Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Mei 2025 | 16:22 WIB
Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap
Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa kajian Ini bukan sekadar riset biasa, melainkan upaya strategis pihaknya untuk memperdalam pasar modal dan mengundang perusahaan kakap untuk bergabung.

"Saat ini kami tengah melakukan kajian terkait potensi Initial Public Offering (IPO) di Indonesia," kata Nyoman melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Menurut dia, kajian kali ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para raksasa korporasi yang namanya masih tersimpan rapat. Tujuannya, pertama untuk mengidentifikasi sektor-sektor mana saja yang paling potensial untuk IPO dan, kedua, memahami mengapa perusahaan-perusahaan besar ini belum memanfaatkan pasar modal sebagai opsi pendanaan.

"Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, kami sampaikan bahwa BEI secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini dilakukan secara anonim guna menjaga objektivitas serta independensi proses," kata Nyoman.

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah apa saja masukan yang diberikan oleh para grup usaha besar ini? Apakah mayoritas terkait ketentuan free float atau ada isu lain yang lebih fundamental? Sayangnya, BEI masih merahasiakan detailnya.

"Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk diantaranya mencakup grup usaha dari berbagai sektor yang saat ini masih belum menggunakan pasar modal sebagai opsi pendanaan maupun perusahaan yang telah IPO guna mengetahui pengalaman IPO mereka dan memetakan hal-hal yang menjadi masukan bagi kami dari atas proses yang telah dilakukan pada saat mereka IPO," jelas Nyoman.

Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, BEI menegaskan bahwa mereka secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini, kata BEI, dilakukan secara anonim demi menjaga objektivitas dan independensi.

"Namun demikian, sehubungan dengan proses kajian yang masih berlangsung, kami belum dapat menyampaikan informasi maupun kesimpulan terkait hal tersebut. Masukkan yang kami terima tentu sangat beragam mulai dari terkait peraturan, proses, hingga ekosistem pasar modal secara menyeluruh yang mendukung proses IPO di Indonesia," tambah dia.

baca juga

Meskipun detail spesifik tentang free float belum bisa diungkap, dapat diasumsikan bahwa isu ini, bersama dengan aspek regulasi lainnya, proses pencatatan, dan infrastruktur pasar modal secara keseluruhan, menjadi poin-poin penting dalam diskusi. Para pelaku usaha tentu mengharapkan regulasi yang fleksibel, proses yang efisien, dan ekosistem yang kondusif untuk menarik investasi dan meningkatkan valuasi perusahaan mereka.

BEI menegaskan bahwa seluruh masukan yang diterima dianggap sebagai data berharga untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen BEI untuk tidak hanya mendorong jumlah IPO, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pasar modal Indonesia.

"Setelah proses kajian ini selesai, kami akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut," janji Nyoman.

Menurut dia, transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan investor dan pelaku pasar, serta memastikan bahwa kebijakan yang akan dirumuskan nantinya benar-benar berbasis data dan mengakomodasi kebutuhan pasar.

BEI kata Nyoman akan senantiasa berkomitmen untuk menyusun kebijakan yang berbasis data dan masukan dari pemangku kepentingan agar dapat menjawab tantangan pasar secara tepat dan mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 08:04 WIB

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Your Say | Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:26 WIB

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:06 WIB

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:04 WIB

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:02 WIB

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:01 WIB

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa

Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan

4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:58 WIB

Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas

Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:54 WIB

Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:52 WIB

×