Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:11 WIB
Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya
Ilustrasi emas. Harga emas dunia berpotensi berada di level terendah karena terkoreksi. (Freepik)

Suara.com - Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi meramal harga emas dunia berpotensi berada di level terendah. 

Hal ini setelah harga emas dunia Jumat 23 Mei 2025 sore kemarin mengalami koreksi signifikan dan telah menyentuh level support pertama di USD 3.245 per troy ounce. 

Dia menilai bahwa penurunan tersebut belum berakhir, dengan potensi besar harga emas akan menembus level USD 3.185. Bila hal itu terjadi, maka harga terendah diprediksi di angka USD 3.150.

"Ada kemungkinan besar akan tembus di level 3.185. Kalau seandainya tembus di level 3.185, ada kemungkinan besar support terakhir itu adalah di 3.150. Itu level terendah kalau kita lihat secara teknikal," ujar Ibrahim kepada media yang dikutip, Sabtu 24 Mei 2025.

Ibrahim menjelaskan, ada sejumlah faktor global yang menyebabkan turunnya harga emas dunia.

Salah satunya adalah pernyataan pejabat Bank Sentral Amerika Serikat pada pekan lalu yang menyiratkan bahwa pemangkasan suku bunga masih akan tertunda dalam waktu yang lama.

"Pada saat pertemuan Bank Sentral Amerika dan pernyataan-pernyataan dari pejabat Bank Sentral Amerika di hari Jumat, mereka mengatakan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan besar masih cukup jauh," kata Ibrahim.

Selain itu, kondisi perang dagang yang belum sepenuhnya reda menjadi alasan kuat bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi.

Meskipun berbagai pihak, termasuk mantan Presiden Donald Trump, mengkritik sikap tersebut, Bank Sentral tetap bergeming.

Sementara itu, ketegangan geopolitik yang mereda di beberapa kawasan juga turut memberi tekanan pada harga emas.

Ibrahim menyoroti gencatan senjata antara Pakistan dan India setelah tiga hari bentrokan yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan PBB, serta kesepakatan dagang antara Amerika dan Tiongkok yang terjadi di Swiss.

"Amerika yang awalnya menerapkan biaya impor sebesar 145 persen berubah menjadi 30 persen, kemudian Tiongkok yang menerapkan biaya impor 125 persen hanya dikenakan 10 persen."

"Ini yang sebenarnya membuat Bank Sentral Amerika kemungkinan besar masih akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan di tahun 2025 kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga," ujarnya.

Ibrahim menyebut bahwa kesepakatan penurunan tarif impor tersebut justru berdampak negatif bagi harga emas, karena memicu aksi ambil untung atau taking profit oleh para pelaku pasar besar.

Namun, menurutnya aksi ambil untung atau profit taking ini bersifat sementara, karena investor besar masih menunggu gejolak geopolitik global kembali memanas terutama di Eropa dan Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Melorot Jelang Akhir Pekan, Jadi Rp 1.910.000/Gram

Harga Emas Antam Melorot Jelang Akhir Pekan, Jadi Rp 1.910.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Kembali Melesat, Kembali ke Rp 1,9 Juta/Gram

Harga Emas Antam Kembali Melesat, Kembali ke Rp 1,9 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 09:55 WIB

Harga Emas di Pegadaian Tiba-tiba Menguat Hari Ini, Cek Daftarnya

Harga Emas di Pegadaian Tiba-tiba Menguat Hari Ini, Cek Daftarnya

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:57 WIB

Terkini

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:04 WIB

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB