Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Bank Dunia: Ekonomi RI Mentok di 4,7 Persen Tahun Ini

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 11 Juni 2025 | 14:34 WIB
Bank Dunia: Ekonomi RI Mentok di 4,7 Persen Tahun Ini
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026.

Dalam laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 kini diperkirakan hanya mencapai 4,7%, turun signifikan dari proyeksi sebelumnya pada Januari 2025 yang sebesar 5,1%.

Penurunan serupa juga terlihat untuk tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,8%, lebih rendah 0,3% dibandingkan proyeksi Januari 2025 yang mencapai 5,1%.

Kendati demikian, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit membaik dan mencapai 5% pada tahun 2027.

Menurut Bank Dunia, revisi turun ini didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi.

Kondisi ini menciptakan tantangan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Perlambatan ekonomi ternyata tidak hanya melanda Indonesia. Bank Dunia juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan.

Untuk tahun 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya mencapai 2,3%, dan sedikit meningkat menjadi 2,4% pada tahun 2026. Angka ini masing-masing lebih rendah 0,4% dan 0,3% dari proyeksi Januari 2025.

Bank Dunia menjelaskan bahwa penurunan proyeksi global ini disebabkan oleh "peningkatan substansial dalam hambatan perdagangan dan efek meluas dari lingkungan kebijakan global yang tidak pasti." tulis laporan itu.

Situasi ini menunjukkan bahwa ekonomi dunia sedang menghadapi periode penuh tantangan, di mana kebijakan proteksionis dan ketidakpastian geopolitik dapat berdampak luas pada aktivitas ekonomi.

Pemerintah Indonesia diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk menghadapi proyeksi perlambatan ini, guna menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global yang terus berubah.

Indonesia terus menunjukkan resiliensi ekonomi di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 tercatat solid, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, investasi yang meningkat, dan kinerja ekspor yang terjaga.

Namun, tantangan eksternal seperti inflasi global, suku bunga tinggi, dan perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama tetap menjadi perhatian.

Konsumsi domestik menjadi mesin utama pertumbuhan, didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi dan peningkatan pendapatan.

Pemerintah juga terus mendorong investasi melalui berbagai kebijakan insentif dan kemudahan perizinan.

Sektor manufaktur dan jasa menjadi kontributor signifikan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas. Meskipun demikian, Indonesia tidak sepenuhnya kebal terhadap tekanan global.

Inflasi, meskipun terkendali, tetap menjadi perhatian. Bank Indonesia (BI) terus mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter yang hati-hati.

Di sisi eksternal, kinerja ekspor menghadapi tantangan akibat penurunan permintaan global dan fluktuasi harga komoditas.

Diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan nilai tambah produk ekspor menjadi kunci untuk menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional.

Pemerintah terus berupaya untuk memperkuat fundamental ekonomi melalui reformasi struktural. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan digitalisasi ekonomi menjadi fokus utama.

Selain itu, pengembangan energi terbarukan dan ekonomi hijau juga menjadi prioritas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ke depan, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.

Bonus demografi, sumber daya alam yang melimpah, dan pasar domestik yang besar menjadi modal penting. Namun, tantangan global dan domestik perlu diatasi dengan kebijakan yang tepat dan implementasi yang efektif.

Dengan pengelolaan ekonomi yang prudent dan reformasi yang berkelanjutan, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memainkan peran yang semakin penting di panggung ekonomi global. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Metode PPP, Bank Dunia Sebut Kemiskinan di Indonesia Tembus 194,6 Juta Jiwa

Gunakan Metode PPP, Bank Dunia Sebut Kemiskinan di Indonesia Tembus 194,6 Juta Jiwa

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:59 WIB

7 Daftar Hotel Dijual Lewat Situs Online, Cek Harganya di Sini

7 Daftar Hotel Dijual Lewat Situs Online, Cek Harganya di Sini

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 09:43 WIB

Bank Dunia Sebut Jutaan Penduduk Indonesia Mendadak Miskin

Bank Dunia Sebut Jutaan Penduduk Indonesia Mendadak Miskin

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 16:08 WIB

Terkini

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:42 WIB

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:35 WIB

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:24 WIB

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:20 WIB

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:19 WIB

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:10 WIB

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:09 WIB

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB