Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Cara Berhenti Dapat Penawaran Pinjol, Pahami Cara Kerja Marketingnya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2025 | 14:02 WIB
Cara Berhenti Dapat Penawaran Pinjol, Pahami Cara Kerja Marketingnya
Ilustrasi Pinjol (pixabay)

Suara.com - Saat ini, kemudahan akses terhadap beragam informasi dan layanan seringkali diiringi dengan ancaman baru. Salah satunya adalah serangan telepon dan pesan singkat yang berisi penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal atau dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagi banyak orang, situasi ini bahkan bisa berubah menjadi teror yang merampas privasi dan ketenangan. Jika Anda kerap merasa kesal, cemas, atau bahkan terintimidasi oleh panggilan atau SMS dari nomor tak dikenal yang menawarkan pinjaman, Anda bukan satu-satunya. Mari kita bahas berbagai strategi efektif untuk meredam, bahkan menghentikan, gangguan penawaran pinjol tersebut.

Mengapa Anda Dihubungi Pinjol

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami mengapa nomor-nomor ini bisa menghubungi Anda. Ada beberapa kemungkinan:

  • Data Anda Bocor: Ini adalah penyebab paling umum. Data pribadi Anda (nomor telepon, nama, bahkan riwayat transaksi) mungkin telah bocor dari platform online lain yang pernah Anda gunakan, atau dari database yang dijual secara ilegal.
  • Anda Pernah Mengisi Formulir Pinjol (Baik Sadar Maupun Tidak): Terkadang, tanpa disadari, kita mengisi formulir atau mengklik tautan yang ternyata mengumpulkan data kita untuk tujuan penawaran pinjol.
  • Algoritma Acak: Beberapa pinjol mungkin menggunakan sistem panggilan acak untuk menyasar nomor-nomor telepon, berharap ada yang "nyangkut."
  • Kontak Darurat: Jika ada kenalan Anda yang pernah mengajukan pinjol dan mencantumkan Anda sebagai kontak darurat, Anda bisa menjadi target jika mereka gagal membayar.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Penghentian Teror Pinjol

Sekarang, mari kita bahas langkah-langkah konkret yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan Pernah Merespons (Apalagi Balik Menghubungi)

Ini adalah aturan emas. Ketika Anda menerima telepon atau SMS dari nomor tak dikenal yang menawarkan pinjol, jangan pernah merespons. Merespons, meskipun hanya dengan kata "tidak," bisa menjadi sinyal bahwa nomor Anda aktif dan valid. Ini akan membuat mereka semakin gencar menghubungi Anda. Abaikan, blokir, dan biarkan saja.

2. Manfaatkan Fitur Pemblokiran Nomor Telepon

Setiap smartphone modern memiliki fitur pemblokiran nomor. Ketika Anda menerima panggilan atau SMS yang tidak diinginkan, segera blokir nomor tersebut. Memang, mereka bisa menggunakan nomor lain, tetapi dengan rajin memblokir, Anda akan mengurangi volume gangguan secara signifikan.

3. Gunakan Aplikasi Pemblokir Panggilan/SMS Pihak Ketiga

Selain fitur bawaan smartphone, ada banyak aplikasi pihak ketiga yang dirancang khusus untuk memblokir panggilan spam dan SMS. Aplikasi seperti Truecaller, Getcontact, atau Hiya memiliki database nomor-nomor spam yang luas dan bisa membantu Anda menyaring panggilan masuk. Beberapa aplikasi bahkan bisa secara otomatis memblokir panggilan dari nomor yang teridentifikasi sebagai spam atau penipu.

4. Laporkan Nomor Tersebut ke Pihak Berwenang

Jika Anda merasa terganggu secara terus-menerus atau bahkan diintimidasi, jangan ragu untuk melaporkannya.

  • SWAT (Satgas Waspada Investasi) OJK: OJK memiliki saluran pelaporan untuk pinjol ilegal dan penawaran yang mengganggu. Anda bisa mencari informasi kontak mereka di situs resmi OJK.
  • Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo): Kominfo juga memiliki mekanisme pelaporan konten dan nomor yang tidak diinginkan. Anda bisa melaporkan melalui aplikasi SMS 1708 atau situs web resmi Kominfo.
  • Provider Seluler Anda: Beberapa provider seluler juga menyediakan layanan pelaporan nomor spam. Hubungi customer service provider Anda untuk informasi lebih lanjut.

5. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi Anda

Ini adalah langkah pencegahan paling fundamental. Berhati-hatilah saat membagikan nomor telepon, NIK, atau data pribadi lainnya secara online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pinjaman Bank atau Lembaga Keuangan Sulit Cair, Ini Penyebabnya

Pinjaman Bank atau Lembaga Keuangan Sulit Cair, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 12:54 WIB

9 Ciri Pinjol yang Aman dan Bikin Tenang, Anti Ribet

9 Ciri Pinjol yang Aman dan Bikin Tenang, Anti Ribet

Tekno | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:37 WIB

10 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair dalam Hitungan Menit, Dijamin Aman!

10 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair dalam Hitungan Menit, Dijamin Aman!

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 10:29 WIB

Cara Pemutihan SLIK OJK atau BI Checking Agar Tidak Masuk Daftar Hitam Bank

Cara Pemutihan SLIK OJK atau BI Checking Agar Tidak Masuk Daftar Hitam Bank

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 23:08 WIB

Panduan Cara Cek KTP dan NIK Dipakai Pinjol, Wajib Tahu Biar Gak Ketipu!

Panduan Cara Cek KTP dan NIK Dipakai Pinjol, Wajib Tahu Biar Gak Ketipu!

Tekno | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:57 WIB

Bunga Pinjaman Online SeaBank Pinjam vs. Shopee SPinjam: Mana yang Lebih Rendah?

Bunga Pinjaman Online SeaBank Pinjam vs. Shopee SPinjam: Mana yang Lebih Rendah?

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 16:26 WIB

Terkini

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:37 WIB

Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional

Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 09:54 WIB

IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun

IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 08:56 WIB

Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI

Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 07:29 WIB

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB