Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Emiten Kemasan Ini Punya Fasilitas Pabrik Hybrid Terbaru

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:26 WIB
Emiten Kemasan Ini Punya Fasilitas Pabrik Hybrid Terbaru
Emiten kemasan PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (Indopoly) meresmikan lini produksi hybrid BOPP/BOPE terbarunya di pabrik yang berlokasi di Indonesia dan pertama di Asia Tenggara. (Foto Ist).

Suara.com - Emiten kemasan PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (Indopoly) meresmikan lini produksi hybrid BOPP/BOPE terbarunya.

Ini bukan sekadar penambahan kapasitas biasa, melainkan sebuah investasi strategis dalam menyediakan kemasan berteknologi tinggi, berkualitas premium, dan ramah lingkungan untuk pasar global.

Presiden Direktur Indopoly Henry Halim menjelaskan bahwa lini hybrid tersebut memungkinkan perseroan memproduksi film Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) dan Biaxially Oriented Polyethylene (BOPE) secara bergantian.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi perusahaan untuk melayani segmen pasar high-end yang memiliki kebutuhan spesifik akan produk film berkualitas tinggi dengan barrier kuat (kemampuan melindungi produk dari kelembapan dan gas) serta tentunya, ramah lingkungan.

"Ini adalah jawaban Indopoly terhadap tren global yang semakin menuntut solusi kemasan yang lebih hijau," kata Henry dalam keterangannya dikutip Kamis (22/5/2025).

Saat ini, Indopoly telah memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 140.000 ton film fleksibel, yang mencakup Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP), Biaxially Oriented Polyester (BOPET), dan Biaxially Oriented Polyethylene (BOPE).

Dengan beroperasinya lini produksi hybrid terbaru ini, kapasitas produksi Indopoly akan melompat sebesar 25.000 ton per tahun, sehingga secara konsolidasi, total kapasitas produksi Indopoly kini mencapai angka 165.000 ton per tahun. Peningkatan signifikan ini tentunya akan memperkuat kemampuan Indopoly dalam memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh.

Henry juga mengungkapkan adanya investasi pada mesin metalizing canggih lini kelima di Indonesia. Mesin ini dirancang untuk menambah kapasitas film metalized Perseroan sebesar 11.000 ton per tahun, sehingga total kapasitas film metalized Indopoly kini mencapai 65.000 ton per tahun. Ini menunjukkan bahwa Indopoly tidak hanya fokus pada bahan dasar, tetapi juga pada proses finishing yang meningkatkan nilai tambah produk kemasan.

"Investasi kedua mesin terbaru ini membuat kami mampu untuk memproduksi tipe-tipe film baru yaitu BOPE film, yang termasuk dalam keluarga polyolefin seperti halnya film BOPP. Dengan kombinasi struktur dari kedua kategori film BOPP dan BOPE akan mempermudah proses daur ulang tanpa mengorbankan barrier maupun visualnya," jelas Henry.

baca juga

Inovasi ini adalah game-changer dalam industri kemasan yang berupaya mencari solusi daur ulang yang lebih efisien. Kemampuan memproduksi film BOPE dengan kombinasi struktur yang memudahkan daur ulang, tanpa mengurangi kualitas perlindungan atau tampilan visual kemasan, adalah langkah maju yang signifikan.

Henry menambahkan, Indopoly juga kini dapat memproduksi Alox film. "Dimana lapisan aluminium tipis transparan yang ramah lingkungan pada film ini dapat meminimalkan penggunaan aluminium foil tradisional dan secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap kelembapan dan gas sehingga menjadikannya satu-satunya bahan kemasan fleksibel dengan high-barrier yang memungkinkan konsumen melihat produk di dalam kemasan," papar Henry.

Visi Indopoly tidak hanya terpaku pada produksi. Henry Halim menegaskan bahwa Perseroan terus mendorong peningkatan penjualan ekspor dan domestik. Selain itu, Indopoly juga secara aktif mengakselerasi penerapan inisiatif Industri 4.0 guna mengoptimalkan efisiensi di seluruh lini produksi. Ini menunjukkan komitmen Indopoly untuk tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui otomatisasi dan digitalisasi proses produksi.

Komitmen Indopoly untuk menjadi mitra terbaik dalam memberikan total packaging solutions bagi para pelanggan di seluruh dunia juga semakin kuat. Hal ini dilakukan melalui penyediaan produk berkualitas tinggi yang telah memenuhi standar internasional, serta layanan purna jual yang prima. Dengan segala inovasi dan peningkatan kapasitas ini, Indopoly siap mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri kemasan fleksibel di Asia Tenggara, sekaligus menjadi pelopor dalam mewujudkan masa depan kemasan yang lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menelisik Kinerja Emiten Kongsian Aguan dan Salim

Menelisik Kinerja Emiten Kongsian Aguan dan Salim

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 16:26 WIB

Emiten PANI Jual Hunian Mewah Rp38 Juta Per Meter

Emiten PANI Jual Hunian Mewah Rp38 Juta Per Meter

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 11:21 WIB

Nissan Berencana Tutup Pabrik di Jepang Demi Selamatkan Operasional Perusahaan

Nissan Berencana Tutup Pabrik di Jepang Demi Selamatkan Operasional Perusahaan

Otomotif | Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:28 WIB

Terkini

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Malang | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:22 WIB

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang  Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:58 WIB

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:51 WIB

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:49 WIB

×