Pengamat: Indonesia Sulit Tarik Investasi Jika Masih Ada Hambatan Ormas dan Kebijakan

Iwan Supriyatna

Senin, 02 Juni 2025 | 15:25 WIB
Pengamat: Indonesia Sulit Tarik Investasi Jika Masih Ada Hambatan Ormas dan Kebijakan
Ilustrasi investasi. [Ist]

Suara.com - Indonesia sudah menandatangani 12 kerja sama antara Indonesia dan China seusai Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (25/5/2025).

Dengan kerja sama tersebut, diharapkan akan semakin banyak investasi dari China yang akan masuk ke Indonesia.

Asal tahu saja, kehadiran Perdana Menteri Li Qiang turut membawa prospek kerja sama konkret, termasuk implementasi investasi senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp 162 triliun (asumsi kurs Rp 16.200 per dolar AS).

Beberapa di antaranya berada di sektor transportasi, klaster industri, hilirisasi mineral, hingga industri kimia. Proyek-proyek tersebut melibatkan kolaborasi perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan mitra asing.

Akan tetapi, upaya Pemerintahan Prabowo ini diprediksi akan sulit terjadi, apabila belum menyelesaikan hambatan investasi yang ada di Indonesia.

Pengamat Pertambangan dan Energi, Ferdy Hasiman mengatakan, selama persoalan investasi yang dihadapi investor seperti gangguan organisasi masyarakat (Ormas)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aturan perijinan yang tidak jelas, maka membuat investasi sulit direalisasikan di Indonesia.

"Percuma saja Presiden Prabowo kunjungi negara ke negara untuk yakinkan investor, jika tidak benahi birokrasi dan aturan main investasi di negeri ini. Karena, mereka (investor) ingin Indonesia itu harus ramah investor, malas yang gaduh-gaduh. Untuk itu, ego antar sektor kementerian dan keberadaan ormas atau LSM harus dihilangkan untuk mengejar tercapainya Asta Cita," ucap dia ditulis Senin (2/6/2025).

Masalah gangguan ormas/LSM pernah dihadapi beberapa perusahaan/investor di Indonesia, seperti tekanan ormas kepada perusahaan otomotif, BYD di Subang, pemalakan tender oleh anggota Kadin kepada Chengda Engineering Co, kontraktor dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Cilegon, Banten, permasalahan nikel yang dikelola Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah hingga permasalahan AMDAL yang dihadapi PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Dairi, Sumatera Utara.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia itu meminta pemerintah agar lebih serius untuk menyelesaikan hambatan-hambatan investasi, khususnya bagi investor China.

baca juga

"Pemerintah harus lebih tegas dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha asal China, apalagi China merupakan salah satu negara asal investasi terbesar di Indonesia," jelas dia.

Berdasarkan data BKPM, nilai investasi China daratan di Indonesia sebesar 8,1 miliar dolar AS selama 2024. Sedangkan, akumulasi investasi China daratan ke Indonesia sejak 2019 mencapai 36,4 miliar dolar AS.

Dia menambahkan, jangan sampai permasalahan yang dihadapi investor tidak dapat teratasi, sehingga membuat mereka menjadi takut untuk menanamkan modal di Indonesia. Selain itu, perlu aturan yang benar-benar dapat menguntungkan bersama, antara pemerintah dan investor.

"Sejak zaman Presiden Jokowi sampai sekarang, elit kerap main dengan hukum dan aturannya hanya untuk kepentingan mereka. Jadi aturan yang dibuat harus menguntungkan untuk banyak pihak, termasuk investor. Jangan regulasi dan birokrasi yang bertele-tele yang membuat investor memikirkan ulang untuk berinvestasi di Indonesia," pungkas dia.

Investasi adalah kunci membangun kekayaan jangka panjang. Dengan mengalokasikan dana ke berbagai aset seperti saham, obligasi, properti, atau reksa dana, Anda berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada hanya menyimpan uang di bank.

Penting untuk memahami profil risiko Anda dan melakukan riset sebelum berinvestasi. Diversifikasi portofolio, yaitu menyebar investasi ke berbagai aset, dapat membantu mengurangi risiko.

Investasi bukan hanya untuk orang kaya. Mulailah dengan jumlah kecil dan konsisten. Semakin cepat Anda memulai, semakin besar potensi pertumbuhan aset Anda berkat kekuatan compounding.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Ini Ungkap, Indonesia Masih Kalah Jauh dari China untuk Gunakan Energi Terbarukan

Fakta Ini Ungkap, Indonesia Masih Kalah Jauh dari China untuk Gunakan Energi Terbarukan

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 07:41 WIB

Anggota Ormas Grib Jaya Kembali Ditangkap Polisi, Kali Ini Gegara Edarkan Sabu di Cimahi dan Bandung

Anggota Ormas Grib Jaya Kembali Ditangkap Polisi, Kali Ini Gegara Edarkan Sabu di Cimahi dan Bandung

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:50 WIB

Kawasan Industri di Batam Dapat Sentuhan Langsung, Perlancar Arus Investasi

Kawasan Industri di Batam Dapat Sentuhan Langsung, Perlancar Arus Investasi

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:23 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×