Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Semua Pertambangan Pasti Merusak Alam, Termasuk di Raja Ampat

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 09 Juni 2025 | 14:29 WIB
Semua Pertambangan Pasti Merusak Alam, Termasuk di Raja Ampat
Bukit Wayag, Raja Ampat. (dok. Traveloka)

Suara.com - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan seluruh bentuk aktivitas pertambangan termasuk nikel pasti akan membawa dampak kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem.

Misalnya, dia memberi contoh soal pertambangan nikel di Raja Ampat yang walaupun tetap memperhatikan tata kelola baik, bisa berpotensi merusak alam

"Semua proses tambang pasti merusak lingkungan dan ekosistem, apalagi penambang sering mengabaikan reklamasi," ujar Fahmy saat dihubungi, Senin (9/6/2025).

Menurutnya, meskipun upaya reklamasi dilakukan, dampak dari kegiatan pertambangan tetap akan merusak lanskap dan keseimbangan ekologis di wilayah yang sensitif seperti Raja Ampat.

Fahmy menilai bahwa reklamasi tidak cukup untuk memulihkan kerusakan alam, terlebih Raja Ampat merupakan kawasan geopark dan destinasi wisata dunia yang harus dijaga keasliannya.

"Untuk penambangan Raja Ampat, meski dengan reklamasi sekali pun, sudah pasti akan merusak alam geopark yang merupakan ekosistem destinasi wisata Raja Ampat," ucap dia.

Atas dasar itu, Fahmy dengan tegas meminta seluruh kegiatan penambangan di wilayah Raja Ampat dan sekitarnya seharusnya dihentikan secara permanen.

"Menurut saya semua penambangan di Raja Ampat dan sekitarnya harus dihentikan secara permanen. Jangan ada lagi izin penambangan selamanya," beber dia.

Raja Ampat, surga bahari di ujung timur Indonesia, kini menghadapi tantangan baru. Di balik keindahan gugusan pulau karst dan kekayaan biota lautnya, tersembunyi potensi sumber daya nikel yang menggiurkan.

Namun, eksplorasi dan eksploitasi nikel di kawasan ini memicu perdebatan sengit antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Potensi nikel di Raja Ampat memang cukup signifikan.

Sejumlah penelitian geologi menunjukkan adanya deposit nikel laterit yang cukup besar di beberapa pulau. Hal ini menarik minat investor dan perusahaan tambang untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut.

Pemerintah daerah pun dihadapkan pada dilema: di satu sisi, tambang nikel dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar dan menciptakan lapangan kerja; di sisi lain, aktivitas pertambangan berpotensi merusak ekosistem Raja Ampat yang sangat berharga.

Kekhawatiran utama terkait tambang nikel di Raja Ampat adalah dampaknya terhadap lingkungan. Proses penambangan nikel, terutama nikel laterit, seringkali melibatkan pembukaan lahan yang luas, penebangan hutan, dan penggalian tanah.

Hal ini dapat menyebabkan erosi tanah, sedimentasi, dan perubahan bentang alam yang signifikan. Sedimentasi dapat mencemari perairan laut dan merusak terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Selain itu, limbah pertambangan yang mengandung logam berat juga berpotensi mencemari air dan tanah, membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Ampat Kini Terancam, Omongan Anies saat Debat Capres Disorot: Tak Ada Keadilan di Papua

Raja Ampat Kini Terancam, Omongan Anies saat Debat Capres Disorot: Tak Ada Keadilan di Papua

News | Senin, 09 Juni 2025 | 14:21 WIB

Cinta Laura Bagikan Keluhan Anak Raja Ampat yang Terdampak Tambang: Air Kami Berubah Hitam

Cinta Laura Bagikan Keluhan Anak Raja Ampat yang Terdampak Tambang: Air Kami Berubah Hitam

Entertainment | Senin, 09 Juni 2025 | 14:17 WIB

ASPEBINDO: Indonesia Butuh Tambang Legal, Inklusif, dan Modern

ASPEBINDO: Indonesia Butuh Tambang Legal, Inklusif, dan Modern

News | Senin, 09 Juni 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:17 WIB

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:12 WIB