Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Mei 2025 | 16:22 WIB
Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap
Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa kajian Ini bukan sekadar riset biasa, melainkan upaya strategis pihaknya untuk memperdalam pasar modal dan mengundang perusahaan kakap untuk bergabung.

"Saat ini kami tengah melakukan kajian terkait potensi Initial Public Offering (IPO) di Indonesia," kata Nyoman melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Menurut dia, kajian kali ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para raksasa korporasi yang namanya masih tersimpan rapat. Tujuannya, pertama untuk mengidentifikasi sektor-sektor mana saja yang paling potensial untuk IPO dan, kedua, memahami mengapa perusahaan-perusahaan besar ini belum memanfaatkan pasar modal sebagai opsi pendanaan.

"Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, kami sampaikan bahwa BEI secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini dilakukan secara anonim guna menjaga objektivitas serta independensi proses," kata Nyoman.

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah apa saja masukan yang diberikan oleh para grup usaha besar ini? Apakah mayoritas terkait ketentuan free float atau ada isu lain yang lebih fundamental? Sayangnya, BEI masih merahasiakan detailnya.

"Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk diantaranya mencakup grup usaha dari berbagai sektor yang saat ini masih belum menggunakan pasar modal sebagai opsi pendanaan maupun perusahaan yang telah IPO guna mengetahui pengalaman IPO mereka dan memetakan hal-hal yang menjadi masukan bagi kami dari atas proses yang telah dilakukan pada saat mereka IPO," jelas Nyoman.

Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, BEI menegaskan bahwa mereka secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini, kata BEI, dilakukan secara anonim demi menjaga objektivitas dan independensi.

"Namun demikian, sehubungan dengan proses kajian yang masih berlangsung, kami belum dapat menyampaikan informasi maupun kesimpulan terkait hal tersebut. Masukkan yang kami terima tentu sangat beragam mulai dari terkait peraturan, proses, hingga ekosistem pasar modal secara menyeluruh yang mendukung proses IPO di Indonesia," tambah dia.

baca juga

Meskipun detail spesifik tentang free float belum bisa diungkap, dapat diasumsikan bahwa isu ini, bersama dengan aspek regulasi lainnya, proses pencatatan, dan infrastruktur pasar modal secara keseluruhan, menjadi poin-poin penting dalam diskusi. Para pelaku usaha tentu mengharapkan regulasi yang fleksibel, proses yang efisien, dan ekosistem yang kondusif untuk menarik investasi dan meningkatkan valuasi perusahaan mereka.

BEI menegaskan bahwa seluruh masukan yang diterima dianggap sebagai data berharga untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen BEI untuk tidak hanya mendorong jumlah IPO, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pasar modal Indonesia.

"Setelah proses kajian ini selesai, kami akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut," janji Nyoman.

Menurut dia, transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan investor dan pelaku pasar, serta memastikan bahwa kebijakan yang akan dirumuskan nantinya benar-benar berbasis data dan mengakomodasi kebutuhan pasar.

BEI kata Nyoman akan senantiasa berkomitmen untuk menyusun kebijakan yang berbasis data dan masukan dari pemangku kepentingan agar dapat menjawab tantangan pasar secara tepat dan mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 08:04 WIB

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Your Say | Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:26 WIB

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

×