Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Sosok Pemilik AdaKami, Pinjaman Online dengan Pendapatan Hingga Lebih dari Rp1 T

M Nurhadi

Minggu, 25 Mei 2025 | 09:49 WIB
Sosok Pemilik AdaKami, Pinjaman Online dengan Pendapatan Hingga Lebih dari Rp1 T
Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega. [Dok. AdaKami]

Suara.com - Di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat, layanan pinjaman online (Pinjol) menjadi salah satu solusi keuangan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Salah satu platform pinjol yang cukup dikenal adalah AdaKami, yang dikelola oleh entitas perusahaan bernama PT Pembiayaan Digital Indonesia.

Meskipun telah memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejumlah keluhan dari nasabah terkait metode penagihan dan tindakan dari oknum penagih utang atau debt collector menjadi isu yang ramai diperbincangkan. Tidak hanya itu, persoalan mengenai besarnya bunga yang dibebankan kepada peminjam juga menuai banyak sorotan dari publik.

Dalam ulasan ini, kita akan membahas secara menyeluruh mengenai siapa sebenarnya pemilik AdaKami, latar belakang perusahaan yang menaunginya, serta bagaimana sistem pinjaman yang ditawarkan oleh platform ini.

Siapa Pemilik AdaKami?

Siapa Pemilik AdaKami? Ulasan Lengkap Profil Perusahaan dan Pinjamannya
Siapa Pemilik AdaKami? Ulasan Lengkap Profil Perusahaan dan Pinjamannya

Platform pinjaman online AdaKami dijalankan oleh PT Pembiayaan Digital Indonesia, yang berdiri pada tahun 2018. Perusahaan ini diprakarsai oleh seorang tokoh bisnis bernama Bernardino Moningka Vega, atau lebih dikenal dengan sapaan Dino. Lahir pada tahun 1962, Dino kini memegang posisi strategis sebagai Direktur Utama sekaligus CEO perusahaan tersebut.

Riwayat pendidikan Dino cukup mengesankan. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari University of Southern California pada tahun 1984, kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dengan meraih gelar MBA dari Providence College, Amerika Serikat. Pengalamannya di dunia korporasi pun terbilang luas.

Sebelum aktif di PT Pembiayaan Digital Indonesia, Dino pernah menduduki berbagai jabatan penting. Di antaranya adalah sebagai komisaris di PT Bahana TCW Investment Management selama periode 2004 hingga 2008. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang membidangi urusan hubungan internasional, serta menjadi Ketua Bidang Asia dan Pasifik pada tahun 2015.

Tidak berhenti di situ, Dino juga dipercaya menjadi Direktur Utama di PT Pembangkit Energi Mandiri, posisi yang masih dijalaninya hingga sekarang. Selain itu, ia juga terlibat sebagai anggota dewan direksi di PT Era Graha Realty sejak tahun 2019.

Dalam riwayat profesionalnya, Dino sempat menempati posisi Presiden Direktur di PT Humpuss Patragas, serta Direktur Pengembangan Bisnis di PT Humpuss. Ia juga pernah menjadi bagian dari PT Korpindo Konsultansi dan PT HUMPUSS Karbometil Selulosa.

Namun, berdasarkan sejumlah laporan, diketahui bahwa kepemilikan mayoritas AdaKami berada di tangan perusahaan asal Tiongkok bernama FinVolution Group, yang memegang saham sebesar 80%. Perusahaan raksasa ini pertama kali berdiri pada tahun 2007 dan sebelumnya dikenal sebagai PPDAI Group.

Pada tahun 2018, FinVolution menjadi salah satu dari 15 perusahaan teknologi finansial pertama yang terhubung dengan Baihang Zhengxin, yaitu platform laporan kredit nasional pertama di China. Kemudian, pada tahun 2019, mereka melakukan ekspansi ke Indonesia melalui investasi strategis serta mendapatkan lisensi dari OJK sebagai penyelenggara layanan pembiayaan berbasis teknologi.

Dalam proses transformasinya dari model peer-to-peer (P2P) lending menuju sistem fasilitasi pinjaman, perusahaan ini mengubah nama menjadi FinVolution Group dan mengganti kode sahamnya dari “PPDF” menjadi “FINV”. Hingga tahun 2021, performa operasional mereka mencatatkan rekor tertinggi dan memperluas jangkauan ke berbagai negara seperti Indonesia, Tiongkok, Singapura, dan Filipina.

Mengenal PT Pembiayaan Digital Indonesia dan Layanan Pinjamannya

Sebagai pemilik dan pengelola resmi AdaKami, PT Pembiayaan Digital Indonesia memperoleh izin dari OJK berdasarkan surat keputusan No. KEP-128/D.05/2019. Dengan status ini, perusahaan memiliki wewenang untuk memberikan layanan pinjaman digital secara legal dan diawasi oleh regulator.

Berdasarkan data dari situs resmi mereka, pendapatan yang diperoleh AdaKami mencapai lebih dari Rp1,24 triliun hingga akhir tahun 2022. Namun, tingginya angka pendapatan tersebut tidak lepas dari pengeluaran besar, termasuk biaya operasional dan beban pokok sebesar Rp854,9 miliar. Sementara itu, laba operasional mencapai Rp393,2 miliar, dan laba bersih tahun berjalan per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp170,3 miliar.

Dari sisi kekayaan perusahaan, total aset AdaKami pada akhir 2022 tercatat mencapai Rp617 miliar, yang terbagi dalam kategori aset lancar dan tidak lancar.

Dalam hal produk, AdaKami menyediakan berbagai jenis pinjaman online dengan nominal mulai dari Rp400 ribu hingga maksimal Rp80 juta. Pilihan tenor yang ditawarkan pun beragam, mulai dari harian (14, 21, 28 hari) hingga cicilan bulanan selama 2, 3, 6, hingga 12 bulan. Bagi pengguna baru, biasanya limit pinjaman yang disetujui akan lebih rendah, namun dapat meningkat jika riwayat pembayaran mereka baik.

Meskipun menjanjikan proses cepat dan mudah, pengguna disarankan tetap berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman seperti ini, terutama dengan memperhatikan besarnya bunga dan syarat ketentuan yang berlaku.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Joki Galbay Pinjol Bisa Lunasi Utang? Ini Peringatan OJK

Benarkah Joki Galbay Pinjol Bisa Lunasi Utang? Ini Peringatan OJK

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:22 WIB

Cara Mengajukan Pinjaman BCA Personal Loan Hingga Rp 100 Juta Tanpa Agunan

Cara Mengajukan Pinjaman BCA Personal Loan Hingga Rp 100 Juta Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 12:25 WIB

Profil Pemilik EasyCash, Perusahaan Pinjol Dapat Suntikan Dana Rp250 Miliar

Profil Pemilik EasyCash, Perusahaan Pinjol Dapat Suntikan Dana Rp250 Miliar

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:30 WIB

Marselino Ferdinan Kemungkinan Didepak Oxford United, Kenapa?

Marselino Ferdinan Kemungkinan Didepak Oxford United, Kenapa?

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:21 WIB

Rupiah Cepat Dipanggil OJK, Berikut Daftar 508 Pinjol Ilegal Terbaru

Rupiah Cepat Dipanggil OJK, Berikut Daftar 508 Pinjol Ilegal Terbaru

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:17 WIB

Indodana: Jajaran Direksi, Plafon, dan Siapa Pengendali Pinjolnya?

Indodana: Jajaran Direksi, Plafon, dan Siapa Pengendali Pinjolnya?

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 07:50 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB