Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Target Indonesia Bebas Kemiskinan 2045 dari Prabowo Sulit Tercapai, Tapi Ahli Beri 5 Tips Ini

Dwi Bowo Raharjo | Rinaldi Aban | Suara.com

Kamis, 12 Juni 2025 | 11:44 WIB
Target Indonesia Bebas Kemiskinan 2045 dari Prabowo Sulit Tercapai, Tapi Ahli Beri 5 Tips Ini
Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Indonesia bebas kemiskinan pada tahun 2045 sulit tercapai. Hal ini dikarenakan masih banyak tantangan besar yang harus dibereskan.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufiqurrahman mengatakan visi misi Indonesia bebas kemiskinan perlu dilakukan langkah nyata agar bisa terealisasi.

"Secara normatif, target Indonesia bebas dari kemiskinan pada tahun 2045 merupakan visi yang sangat positif dan layak diperjuangkan, terutama dalam rangka menyambut Indonesia Emas. Namun secara realistis dan empirik, target ini masih mengandung tantangan besar," katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/6/2025).

Dia memaparkan data terakhir dari BPS per September 2024, bahwa tingkat kemiskinan nasional berada di angka 9,36% atau sekitar 25,5 juta orang. Artinya laju penurunan kemiskinan dalam lima tahun terakhir hanya sekitar 0,3–0,5 poin persen per tahun.

"Dengan laju tersebut, butuh lebih dari 20 tahun untuk menurunkannya ke angka mendekati nol dan itu pun asumsi ideal dimana tanpa adanya krisis ekonomi, pandemi, konflik, atau tekanan fiskal," katanya.

Lanjutnya, dia membeberkan lebih kompleks lagi, kemiskinan di Indonesia bersifat struktural dan multidimensi, yakni terkait dengan pendidikan rendah, pekerjaan informal, akses kesehatan terbatas, hingga ketimpangan wilayah.

"Jadi, walaupun bukan tidak mungkin, mencapai "zero poverty" pada 2045 butuh reformasi kebijakan dan program yang konsistensi dan ektraordinary, terutama kebijakan jangka panjang yang belum sepenuhnya terlihat saat ini," bebernya.

Menurutnya, untuk mencapai target Indonesia bebas dari kemiskinan pada 2045, pemerintah harus melakukan transformasi ekonomi yang menyentuh akar-akar penyebab kemiskinan.

Ada lima langkah yang perlu dilakukan agar Indonesia bebas kemiskinan.

"Pertama, reformasi perlindungan sosial harus lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data tunggal yang akurat. Ini akan memastikan bahwa bantuan pemerintah baik dalam bentuk tunai, pangan, jaminan kesehatan, dan subsidi Pendidikan yang benar-benar menjangkau kelompok miskin dan rentan," katanya.

"Kedua, strategi peningkatan produktivitas masyarakat miskin harus ditingkatkan melalui pelatihan vokasi, akses pembiayaan mikro, dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis komunitas," jelasnya.

Lalu, ketiga mengenai sektor pertanian dan informal yang menyerap mayoritas kelompok miskin harus dimodernisasi, termasuk dengan teknologi, infrastruktur pendukung, serta akses pasar yang lebih adil.

Keempat belanja negara dan kebijakan fiskal harus diarahkan untuk mendorong inklusi dan produksi untuk orang miskin, bukan prioritas konsumsi. Apalagi hanya pertumbuhan agregat, tapi juga distribusi yang merata langsung kepada sasaran orang miskin.

Terakhir, koordinasi antara pusat dan daerah dalam penanggulangan kemiskinan harus diperkuat. Tanpa kepemimpinan yang kuat, pengawasan yang efektif, dan peran aktif masyarakat sipil, target 2045 akan menjadi retorika politik tanpa pencapaian nyata.

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto. (Ist)

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa target Presiden Prabowo bahwa Indonesia akan bebas dari kemiskinan pada tahun 2045 merupakan cita-cita yang ambisius. Namun, tidak mustahil jika didukung oleh berbagai langkah strategis yang terstruktur, konsisten, dan tepat sasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legenda Tenis Yayuk Basuki Sentil Timnas Usai Dibantai Jepang: Jangan Anak Tirikan Cabor Lain

Legenda Tenis Yayuk Basuki Sentil Timnas Usai Dibantai Jepang: Jangan Anak Tirikan Cabor Lain

Entertainment | Kamis, 12 Juni 2025 | 10:48 WIB

Raja Ampat untuk Wisata Bukan Tambang, Prabowo Dihadapkan Dilema PT Gag

Raja Ampat untuk Wisata Bukan Tambang, Prabowo Dihadapkan Dilema PT Gag

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 10:13 WIB

Bila Prabowo Berhalangan, Ahmad Dhani Bakal Undang Sosok Kontroversial Jadi Saksi Nikah Al Ghazali

Bila Prabowo Berhalangan, Ahmad Dhani Bakal Undang Sosok Kontroversial Jadi Saksi Nikah Al Ghazali

Entertainment | Kamis, 12 Juni 2025 | 10:12 WIB

Ahmad Dhani Bocorkan Tanggal Pernikahan Al Ghazali, Bakal Undang Presiden Prabowo Jadi Saksi

Ahmad Dhani Bocorkan Tanggal Pernikahan Al Ghazali, Bakal Undang Presiden Prabowo Jadi Saksi

Entertainment | Rabu, 11 Juni 2025 | 19:34 WIB

Petuah Wakil Ketua Komisi X DPR Usai Timnas Indonesia Dibantai Jepang: Ambil Hikmahnya

Petuah Wakil Ketua Komisi X DPR Usai Timnas Indonesia Dibantai Jepang: Ambil Hikmahnya

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 18:20 WIB

Terkini

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:35 WIB

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:31 WIB

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB