalan. Tak hanya itu, efisiensi pada sektor keuangan akan memicu daya saing dalam layanan, yang pada gilirannya akan mendorong tingkat bunga yang lebih rendah, sehingga lebih terjangkau bagi pelaku usaha dan masyarakat.

IBC menyambut baik langkah pemerintah yang baru-baru ini membentuk Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan di bawah Kementerian Keuangan. Ini dinilai sebagai langkah awal penting untuk menghadirkan kepemimpinan dan mendorong harmonisasi kebijakan keuangan nasional.

baca juga

Prayoga Wiradisuria, Direktur Kebijakan dan Program IBC, optimistis bahwa dengan adanya lembaga yang fokus pada pengembangan sektor keuangan, inovasi instrumen keuangan akan berkembang pesat. Ia menyebutkan beberapa contoh instrumen yang potensial, seperti project finance bonds untuk pendanaan proyek infrastruktur, Real Estate Investment Trusts (REITs) untuk mendorong investasi hunian, hingga municipal bonds untuk pembiayaan fasilitas infrastruktur daerah.

"Pada saat yang sama, upaya ini bisa membuka ruang investasi yang lebih luas bagi dana pensiun dan asuransi. Beragam instrumen keuangan ini akan meningkatkan likuiditas dan kedalaman sektor keuangan," pungkas Prayoga.

Riset dan rekomendasi IBC ini menjadi suara lantang dari dunia usaha yang berharap sektor keuangan Indonesia mampu bertransformasi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, merata, dan berkelanjutan. Akankah rekomendasi-rekomendasi ini menjadi kenyataan dan membawa sektor keuangan Indonesia ke babak baru kejayaan? Kita tunggu saja implementasinya.

Dalam risetnya, IBC membahas delapan isu yang harus diperbaiki serta rekomendasi agar tercipta sektor keuangan yang kuat. Delapan isu tersebut masing-masing adalah:

1. Inovasi Produk Keuangan untuk Meningkatkan Opsi Pembiayaan
2. Meningkatkan Akses Kredit untuk UMKM melalui Agunan Aset dan Sistem Informasi
Kredit
3. Meningkatkan Efisiensi Keuangan melalui Konsolidasi Perbankan
4. Menavigasi Strategi untuk Meningkatkan Sovereign Rating
5. Menyeimbangkan Level Playing-field Perpajakan antara Sektor Keuangan dan Non Keuangan
6. Mengelola Kredit Bermasalah (Non Performing Loan) melalui Manajemen Aset
7. Memperluas Cakupan Keuangan melalui Program Reformasi
8. Memanfaatkan Potensi Pembiayaan Hijau

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Warisan Cara Industri Asuransi Hadapi Tarif Trump dan PHK

Program Warisan Cara Industri Asuransi Hadapi Tarif Trump dan PHK

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 05:51 WIB

Jasindo Raup Laba Rp 67,81 Miliar Hingga April 2025

Jasindo Raup Laba Rp 67,81 Miliar Hingga April 2025

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:47 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Merosot, Bank Mandiri: Itu Masih Sehat

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Merosot, Bank Mandiri: Itu Masih Sehat

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:40 WIB

×