Profil PT Maruwa, Perusahaan Tidak Bayar Pesangon PHK dan Pejabatnya Kabur ke Jepang

M Nurhadi

Rabu, 04 Juni 2025 | 10:23 WIB
Profil PT Maruwa, Perusahaan Tidak Bayar Pesangon PHK dan Pejabatnya Kabur ke Jepang
Pejabat PT Maruwa Indonesia

Suara.com - PT Maruwa Indonesia, sebuah perusahaan di Kawasan Bintang Industri II, Tanjunguncang, Batam, menghadapi situasi kritis setelah Komisaris Utama dan pemegang saham mayoritas, Yutaka Shibata, dilaporkan telah meninggalkan Indonesia bersama dua eksekutif Jepang lainnya. Fakta ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Batam dengan Kantor Imigrasi Batam pada Rabu, 28 Mei 2025.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam, Jefrico Daud Marturia, mengonfirmasi bahwa dari empat petinggi asing perusahaan, hanya satu yang masih berada di Indonesia. “Tiga sudah keluar wilayah Indonesia,” ungkap Jefrico.

Shibata sebelumnya menjadi pusat perhatian publik karena sikapnya yang pasif saat dikepung oleh para buruh yang menuntut hak-hak mereka. Namun, sebelum adanya proses hukum yang jelas, ia berhasil meninggalkan tanah air tanpa tindakan pencegahan.

Imigrasi Batam menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan langsung untuk mencegah kepergian tersebut. Berdasarkan Undang-Undang Keimigrasian, keputusan pencegahan hanya dapat dikeluarkan oleh Menteri atas permintaan dari aparat penegak hukum atau lembaga berwenang lainnya.

Profil PT Maruwa

PT Maruwa Indonesia, perusahaan yang telah beroperasi di Batam sejak tahun 1999 dalam bidang Flexible Printed Circuit (FPC), secara mendadak menghentikan aktivitas produksinya sejak awal April 2025. Penutupan operasional ini memunculkan pertanyaan mengenai sejarah dan perjalanan panjang induk perusahaan, Maruwa Corporation, yang memiliki akar kuat dalam industri manufaktur Jepang.

Maruwa Corporation didirikan pada tahun 1945 oleh Yoshiro Kanbe. Awalnya, perusahaan ini bergerak di bidang penjualan produk keramik porselen di kota Seto, Prefektur Aichi, Jepang. Produk-produk keramik tersebut tidak hanya diproduksi, tetapi juga diekspor, menandai awal ekspansi Maruwa ke pasar global.

Dekade 1960-an menjadi titik balik penting bagi Maruwa. Merespons perkembangan pesat kebutuhan pasar, Maruwa melakukan diversifikasi bisnisnya dan beralih fokus ke bidang komponen elektronik. Transisi ini mencakup produksi keramik khusus untuk peralatan komunikasi serta keramik untuk chip resistor. Langkah strategis ini menempatkan Maruwa di garis depan industri elektronik yang sedang berkembang pesat pada masa itu.

Pada tahun 1973, Yoshiki Kanbe, generasi kedua dari keluarga pendiri, mendirikan Maruwa Ceramic Co Ltd. Perusahaan baru ini menandai langkah lebih jauh dalam spesialisasi produksi, dengan fokus pada chip resistors. Seiring dengan peningkatan permintaan, Maruwa kemudian membangun pabrik di Aichi pada tahun 1981, memperkuat kapasitas produksinya.

baca juga

Dikutip dari Batamnews, penyebab utama di balik keterlambatan pembayaran gaji dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di PT Maruwa Indonesia: strategi akuisisi sepihak yang tidak berhasil.

Menurut Aris Sianturi, Manager Production Control PT Maruwa Indonesia, induk perusahaan, Maruwa Corporation yang berbasis di Malaysia, sebelumnya berencana mengakuisisi dua anak usahanya, yaitu Maruwa Malaysia dan Maruwa Indonesia. Namun, rencana ini tidak berjalan sesuai harapan. Hanya Maruwa Malaysia yang berhasil diakuisisi oleh investor dari Hong Kong, sementara unit di Batam justru ditinggalkan.

Akibat dari kegagalan akuisisi ini, pasokan bahan baku ke pabrik Batam terhenti secara total, menyebabkan proyek-proyek terganggu, dan pada akhirnya, ratusan karyawan kehilangan pekerjaan mereka. "Yang dijual cuma satu, padahal kami satu sistem produksi. Kami tidak bisa kerja tanpa material dari Malaysia," jelas Aris, menggambarkan ketergantungan operasional antara kedua unit perusahaan tersebut.

Aris juga mengungkapkan bahwa nilai aset perusahaan di Batam saat ini hanya sekitar Rp2 miliar, jauh di bawah total kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang mencapai Rp14 miliar. Karyawan menuntut agar dana yang diperoleh dari hasil penjualan perusahaan Maruwa Malaysia dapat digunakan untuk membayar hak-hak mereka yang tertunda.

Alih-alih memberikan solusi konkret atas tuntutan karyawan, pihak manajemen PT Maruwa Indonesia justru menunjuk dua likuidator, yaitu Nico Lambert dan Salmon. Pertemuan antara perwakilan karyawan dan tim likuidasi bahkan harus dikawal oleh aparat keamanan, yang semakin memperjelas kebuntuan komunikasi dan ketegangan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, menyayangkan kepergian para petinggi asing tersebut sebelum masalah tuntas. Ia menegaskan komitmen DPRD Batam untuk mengawal seluruh proses penyelesaian kasus ini. Tujuan utamanya adalah memastikan agar para pekerja tidak dirugikan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak dapat melepaskan diri dari kewajiban hukum mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Bank Danamon PHK Karyawan Tapi Tak Bayar Pesangon

Viral Bank Danamon PHK Karyawan Tapi Tak Bayar Pesangon

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:31 WIB

Laba Anjlok, Disney PHK Karyawan di Seluruh Dunia

Laba Anjlok, Disney PHK Karyawan di Seluruh Dunia

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:01 WIB

Job Fair Bekasi: Alarm Krisis Lapangan Kerja dan Potensi Kriminalitas?

Job Fair Bekasi: Alarm Krisis Lapangan Kerja dan Potensi Kriminalitas?

Liks | Senin, 02 Juni 2025 | 15:04 WIB

Kunjungi 5 Kota, Ten NCT Sukses Tutup Tur Solo Jepang Pertama 'Time Warp'

Kunjungi 5 Kota, Ten NCT Sukses Tutup Tur Solo Jepang Pertama 'Time Warp'

Your Say | Senin, 02 Juni 2025 | 15:02 WIB

Pendukung Jepang Dukung Timnas Indonesia Libas China

Pendukung Jepang Dukung Timnas Indonesia Libas China

Bola | Senin, 02 Juni 2025 | 12:30 WIB

Jepang Ketakutan Timnas Indonesia Naik Level

Jepang Ketakutan Timnas Indonesia Naik Level

Bola | Minggu, 01 Juni 2025 | 17:26 WIB

Terkini

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:20 WIB

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 13:18 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:13 WIB

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:11 WIB

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:07 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

×