BSU BPJS Ketenagakerjaan Cair Tahun 2026? Ini Faktanya

M Nurhadi

Rabu, 24 Desember 2025 | 19:02 WIB
BSU BPJS Ketenagakerjaan Cair Tahun 2026? Ini Faktanya
PosIND mengoptimalkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan menggunakan metode jemput bola

Suara.com - Bantuan Subsidi Upah (BSU) dirancang khusus untuk memperkuat daya beli buruh yang terdampak langsung oleh dinamika ekonomi global, seperti lonjakan inflasi maupun kelesuan pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, memasuki penghujung tahun, pertanyaan besar muncul di kalangan pekerja di kota-kota besar Indonesia: apakah bantuan dana tunai ini akan kembali dikucurkan pada tahun 2026 mendatang?

Status BSU dalam Kebijakan Pemerintah Saat Ini

Mengacu pada payung hukum Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2025, skema bantuan yang berjalan tahun ini memberikan kompensasi sebesar Rp300 ribu per bulan.

Penyaluran dilakukan secara sekaligus untuk periode dua bulan, sehingga setiap penerima mendapatkan total dana tunai senilai Rp600 ribu.

Terkait kelanjutannya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli telah memberikan sinyal dalam pernyataannya di Jakarta pada Juli 2025 lalu.

Ia menegaskan bahwa untuk kalender tahun 2025, subsidi ini hanya diberikan satu kali, yakni pada periode pencairan Juni dan Juli.

Hingga saat ini, otoritas ketenagakerjaan belum merilis informasi terbaru mengenai jadwal penyaluran tahap berikutnya. Pemerintah pusat terpantau masih mengkaji situasi sebelum menetapkan apakah program ini akan masuk dalam draf anggaran tahun depan.

Meskipun belum ada kepastian, peluang bagi para pekerja untuk mendapatkan BSU pada tahun 2026 masih terbuka lebar. Setidaknya terdapat empat indikator utama yang akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan nasib program ini:

baca juga
  1. Ketersediaan ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun depan menjadi faktor paling dominan.
  2. Jika tekanan inflasi masih tinggi dan daya beli masyarakat dianggap perlu intervensi langsung, pemerintah kemungkinan besar akan mengaktifkan kembali program BSU atau skema bantalan sosial serupa.
  3. Kelanjutan program sangat bergantung pada efektivitas penyaluran tahun 2025. Jika terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan, peluang perpanjangan program akan semakin kuat.
  4. Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto serta sinkronisasi dengan program perlindungan sosial lainnya akan menjadi penentu akhir arah kebijakan ini.

Kriteria dan Syarat Penerima Subsidi Upah

Sambil menunggu keputusan resmi untuk tahun depan, penting bagi para pekerja untuk memahami kriteria kelayakan sebagai calon penerima.

Berdasarkan aturan yang berlaku, subsidi ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan berikut:

Identitas Kewarganegaraan: Terdaftar secara resmi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kepemilikan NIK yang valid.

Status Kepesertaan: Terdaftar sebagai peserta aktif dalam program jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan.

Ambang Batas Penghasilan: Memiliki gaji atau upah bulanan maksimal sebesar Rp3,5 juta.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modus 'Orang Dalam' Korupsi BPJS, Komisi 25 Persen dari 340 Pasien Hantu

Modus 'Orang Dalam' Korupsi BPJS, Komisi 25 Persen dari 340 Pasien Hantu

News | Senin, 22 Desember 2025 | 22:03 WIB

Kejati Jakarta Tetapkan 2 Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jadi Tersangka Tindak Pidana Klaim Fiktif JKK

Kejati Jakarta Tetapkan 2 Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jadi Tersangka Tindak Pidana Klaim Fiktif JKK

News | Senin, 22 Desember 2025 | 21:00 WIB

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

News | Senin, 22 Desember 2025 | 06:10 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×