Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Holding BUMN Danareksa Targetkan 1,8 Juta Warga Kota Bandung Nikmati Air Bersih

Iwan Supriyatna

Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:12 WIB
Holding BUMN Danareksa Targetkan 1,8 Juta Warga Kota Bandung Nikmati Air Bersih
PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa melalui inisiatif Indonesia Water Fund (IWF) memulai proyek perdananya untuk memperluas akses air bersih kepada masyarakat di Kota Bandung.

Suara.com - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa melalui inisiatif Indonesia Water Fund (IWF) memulai proyek perdananya untuk memperluas akses air bersih kepada masyarakat di Kota Bandung.

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandung Terintegrasi ditargetkan menjangkau 457 ribu sambungan, mencakup kebutuhan rumah tangga hingga sektor produktif, yang dapat dinikmati oleh sekitar 1,8 juta warga di 16 kecamatan.

Komitmen ini ditandai dengan penyerahan dokumen pendirian Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT Air Minum Bandung Terintegrasi kepada Perumda Tirtawening selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Seremoni berlangsung di ajang Indonesia Water & Wastewater Expo Forum 2025 yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono kemarin (11/6) di Jakarta.

“Proyek SPAM Kota Bandung Terintegrasi merupakan pilot project IWF yang berkomitmen untuk menjawab tantangan ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah urban dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi seperti Kota Bandung. Kehadiran IWF adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat layanan infrastruktur dasar yang berkelanjutan, inklusif, serta selaras dengan Asta Cita Pemerintah,” kata Direktur Investasi 1 Holding BUMN Danareksa Chris Soemijantoro, Jumat (13/6/2025).

Sejak diperolehnya Letter of Award pada semester II 2024 hingga pendirian BUP pada Mei 2025, proyek ini dirancang dengan prinsip transparansi, integritas, dan semangat kolaboratif bersama mitra strategis.

Proyek ini juga merepresentasikan semangat kolaborasi strategis antara Holding BUMN Danareksa dengan salah satu pemimpin global dalam sektor pengelolaan air yaitu SUEZ Indonesia (Hong Kong) Limited, sinergi antar BUMN dengan Perum Jasa Tirta II, serta mendapatkan dukungan penuh dari Perumda Tirtawening.

Pembangunan infrastruktur Proyek SPAM Kota Bandung Terintegrasi mencakup Water Treatment Plant seluas 5,1 hektar dengan kapasitas 3.500 liter per detik, serta jaringan perpipaan sepanjang 1.200 kilometer.

Dari sisi pendanaan, Proyek SPAM Kota Bandung Terintegrasi didukung oleh IWF, yaitu platform pendanaan alternatif yang digagas oleh Holding BUMN Danareksa untuk mengakselerasi akses air bersih kepada masyarakat.

“IWF dirancang sebagai platform investasi kolaboratif yang dapat diakses oleh para investor, baik global maupun dalam negeri, untuk berinvestasi ke dalam proyek yang telah beroperasi melalui akuisisi ataupun equity recycling, dan juga proyek baru yang layak secara komersial,” jelas Chris.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan akan air bersih di Kota Bandung diperkirakan mencapai 8.000 liter per detik pada tahun 2025. Dengan populasi lebih dari 2,4 juta jiwa, kota ini menghadapi tantangan ketersediaan air bersih akibat penurunan cadangan air tanah yang mencapai 25 cm per tahun.

Guna mengatasi tantangan tersebut, SPAM Kota Bandung Terintegrasi hadir sebagai solusi nyata dalam menjamin keberlanjutan pasokan air bersih secara kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan layanan air.

“Kami percaya bahwa air bersih adalah hak dasar sekaligus fondasi bagi kemajuan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Holding BUMN Danareksa akan terus memperluas dampak IWF melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif, guna menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Chris.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting bagi kesehatan dan kualitas hidup. Tanpa akses terhadap air bersih, masyarakat rentan terhadap berbagai penyakit seperti diare, kolera, dan infeksi kulit. Air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk minum, tetapi juga untuk keperluan memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi.

Sayangnya, masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di wilayah terpencil dan terdampak kekeringan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan hidup yang layak dan sehat.

Penyediaan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan, edukasi tentang pentingnya menjaga sumber air, serta pengelolaan limbah yang baik merupakan langkah penting untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi semua. Akses air bersih adalah hak setiap warga negara dan kunci untuk membangun masa depan yang sehat dan produktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Holding BUMN Danareksa Dorong TPK Batu Ampar Jadi Hub Regional

Holding BUMN Danareksa Dorong TPK Batu Ampar Jadi Hub Regional

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 14:58 WIB

Holding BUMN Danareksa Perkuat Peran Lokananta, Dorong Keberlanjutan Ekosistem Musik Indonesia

Holding BUMN Danareksa Perkuat Peran Lokananta, Dorong Keberlanjutan Ekosistem Musik Indonesia

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 12:17 WIB

Salurkan Bantuan Sanitasi Layak dan Air Bersih, PNM Peduli Masa Depan Sehat

Salurkan Bantuan Sanitasi Layak dan Air Bersih, PNM Peduli Masa Depan Sehat

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 21:58 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB